komentar

komentar (257)

18
January

Setelah sekian dekade, untuk kali pertama seorang Perdana Menteri Australia menginjakkan kakinya di Fiji danVanuatu. Pekan ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengunjungi kedua negara itu. Bagi  Australia ini seperti membuktikan janji yang dilontarkan dua bulan lalu. Saat itu Australia berkomitmen menggelontorkan dana hingga 2 milyar dollar AS hibah dan pinjaman lunak ke negara-negara Pasifik.

Apa yang membuat Australia tiba-tiba membuka manuvernya ke arah timur yang selama ini kurang diperhatikan? Rupanya Republik Rakyat Tiongkok sudah mendekati kawasan Pasifik di timur Australia ini sejak 8 tahun lampau. Uang yang digelontorkan Beijing untuk kerjasama dengan negara-negara di Pasifik sudah  mencapai 1,3 miliar dollar AS. Jumlah itu menempatkan RRT sebagai negara donor nomor 2 setelah Australia. Hal lainnya adalah kunjungan 4 hari Presiden Xi Jin Ping di Papua New Guinea dalam rangkaian kehadirannya di KTT APEC di Port Moresby.

Australia sebenarnya dalam dilema. Jika mengusik Beijing di kawasan Pasifik, Australia juga yang bakal menerima akibat karena Beijing adalah mitra dagang pentingnya. Jika membiarkan Beijing, Australia dan sekutu utamanya, Amerika Serikat khawatir RRT bukan sekedar membangun hubungan dagang melainkan juga menempatkan pangkalan militer di kawasan itu.  Australia pun  harus pandai memainkan peran agar hubungannya tetap baik dengan AS dan Beijing yang sedang terlibat perang dagang.

RRT masuk ke Pasifik  mulanya adalah untuk mengurangi pengaruh Taiwan di kawasan tersebut. Taiwan, sebuah negara yang tidak diakui Beijing, banyak membantu negara-negara Pasifik. Tentunya dengan tujuan agar merekamendukung Taipei. Kehadiran Beijing membuat beberapa negara Pasifik mencabut dukungan kepada Taiwan.

Jika Australia berada dalam kegundahan, tidak demikian halnya dengan negara-negara Pasifik. Mereka tiba-tiba seperti ketiban rejeki nomplok karena perlombaan “derma” antara Australia dan Beijing. Masalahnya adalah,“kebaikan” seringkali ada apa-apanya.

17
January

Tahun 2019 adalah tahun pesta demokrasi rakyat Indonesia. Bulan April mendatang, Pemilu legislatif dan Presiden dan wakil presiden serentak dilaksanakan. Terkait Pemilu presiden dan wakil presiden, rangkaian kegiatan telah disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum, salah satu dari rangkaian tersebut adalah Debat Calon presiden – Capres dan Calon Wakil Presiden CaWapres. Radio Republik Indonesia dengan tagline Memilih itu Juara, bersama 3 media televisi menjadi media yang mendapat giliran pertama menyiarkan siaran langsung debat perdana tersebut pada Kamis 17 Januari di Hotel Bidakara, Jakarta.

Pada debat pertama capres – cawapres, Komisi Pemilihan Umum KPU telah menetapkan tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Sedangkan pada debat kedua 17 Februari, bertema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Pada debat ketiga, 17 Maret tentang Pendidikan, Kesehatan, ketenagakerjaan, Sosial dan kebudayaan.Terakhir debat keempat, 30 Maret, berisi Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta hubungan Internasional.  

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan kisi kisi dan pertanyaan debat sudah disampaikan kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Selain itu, dalam debat KPU melarang alat alat peraga kampanye dari ke kubu pasangan dan atribut bersifat provokatif. Untuk pelaksanaan debat KPU telah membatasi hanya 500 undangan saja termasuk para mantan presiden dan wakil presiden. Untuk menjaga jalannya debat dengan baik dan lancar, KPU bekerjasama dengan apparat keamanan telah menyiapkan lebih 2000 personel kepolisian.

