Monday, 23 April 2018 10:19

HOTS Menyulitkan Peserta Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat dilaksanakan serentak mulai hari ini, 23 April, hingga 26 April di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta hampir 4,3 juta orang. Sebagian besar  peserta (63%), mengikuti UN berbasis komputer (UNBK) sedangkan sisanya masih mengikuti  UN kertas pensil (UNKP).

Menurut Permendikbud Nomor 57 Tahun 2015 tentang Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, Ujian Nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.  

Saat ditanya mengenai penggunaan soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau model HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam Ujian Nasional SMP dan sederajat, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, menjelaskan, telah menjadi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkenalkan penilaian dengan model soal HOTS yang bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif di kalangan siswa, agar siswa tidak hanya belajar dengan pola menghafal. Ini sesuai dengan salah satu tujuan Kurikulum 2013 yang memang menanamkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, kepada Antara di Jakarta, Minggu (22/4), soal HOTS tetap ada, sekitar 10 hingga 15% dari jumlah total soal, dan tingkat kesulitannya disesuaikan dengan kemampuan siswa SMP.

Mengapa soal HOTS terkesan dikhawatirkan akan menyulitkan siswa? Menurut Heru Purnomo, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), belum semua guru menerapkan HOTS dalam pembelajaran di sekolah. Pendekatan HOTS pada umumnya terkait dengan Kurikulum 2013, sedangkan siswa SMP kelas IX yang hari ini mengikuti UNBK masih banyak yang memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. 

Polemik Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan masih menyisakan kekhawatiran, khususnya untuk siswa SMP/MTs yang hari ini hingga empat hari ke depan melaksanakan Ujian Nasional. 

Sebenarnya, soal dengan model apa pun yang diberikan dalam Ujian Nasional tingkat SMP dan sederajat, tidak akan dianggap sulit, jika siswa peserta ujian telah secara maksimal mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian. Motivasi siswa yang besar untuk memahami bahan ajar di sekolah, ditambah dukungan yang maksimal dari orang tua, guru, dan lingkungan, menjadi sangat berarti untuk mencapai kelulusan dalam ujian akhir, apa pun namanya, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah (US), maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Read 67 times Last modified on Tuesday, 01 May 2018 15:54