Friday, 29 June 2018 12:33

Pangeran William Kunjungi Palestina

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

 

Pewaris takhta nomor 2 Kerajaan Inggris, Pangeran William pekan ini melakukan lawatan ke Timur Tengah mulai dari Jordania,hingga ke Israel hari Senin (25/6).  Dalam kunjungan ke Israel, Pangeran William bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan juga Presiden Israel, Reuven Rivlin. Selain itu, Pangeran William juga berziarah ke makam, nenek buyutnya Putri Alice. Ini menjadi kunjungan pertama dari anggota keluarga kerajaan Inggris ke Israel.

Seorang Diplomat Inggris di Israel membantah kunjungan ini bermuatan politik. Namun demikian, setelah kunjungan Pangeran William ke Israel, muncul sebuah pernyataan dari kantor Presiden Israel. Isinya, meminta Pangeran William untuk membawa “pesan perdamaian” kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang dikunjunginya setelah Israel. Pesan ini  mungkin lebih sekedar basa-basi,  karena  di Israel posisi Rivlin sebagai Presiden adalah seremonial. Sebaliknya Perdana Menteri Netanyahu,yang memegang tampuk kekuasaan sesungguhnya,  sama sekali tidak menitipkan pesan apapun kepada William.

Setibanya di Palestina hari Rabu (27 Juni), Pangeran William bertemu dengan Presiden Mahmoud Abbas dan menyebut Palestina sebagai sebuah negara. Banyak yang berpendapat sebutan ini sebagai salah ucap. Meski tidak mengeluarkan komentar langsung, Kementerian Luar Negeri Inggris mengeluarkan pernyataan bahwa Pemerintah Inggris mendukung pembentukan negara Palestina yang berdaulat, merdeka berdampingan dengan Israel.  Inggris pun akan mengakui negara Palestina pada saatnya demi  membantu mewujudkan perdamaian. Inggris adalah pemegang mandat PBB di tanah Palestina setelah Perang Dunia I hingga munculnya negara Israel tahun 1948.

Pernyataan tentang negara Palestina oleh seorang Pewarik Takhta Kerajaan Inggris, meskipun belum bernilai politik, diharapkan dapat menambah dukungan atas pembentukan negara Palestina. Beberapa negara Eropan bahkan  sudah menyatakan Palestina sebagai sebuah negara.

Indonesia yang mendapatkan kepercayaan duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019 diharapkan dapat mendorong percepatan pembentukan negara Palestina melalui berbagai forum. Sehingga pada saatnya nanti, cita-cita pembentukan negara Palestina yang berdaulat dapat terwujud, dan perdamaian di kawasan Timur Tengah bukan sekedar wacana.

Read 46 times Last modified on Tuesday, 03 July 2018 08:22