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah KonstitusMahfud MD meminta masyarakat mencermati janji calon presiden dalam acara debat yang diselenggarakan KPU. Menurut Mahfud, efek dari debat calon presiden akan mempengaruhi masyarakat, meski tidak banyak. Sebab saat ini lebih dari separuh penduduk di Tanah Air sudah menentukan pilihan. Kendati demikian, kedua calon presiden dipastikan telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya karena sadar tentang pengaruhnya terhadap masyarakat.                                                                       

Bagaimanapun sengitnya debat capres dan cawapres diharapkan suasana berlangsung damai dan aman. Para tim sukses ke dua belah kubu juga sepakat tidak mengangkat isyu yang dapat memicu sentimen negatif. Yang terpenting dalam debat adalah kecerdasan dan pemaparan yang ilmiah dan masuk akal. Rakyat ingin janji sederhana namun dapat mengenai sasaran yang diinginkan. Sebaliknya Rakyat dituntut harus cerdas pada janji-janji sang calon sehingga akhirnya terpilih pemimpin yang terbaik. Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas.

16
January

Keputusan mayoritas rakyat Inggeris agar negaranya keluar dari Uni Eropa, EU, memasuki masalah baru. Persoalan muncul ketika sebagian besar anggota parlemen Inggeris tidak mengindahkan seruan Perdana Menteri Inggeris Theresa May untuk mendukung kesepakatannya dengan Masyarakat Eropa. Dalam pemungutan suara Selasa malam waktu London, mayoritas anggota Parlemen Inggeris menolak usulan perjanjian yang dibuat pemerintah dengan Uni Eropa.

Penolakan dilakukan tidak hanya oleh anggota parlemen dari oposisi, melainkan juga dari kalangan partai pemerintah. Sebelumnya Perdana Menteri Theresa May menyatakan bahwa penolakan atas perjanjian yang dibuatnya dengan Masyarakat  Eropa akan mengecewakan rakyat Inggris.

Salah satu kesepakatan antara pemerintah Inggeris dengan Uni Eropa adalah Inggris akan membayar Uni Eropa sekitar 770 trilyun rupiah. Selain itu kedua pihak sepakat mengenai adanya masa transisi yang memberikan kesempatan kepada kedua pihak guna menghindari gangguan terhadap sektor usaha dan perdagangan. Sesungguhnya tidak akan terjadi perubahan yang signifikan dengan adanya kesepakatan itu mulai 29 Maret 2019 sampai 31 Desember 2020.

Perdana Menteri Theresa May dan pendukungnya tentu sedang berfikir keras atas terjadinya penolakan oleh mayoritas anggota parlemen Inggris. Selain mengantisipasi persoalan di dalam negeri, Theresa May juga berfikir keras untuk meyakinkan Uni Eropa atas terlaksananya persetujuan yang sudah disepakati. Bisa jadi Perdana Menteri Inggris itu akan melakukan pendekatan dan upaya-upaya guna terjadinya penyesuaian atas kesepakatan. Hal ini masih mungkin terjadi karena persetujuan antara Pemerintah Inggeris dengan Uni Eropa bersifat politis.  

Di dalam negeri kritik dilancarkan atas Brexit karena anggota Parlemen menilai Theresa May gagal mewujudkan harapan agar Inggris mendapatkan kembali control penuh atas sejumlah kebijakan ekonomi dan perdagangan yang selama ini dipegang oleh Uni Eropa.  Persoalan lainnya yang dianggap sangat krusial setelah Brexit adalah pengaturan perbatasan di wilayah Irlandia Utara. Jika selama berada di Uni Eropa, perbatasan antara Inggris dan Irlandia utara tidak bersifat fisik, maka setelah keluar dari Uni Eropa perbatasan itu menjadi nyata dalam bentuk mekanisme kontrol khususnya untuk mengecek arus barang.

Perdana Menteri Theresa May kini harus berusaha benar untuk melaksanakan hasil referendum dua tahun lalu, dan ini merupakan ujian bagi pemerintahannya karena dampak dari tidak disetujuinya kesepakatan dengan Uni Eropa adalah ancaman munculnya mosi tidak percaya dari Parlemen.

15
January

Indonesia menargetkan dua puluh juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Angka ini tiga juta lebih tinggi dari target tahun 2017 dan 2018. Melihat potensi wisata yang dimiliki Indonesia, Kementerian Pariwisata yakin target itu bisa dicapai.

