Latar Belakang Sejarah

Voice of Indonesia, terkait erat dengan peran historisnya dalam pembentukan negara Indonesia pada tahun 1940-an, sebagai "radio perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang dikenal luas sebagai Voice of Free Indonesia.

Salah satu pendiri Radio Republik Indonesia mendiang Bapak Yusuf Ronodipuro, menyiarkan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Melalui gelombang pendek transmisi di Bandung, "radio diplomasi" ini berhasil menarik perhatian masyarakat dunia, dan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 segera diakui oleh negara-negara, seperti India, Mesir, dll. Pada tahun 1950, Voice of Free Indonesia mengubah nama ke VOICE OF INDONESIA atau Suara Indonesia.

VOI juga secara intensif menyiarkan Konferensi Afro-Asia pertama yang diselenggarakan di Bandung, ibukota Jawa Barat 18 - 24 April 1955, di mana negara-negara dari benua Asia dan Afrika mengeluarkan Sepuluh Prinsip di Bandung. Semangat Bandung ini memicu bangsa-bangsa terutama di Asia, Amerika Latin dan Afrika untuk bebas dari penjajahan.

Hal ini dinyatakan dengan jelas dalam Preambule UUD 1945 bahwa kebebasan adalah hak yang tidak dapat dicabut dari semua bangsa, oleh karena itu, segala jenis kolonialisme di bumi ini, harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan.

Selama masa Orde Baru, VOI beroperasi di bawah Departemen Informasi sebelumnya, yang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Penyiaran nomor 24/1997. Namun setelah reformasi politik di Indonesia pada tahun 1999, Indonesia menyingkirkan media dari kontrol pemerintah, termasuk Voice of Indonesia. Pada tahun 2002, di bawah Undang Undang Penyiaran nomor 32/2002, VOI menjadi lebih mandiri.

Sekarang, VOI membuat semangat tetap hidup. Kami percaya bahwa ketidakadilan dan bentuk kolonialisme apapun tidak manusiawi, oleh karena itu mereka harus dieliminasi. Kami percaya bahwa dengan bermartabat, kami sangat menghormati hak asasi manusia, persamaan ras dan bangsa, dan selalu menyelesaikan perselisihan apapun dengan cara damai. Kami pikir kontribusi terbesar kami terhadap dunia adalah bahwa jika kita dapat memainkan peran yang mulia tidak peduli seberapa kecilnya.

Pada tanggal 1 Juli 2008, VOI menyiarkan 24 jam sehari dalam 10 bahasa termasuk bahasa Indonesia, Jerman, Inggris, Spanyol, Prancis, Arab, Jepang, Mandarin, Melayu, dan Korea melalui transmisi terestrial 9.525 kHz dan internet. Setelah reorientasi pada program tersebut, sejak 2010, VOI hanya memiliki 8 program bahasa; Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Prancis, Spanyol, dan Jerman. Namun pada tahun 2017, VOI mengenalkan kembali, program bahasa Belanda, jadi sekarang, VOI memiliki 9 bahasa program.

Saat memasuki era informasi, pendengar memiliki beragam pilihan untuk mendengarkan VOI; terestrial di SW, streaming di internet dan juga menggunakan smartphone dengan RRI Play.

Voice of Indonesia

Jl. Merdeka Barat, 4-5, 4th Floor,

Jakarta 10110.

Phone : +62 21 3456 811,

Fax     : +62 21 3500 990

email  : voi@voinews.id

Popular

  • Voice Of Indonesia
  • Radio Republik Indonesia
  • RRI World Service
  • VOI.ID
  • VOI

media social