Sugiyanto

Sugiyanto

01
April

 

Komoditas dan alat sanitasi seperti cairan sterilisasi tangan (hand sanitizer) dan masker masih cukup mudah ditemukan di Kamboja, sementara di Filipina, persediaan produk tersebut mulai terbatas sehingga otoritas setempat membatasi jumlah pembeliannya.  Demikian menurut keterangan perwakilan Republik Indonesia di masing-masing negara. Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Kamboja Sudirman Haseng seperti dikutip Antara dari Jakarta, Selasa. Informasi serupa juga disampaikan oleh Sekretaris I Fungsi Konsuler Pendidikan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Kedutaan Besar RI di Phnom Penh, Made Santi, pada Selasa.

Oleh karena itu, otoritas di Kamboja belum membatasi pembelian masker dan cairan sanitasi tangan, berkebalikan dengan kebijakan di beberapa negara, misalnya Filipina dan Italia. Di Filipina, persediaan masker dan hand sanitizer di sejumlah pertokoan terbatas, sehingga warga tidak dapat membeli bebas produk tersebut. Sementara itu, otoritas di Italia menetapkan tiap warga hanya dapat membeli dua sampai lima lembar masker per harinya. Antara

01
April

 

VOI NEWS Sebanyak 149 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Fiji, terdiri atas 60 orang anak buah kapal (ABK), sekitar 60 orang pekerja imigran Indonesia, dan selebihnya personil KBRI dan keluarganya,  semuanya selamat bebas COVID-19 yang sudah menyebar ke seluruh dunia. Sementara di Fiji sendiri, terdapat lima warganya terkena COVID-19, dan sudah diberlakukan jam malam (curfew) dari pukul 10 malam hingga 5 pagi sejak Senin (30/3). Dubes Indonesia untuk Fiji, Benyamin Scott Carnadi kepada Antara London, melalui siaran pers Selasa mengatakan untuk mencegah berkembangnya COVID-19, Pemerintah Fiji menyediakan masker, hand sanitizers dan sarung tangan yang cukup bagi penduduknya, termasuk residents dan pekerja pendatang. Seluruh penerbangan dalam dan luar negeri telah dihentikan sejak 23 Maret 2020 lalu dan seluruh kapal penumpang antar-pulau juga dihentikan operasinya sejak 29 Maret 2020 lalu, kecuali kapal kargo mengangkut suplai logistik makanan. Antara

01
April

 

VOI NEWS Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura kembali mengingatkan seluruh warga negara Indonesia (WNI) untuk menjaga kewaspadaan tinggi yang masih diperlukan, mengingat status DORSCON Oranye masih diberlakukan oleh pemerintah setempat. Status DORSCON merujuk pada sistem respons Singapura terhadap wabah, yaitu Disease Outbreak Response System Condition yang menggunakan kode berbasis warna untuk menandakan situasi terkait penyakit yang mewabah. Warna oranye sendiri menandakan penyebaran akut yang mudah menyebar dari satu orang ke yang lain, namun dianggap belum menyebar dengan luas di Singapura. Seluruh WNI diharapkan dapat mengikuti aturan dan imbauan dari Pemerintah Singapura dalam penanganan penyebaran COVID-19. Hal itu dikatakan Kepala Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa. Ratna mengingatkan WNI di Singapura untuk menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi, mencuci tangan secara periodik usai beraktivitas di ruang publik, tidak keluar rumah bila tidak mendesak, dan segera ke dokter bila mengalami gejala-gejala tertentu.Antara 

01
April

 

VOI NEWS Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) menerapkan skema Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dalam langkah pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Skema tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tertanggal 24 Maret 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan PKTD dengan harapan dapat memperkuat perekonomian masyarakat desa. Hal itu dikatakan  Eko Sri Haryanto selaku Kepala Badan Peneliti dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi, Kemendes PDT di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (31/3). Langkah tersebut diambil pemerintah sebagai bentuk respon dan antisipasi terhadap kemunculan kasus Covid-19 di wilayah desa dengan situasi ekonomi dan akses kesehatan yang masih terbatas.Selain itu, aspek kesehatan pekerjanya sendiri juga harus diperhatikan. Misalnya, menjaga jarak aman antarpekerja serta menggunakan masker jika pekerja mengalami gejala sakit.Siaran Pers BNPB