Minggu lalu, Kementerian Pariwisata merilis “100 Calendar of Events Wonderful 2019” yang ditetapkan atas arahan dari Presiden Republik Indoneisa Joko Widodo. Tujuannya untuk dapat mempromosikan destinasi wisata  Indonesia melalui atraksi kegiatan yang menampilkan berbagai pesona di tahun 2019. Antara lain Festival budaya, seperti  Cap Go Meh di Singkawang Kalimantan Barat pada 5–6 Februari, dan Festival Budaya Cirebon, Jawa Barat, tanggal 28 Desember. Atau kegiatan olahraga seperti Jakarta Marathon di bulan  Oktober  dan Tour de Singkarak di Sumatra Barat yang akan berlangsung  November 2019.

Kalender kegiatan ini diyakini, punya daya tarik yang tinggi untuk mendatangkan wisatawan mancanegara berlibur di Indonesia. Diharapkan, mereka datang  bukan semata untuk menikmati keindahan alam, yang memang sudah terkenal di seluruh dunia. Namun juga tertarik menyaksikan berbagai acara yang khas dan penuh pesona. Kementerian Pariwisata, bahkan menargetkan 10 juta wisatawan mancanegara pada semester pertama tahun 2019.

Dapatkah target ini tercapai?

Pemerintah Indonesia memang  tidak bisa  hanya tergantung pada indahnya kekayaan alam untuk menarik 20 juta wisatawan. Kelebihan lain yang dimiliki Indonesia dan disukai wisatawan asing, seperti keramahan masyarakat lokal, murahnya biaya hidup, toleransi yang tinggi, serta matahari yang bersinar sepanjang tahun,  harus lebih dioptimalkan dalam paket-paket wisata. Ada lagi predikat dari organisasi internasional yang juga bisa menjadi nilai tambah untuk menjual potensi Indonesia, seperti hasil laporan Gallup Global Law and Order. Indonesia dinyatakan berada di urutan kesembilan Negara paling aman di dunia.

Peningkatan atau penguatan program-program yang sudah berjalan, harus terus dilakukan. Seperti pemberian insentif kepada maskapai penerbangan yang mampu mendatangkan grup turis ke Indonesia, untuk tujuan 10 Bali Baru. Peran serta masyarakat memasarkan  destinasi  wisata  indah yang belum tersentuh juga harus ditingkatkan, paling tidak melalui media sosial.  Memanfaatkan akun media sosial  public figure yang memiliki pengikut banyak,  bisa jadi akan meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.

Keyakinan  yang kuat harus dimiliki Indonesia untuk mencapai target itu. Meski semester pertama pada umumnya adalah low season, diharapkan program-program yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata akan berhasil meraih banyak wisawatan. Strategi Menteri Pariwisata untuk “habis-habisan” di semester pertama, lewat programShifting to The Front atau “Geser ke Depan” akan mendorong seluruh pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk menawarkan paket wisata  yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

14
January

Pada Rabu 9 Januari minggu lalu,  rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapat teror bom. Rumah Ketua KPK Agus yang berada di Kota Bekasi mendapat teror berupa benda mirip bom paralon yang disangkutkan ke pagar. Sedangkan, rumah Wakil Ketua KPK Laode yang berada di Jakarta Selatan dilempari dua bom molotov.

Setelah menerima kabar terror yang menimpa petinggi lembaga pemberantasan korupsi itu, Presiden Joko Widodo langsung menginstruksikan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk mengusut tuntas. Menurut Presiden Jokowi kejadian itu jelas merupakan bentuk intimidasi kepada penegak hukum sehingga tidak ada toleransi untuk itu. Presiden meyakini pemberantasan korupsi tidak akan pernah kendor oleh tindakan terror.

Ini bukanlah teror pertama yang ditujukan kepada anggota KPK. Sebelumnya, 11 April 2017,  penyidik KPK Novel Baswedan diserang orang tidak dikenal dengan menyiramkan air keras ke wajahnya. Sampai sekarang, kasus ini masih juga belum tuntas. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian pada 8 Januari 2019 membentuk  Tim Gabungan Pencari Fakta untuk kasus Novel Baswedan,  terdiri dari unsur Polri, KPK, dan para ahli di bidangnya. 

