Thursday, 17 May 2018 00:00

Hari Buku Nasional

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

Hari Buku Nasional. Setiap tahunnya, tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan didirikannya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980 . Perayaannya memang tak semeriah Hari Musik maupun Hari Film Nasional, namun sudah selayaknya Hari Buku dirayakan bagi para pembaca setia. Di era digital yang makin berkembang, buku telah menjadi komoditi terbesar yang tidak akan ada habisnya. Masyarakat dari beragam usia masih mendatangi toko buku dan membeli buku, meski tiap tahun rata-rata hanya ada 18 ribu judul buku yang dicetak. Hari Buku Nasional pun kerap disandingkan dengan minimnya minat baca di Indonesia.. Berdasarkan hasil kajian Most Littered Nation In the World 2016, minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara.Di Indonesia  peringatan Hari Buku   baru dimulai tahun 2006 yang diprakarsai oleh Forum Indonesia Membaca. Sebanyak 86,3 juta jiwa di  Indonesia tercatat sebagai pengguna aktif internet memanfaatkan platform online bernama Wattpad untuk membaca buku-buku secara digital. Di satu sisi, penulis-penulis muda banyak bermunculan,dan kian dikenal di industri buku. Kiprah mereka tak bisa lagi disepelekan. Para penulis muda itu justru menambah deretan warna bagi dunia perbukuan di Indonesia. Dalam rangka memeperingati Hari Buku Nasional ada beberapa kegiatan yang diadakan misalnya salah satu penerbit Buku di Indonesia mengadakan kontes foto membaca buku untuk anak-anak.  Kontes ini diadakan untuk mendorong minat baca masyarakat Indonesia , terutama anak-anak.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta masyarakat untuk mempercepat program literasi dengan membaca buku. Menurutnya, minat membaca masyarakat masih rendah. Saat ini, peringkat minat baca di Indonesia masih berada di peringkat 65 dari 110 negara. Untuk itu, Muhadjir mengimbau agar sosialiasi membaca buku  segera dilakukan. Hal itu untuk meningkatkan minat baca buku di masyarakat. Upaya mensosialisasikan pentingnya membaca didorong  dengan semakin banyaknya buku-buku yang dibaca di sekolah dan  ruang umum. Walaupun minat baca buku Indonesia lebih rendah dari negara lain, dia meminta masyarakat jangan minder. Sebab hal itu bukan berarti tingkat pengetahuan Bangsa Indonesia lebih rendah daripada negara lain. Menteri Pendidikan Muhajir Effendi  memberikan masukan misalnya untuk buku bacaan anak-anak gambar dan warnanya dibuat lebih menarik agar masyarakat mau membaca. Sedangkan untuk remaja dibuat kisah yang menarik tentang kisah remaja yang romantis.


Read 48 times Last modified on Thursday, 17 May 2018 21:41