Friday, 25 May 2018 07:53

Akankah Pertemuan Amerika Serikat Korea Utara Berlangsung ?

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

Rencana  pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan  Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, bulan Juni di  Singapura memangdiwarnai ketegangan dan ketidakpastian. Meski demikian,  Korea Utara  menunjukkan keseriusannya dengan  menutup situs nuklir Punggye-ri di Provinsi Hamgyong Utara. Demikian seriusnya, Korea Utara bahkan juga  meledakkan tiga terowongan dan perangkat pendukungnya disaksikan para wartawan media internasional hari Kamis (24 Mei 2018).  Seorang wartawan yang ikut  hadir, kemudian  mengatakan, ledakan terlihat di tiga buah terowongan dan dapat dilihat dari dek observasi yang berjarak 500 meter.

Kehadiran para wartawan media internasional di situs nuklir Punggye-ri dilaporkan Kantor Berita Korea Selatan Yonhap sejak Selasa lalu yang menyebutkan mereka berasal dari Korea Selatan, Amerika Serikat, RRT, Rusia dan Inggris. Yonhap mengatakan  Korea Utara akan membongkan terowongan bawah tanah dan fasilitas lain di situs itu.

Namun ketegangan masih terjadi karena Korea Utara sempat mengancam menghentikan dialog.  Negara itu menengarai, Amerika Serikat dan Korea Selatan telah  melakukan latihan militer bersama belum lama ini. Misi Mike Pompeo tetap mengajak Korea Utara ke tahapan selanjutnya tampaknya berhasil setelah Korea Utara bersedia menghancurkan fasilitas nuklirnya. Itu dilakukan Korea Utara, setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam suasana yang lumayan  bersahabat.

Di tengah suasana yang semakin kondusif,  Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence justru menyampaikan peringatan lewat  media hari Senin (21 Mei) agar  Kim Jong Un tidak “main-main” dengan President Trump.  Ini tentunya  bisa saja merusak apa yang sudah diupayakan Pompeo. Presiden Trump sendiri konon baru akan memutuskan apakah akan melanjutkan pertemuan dengan Kim Jong Un pekan depan.  Namun kabar terakhir (Kamis, 24/5) Trump  menarik diri dari rencana pertemuan dengan Kim Jong Un dengan alasan Korea Utara menunjukkan sikap bermusuhan dan kemarahan yang luar biasa.

Sebelumnya Amerika Serikat berjanji membantu Korea Utara dan tidak menumbangkan rezim jika Korea Utara mau menghentikan program nuklirnya.

Dunia tentu berharap, upaya damai yang sedang dibangun di semenanjung Korea tetap berlangsung. Mudah-mudahan tidak  ada provokasi yang menjadikan proses yang sudah mulai positif ini mentah kembali. Jika masalah  di semenanjung Korea selesai, masih ada persoalan di kawasan  lain yang juga  perlu diatasi.  

Read 19 times Last modified on Tuesday, 29 May 2018 06:12