Namun yang menjadi pertanyaan, sejauh mana efektivitas pembentukan tim ini dalam menangkap pelaku serangan? Apalagi mengingat kasus itu sudah satu tahun lebih dan belum terpecahkan. Diperlukan keseriusan dari pihak-pihak yang berwenang dalam menangani kasus yang menimpa mereka yang bekerja membersihkan negeri ini, dari para pelaku korupsi, yang merupakan  kejahatan luar biasa.

Diharapkan,  upaya pihak kepolisian dengan bekerjasama dengan pihak penegak hukum lainnya akan segera membuahkan hasil. Terror yang dihadapi Komisi Pembarantasan Korupsi hendaknya tidak menyurutkan niat mereka dalam memberantas korupsi di Negeri ini.

11
January

Awal pekan ini, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un melakukan kunjungan ke Beijing, Cina. Di negeri Tirai Bambu itu, KimJong-un melawat selama tiga hari dan bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jin Ping. Ini menjadi kunjungan kedua pemimpin Korea Utara ke Beijing. Tahun lalu, jelang pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Singapura, Kim Jong-un juga bertemu dengan Xi Jin Ping.

Pada pertemuan kedua ini, Korea Utara mendapat dukungan dari China untuk meneruskan perundingan dengan Amerika Serikat. Selain mendiskusikan persoalan perundingan, Kim Jong-un mengundang Presiden Xi Jin Ping untuk mengunjungi Pyongyang. Xi berjanji akan melakukan kunjungan balasan tanpa menyebutkan kapan waktunya. Mengapa Kim perlu berkunjung ke Beijing? Korea Utara menjadikan Beijing sebagai mitranya.

Pemimpin Kim Jong-un  sempat menyampaikan rasa kecewanya dalam pidato tahun baru, karena perundingan soal nuklir nampaknya berjalan lambat tidak seperti yang diharapkan. Bahkan, dia melontarkan ancaman akan berubah sikap jika Washington tidak mengubah sanksi yang dikenakan kepada negaranya.

Sementara, Presiden Korea Selatan, Moon Jae In yang menjadi mediator, dalam sebuah jumpa pers Kamis (10 Januari 2018 ), menyampaikan bahwa pertemuan kedua Kim Jong-un dengan Donald Trump akan diadakan kembali. Namun, waktu belum ditentukan. Seoul akan bekerjasama dengan Washington dalam soal sanksi terhadap Pyongyang.

Pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan Pemimpin Kim Jong-un sudah dinanti oleh banyak pihak. Sekarang tinggal bagaimana sikap Amerika Serikat apakah akan membiarkan kesabaran Kim Jong-un habis sehingga program nuklir Korea Utara akan diteruskan kembali, atau merespon ajakan Kim Jong-un untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Kita nantikan perkembangan selanjutnya.

10
January

Setiap tanggal 10 Januari, masyarakat dunia, termasuk Indonesia merayakan Hari Sejuta Pohon.  Di Indonesia, pemerintah, swasta hingga berbagai organisasi turut ambil bagian dalam merayakan hari penting tersebut. Pada hari tersebut diselenggarakan penanaman pohon serentak, dan dalam jumlah yang sangat banyak.

Peringatan hari Sejuta Pohon dalam bentuk penanaman pohon dalam jumlah sangat banyak  sangat penting. Mengapa perlu dilakukan? Karenajumlah pohon di dunia termasuk di Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan, berdasarkan hasil survey pada tahun 2013, sekitar 24,3 juta hektar hutan dan lahan di Indonesia berada dalam keadaan kritis. Kondisi hutan yang kritis ini dikarenakan banyak  faktor, diantaranya kebakaran hutan, pembalakan liar, Industri kertas, pembukaan lahan baru dan faktor lainnya.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi hutan yang kritis tersebut. Diantaranya melalui pembangunan hutan serbaguna, hutan kota, rehabilitasi mangrove, serta melaksanakan gerakan tanam pohon yang telah di-launching Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Agustus 2017, dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, pramuka, TNI, Polri, dan organisasi masyarakat lainnya.

