Wednesday, 01 August 2018 07:09

Hasil Pemilu Kamboja Dan Masa Depan Negara

Written by 
Rate this item
(0 votes)


Rakyat Kamboja telah mengikuti Pemilihan Umum ke enam di negara itu  yang berlangsung hari Minggu lalu ( 29 Juli 2018 ).  Hasil hitung cepat menyebutkan bahwa   82 persen rakyat kamboja yang berjumlah sekitar 7 juta orang, telah berperan serta dalam Pemilu tahun ini. Partisipasi rakyat itu meningkat dari Pemilu sebelumnya yang hanya mencapai 62 persen. Atas hasil hitung cepat itu, Partai Rakyat Kamboja hampir dipastikan kembali berkuasa dengan menguasai tidak kurang dari 100  kursi parlemen. Dengan demikian hasil pemilihan umum akan memperpanjang kekuasaan partai pemerintah yang telah berkuasa selama 33 tahun. Partai Pemenang Pemilu yaitu Partai Rakyat Kamboja, CPP, adalah partai yang dibentuk oleh Perdana Menteri Hun sen yang kini sudah berusia 65 tahun. Kemenangan Partai Rakyat Kamboja sangat mungkin terjadi karena partai oposisi utama, yaitu Partai Penyelamat Nasional, CNRP, telah bubar setahun sebelum Pemilihan umum diselenggarakan. Dengan demikian partai pemerintah Pimpinan Perdana Menteri Samdech Hun Sen hanya berhadapan dengan partai partai kecil yang jumlahnya 20an.

Juru bicara CPP menanggapi hasil hitung cepat menyatakan bahwa partainya paling sedikit menguasai 80 persen kursi di parlemen yang berjumlah 125 kursi. Di pihak lain, Partai Penyelamat Nasional Kamboja menyatakan bahwa Pemilu telah berlangsung penuh kecurangan, karenanya partainya tidak akan mengakui hasil Pemilu ini. Namun demikian protes tersebut sangat boleh jadi tidak akan berpengaruh pada hasil Pemilu yang akan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kamboja. Komisi Pemilu, setelah penutupan kotak suara menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilu 2018 telah berlangsung baik dan sukses.

Dengan demikian boleh dipastikan,  Kamboja akan kembali dipimpin oleh Hun sen yang mulai berkuasa sejak 1985 ketika negara itu masih dilanda perang saudara. Sebagaimana dikutip media, Hun sen menanggapi hasil pemilihan umum dengan menyatakan bahwa rakyat Kamboja telah memilih jalur demokasi dan menggunakan hak mereka sebagai warga negara. Rakyat Kamboja tentu berharap bahwa lima tahun ke depan, mereka akan menikmati berbagai kemajuan dalam kehidupan. Apakah Kamboja juga akan berperan lebih baik dalam kancah ASEAN? Apakah harapan itu akan terwujud ? Perjalanan waktu yang akan menunjukkan.

 

Read 43 times