Friday, 11 May 2018 09:14

Kemenangan Kubu Oposisi Di malaysia.

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

 

Sejarah Malaysia tidak lagi sama. Setelah 60 tahun berkuasa, Barisan Nasional, yang merupakan koalisi 13 partai dengan UMNO sebagai salah satu partai terkuat di Malaysia, harus rela melepaskan kekuasaannya kepada kubu oposisi. Dalam pemilihan Umum yang dilaksanakan pada hari Rabu (9 Mei 2018) yang lalu, Barisan Nasional menghadapi Pakatan Harapan, yang terdiri dari 4 partai.

Hasilnya rakyat Malaysia memberikan dukungan untuk Pakatan Harapan yang meraih 113 kursi. Ditambah dengan koalisi partai di Malaysia bagian Kalimantan total didapatkan 121 kursi. Sedangkan Barisan Nasional hanya dapat meraih 79 kursi saja.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak yang memimpin Barisan Nasional mengakui kekalahan ini. Meski demikian, dalam soal kepemimpinan, masalah belum sepenuhnya selesai. Jika dihitung per partai, tidak ada partai yang menguasai mayoritas mutlak tanpa berkoalisi. Partai-partai oposisi yang tergabung dalam Pakatan Harapan, jelas tidak akan berkongsi dengan Barisan Nasional.

Kekalahan Barisan Nasional tidak lepas dari ketidak percayaan masyarakat Malaysia kepada figur Najib Tun Razak, yang dirasakan tidak lagi menjalankan amanah dengan baik. Salah satunya adalah skandal korupsi besar yang menimpa salah satu perusahaan BUMN Malaysia, 1 MDB. Dikabarkan Najib Razak menerima uang dalam jumlah yang amat besar, meski berita ini dibantah Najib.

Mahathir Mohammad yang pernah menjadi PM Malaysia, meskipun didaulat menjadi pemimpin koalisi, tidak serta merta menjadi Perdana Menteri. Usai penghitungan suara, Malaysia masih belum sepenuhnya keluar dari krisis kepemimpinan. Razak menyerahkan persoalan ini kepada Yang Dipertuan Agung, Sultan Muhamad V, sebagai Kepala Negara Malaysia. Akhirnya, Mahatir Mohammad mengangkat sumpah sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-7, di Istana Negara sekitar pukul 10 malam hari Kamis. Padahal sempat ada kabar pihak Istana kurang berkenan dengan Mahatir karena seringkali mengkritik kerajaan. Sebelumnya para pemimpin koalisi menemui Yang Dipertuan Agung untuk memastikan agar Mahatir dapat dilantik untuk memimpin Malaysia.

Suara Rakyat Malaysia yang memberikan kepercayaan kepada Koalisi Pakatan Harapan untuk memimpin negeri patut didukung. Kepemimpinan Malaysia di bawah Dr. Mahatir Mohammad yang telah berusia 92 tahun, pada periode ini, hendaknya mampu  membawa harapan positif bagi Malaysia. Sebab krisis politik apapun yang menimpa negeri itu, pasti akan berdampak pada kondisi regional di kawasan ASEAN dan Indonesia.

Read 61 times Last modified on Wednesday, 16 May 2018 22:01