Dari 2014 hingga 2016, menurut Siti Nurbaya, telah terealisasi penanaman pohon pada lahan seluas 4,20 juta hektare. Apakah jumlah itu mengurangi luasan lahan kritis? Apakah pohon-pohon yang ditanam tersebut hidup dan tumbuh sampai sekarang ? 2 tahun lalu Presiden Joko Widodo mengungkapkan keprihatinannya terhadap kegiatan menanam pohon dalam rangka memperingati hari sejuta pohon sebagai kegiatan yang terkesan seremonial.Keprihatinan Joko Widodo sangat tepat, karena selama ini, sudah banyak pohon yang ditanam tetapi tidak ada kelanjutannya. Biaya besar yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasilnya.

Tentu harapan kita bersama adalah peringatan Hari Sejuta Pohon pada tanggal 10 Januari  menjadi momentum kesadaran bahwa   menanam saja tidak cukup. Kelanjutannya menjadi penting yakni merawat, memeli­hara bibit pohon yang dita­nam itu dan memastikan pohon itu dapat tumbuh dan berkem­bang dengan baik.

09
January

Kelanjutan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina masih akan ditentukan dalam perundingan. Delegasi kedua negara hari ini di Beijing masih akan melanjutkan perundingan. Perpanjangan perundingan yang dijadwalkan berakhir Selasa kemarin, menunjukkan masih adanya hal-hal yang belum disepakati. Walaupun demikian salah seorang delegasi Amerika Serikat menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung baik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui twitter, dikabarkan bahkan mengklaim bahwa pembicaraan berlangsung sangat baik.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat dan China, sedang berupaya mencari jalan keluar dari perseteruan dagang yang telah berlangsung sejak awal tahun lalu. Perseteruan yang telah mengguncang perekonomian global dan memberi dampak pada kestabilan mata uang dan pasar modal. Sejak 1 Desember 2018, kedua negara raksasa ekonomi itu telah sepakat melakukan gencatan senjata selama 90 hari. Dengan demikian pertemuan di Beijing adalah merupakan yang pertama dilakukan sejak pernyataan gencatan senjata perang dagang. Perang dagang antara kedua negara dilakukan oleh keduanya dengan saling mengenakan bea impor terhadap produk perdagangan kedua negara yang nilainya mencapai ratusan juta dollar Amerika Serikat.

Dampak atas perang dagang kedua raksasa ekonomi dan dan langkah langkah yang diambil, baik oleh Washington maupun Beijing, antara lain pada pergerakan pasar saham. Pernyataan positif Trump yang memuji bahwa pertemuan di Beijing, telah mendorong gairah pasar modal. Dow Jones Industrial Average di Wall Street mengalami kenaikan lebih dari 1 persen. Sedangkan Nasdaq, pada akhir penutupan pasar saham kemarin melonjak 1,09 persen. Gairah pasar saham tidak hanya terjadi di Amerika Serikat , melainkan juga di Eropa. Di London indeks FTSE 100 melompat 0,74%, indeks DAX di Frankfurt bertambah 0,52%, dan indeks CAC 40 di Paris melesat naik 1,15%.

Apa yang terjadi di pasar modal menunjukkan besarnya pengaruh perang dagang Amerika Serikat dan China. Karenanya masyarakat internasional berharap agar perundingan di Bejing untuk membicarakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, akan membuahkan hasil positif.

08
January

Bank Dunia atau World Bank memberikan klarifikasi tentang laporan berjudul Infrastructure Sector Assessment Program (InfraSAP) yang baru-baru ini dikutip beberapa media. Laporan itu menyebutkan antara lain, infrastruktur di Indonesia berkualitas rendah dan tak terencana secara matang. Laporan Bank Dunia yang dirilis pada Juni 2018 juga menyebut bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terlalu mengandalkan Badan usaha Milik Negara (BUMN) dalam membangun infrastruktur. Hal itu tercermin dari keputusan pemerintah yang memberikan penugasan langsung sejumlah proyek ke BUMN.

Bank Dunia pun segera mengeluarkan klarifikasi terkait berita itu. Dalam rilisnya Bank Dunia menegaskan bahwa laporan itu belum resmi dipublikasikan dan masih dalam tahap finalisasi. Meskipun demikian Bank Dunia tidak membantah pemberitaan tersebut.

Dalam keterangan tertulis pada Senin (7/1) Bank Dunia menyatakan,  dalam menyusun laporan Bank Dunia bekerja sama secara erat dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang relevan di pemerintahan. Seperti Kementerian Keuangan, Bappenas, berbagai Kementerian Koordinator, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) .

InfraSAP merupakan analisis yang komprehensif terkait berbagai kendala yang dapat mengurangi pendanaan infrastruktur komersial dan swasta. Laporan ini termasuk salah satu kemungkinan reformasi kebijakan,  yang dapat dipertimbangkan dan dilakukan oleh Indonesia,  dalam jangka pendek dan menengah.

Bank Dunia sudah mulai menyiapkan laporan tersebut sejak pertengahan 2017. Hal ini sesuai undangan pemerintah Indonesia  untuk bekerja sama dalam menemukan solusi, agar dapat  menarik lebih banyak pendanaan swasta dan komersial bagi investasi infrastruktur.

Terlepas dari klarifikasi Bank Dunia terkait laporan tersebut, pemerintah telah menanggapinya dengan positif. Menteri Keuangan Sri Mulyani, misalnya, menilai laporan Bank Dunia itu sebagai suatu masukan yang baik bagi pemerintah. Hal senada diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Bank Dunia terkait laporan InfraSAP.

Memang  Bank Dunia belum resmi mengeluarkan laporan InfraSAP tersebut. Namun  tidak ada salahnya bagi pemerintah untuk bersiap diri melakukan beberapa perbaikan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur. Misalnya, BUMN yang akan mengerjakan sebuah proyek infrastruktur dapat bekerja sama dengan perusahaan daerah yang memang berada di lokasi yang bersangkutan. Dengan demikian proyek itu  dapat memberikan efek ganda yang langsung dirasakan daerah tersebut, infrastruktur terbangun dan perusahaan daerah pun dapat berkembang.

07
January

Tahun 2019 merupakan tahun politik bagi bangsa Indonesia, karena pada 17 April 2019 mendatang, bangsa Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum. Tahun 2019 menjadi spesial karena pada tahun ini Pemilu dilaksanakan tidak saja untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), namun juga sekaligus untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2019-2024.

Walaupun dilaksanakan bersamaan, antara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) dan Pemilu Legislatif (pileg), Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lah yang paling menarik perhatian masyarakat.

Seperti diketahui, ada 2 pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres kali ini, yaitu pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pasangan calon inimenjalani masa kampanye yang berlangsung sejak 23 September 2018 sampai  13 April 2019.

Hal yang paling menarik dari masa kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden adalah Debat Calon Presiden (Capres) dan Cawapres (Calon Wakil Presiden). Ada 5 kali debat yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu di Indonesia, yakni dua kali  debat capres-cawapres, dua kali  debat capres, dan satu kali debat cawapres, Selain itu KPU juga sudah menetapkan tema, panelis dan jadwal media televisi yang menyelenggarakan debat pertama sampai kelima.

Debat Capres dan cawapres sebenarnya bukan hal baru bagi dunia politik di Indonesia. Di Pemilu 2014 dan Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada) 2018 yang lalu, KPU juga pernah menyelenggarakan debat pasangan calon. Dari debat tersebut pemilih dapat lebih mengenal pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dan mengetahui sejauh mana visi dan misi mereka apabila terpilih nanti. Yang berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, dalam debat capres-cawapres kali ini, kedua pasangan calon akan terlebih dulu menerima daftar pertanyaan yang akan diajukan panelis beberapa hari sebelum hari H. Hal ini bertujuan agar kedua pasangan calon bisa lebih siap memberikan jawaban yang jelas dan substantif. Diharapkan  ini akan lebih memudahkan publik dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan aspirasinya.

Pelaksanaan debat diharapkan dapat berlangsung secara alami dan sehat. Selama ini, debat capres-cawapres kerap dijalankan para peserta dengan pendekatan ewuh pakewuh atau perasaan sungkan. Meski ini berkaitan erat dengan budaya bangsa Indonesia, esensi dari debat sendiri kadang menjadi tidak terasa.

Bukan berarti masing-masing pasangan calon harus melakukan debat dengan saling menyerang dengan tidak mengindahkan norma yang berlaku di Indonesia. Baik pasangan capres dan cawapres maupun tim sukses dan pendukungnya diharapkan dapat menyikapi debat tersebut dengan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai debat dan saling dukung pasangan calon merusak persatuan yang sudah ada.

Page 1 of 19