Sumarno

Sumarno

15
September

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memproduksi pesawat N219 mulai tahun depan.Targetnya, pesawat N219 yang diproduksi akan mengisi 25 persen pasar dunia atau setara dengan 532 unit hingga 11 tahun ke depan.Dalam mengejar target tersebut, produksi N219 akan dilakukan secara bertahap, yakni dengan memproduksi sebanyak empat unit di tahun pertama produksi.Pada tahun-tahun berikutnya, volume produksi akan ditingkatkan menjadi delapan unit pada tahun kedua, 12 unit di tahun ketiga, 24 unit di tahun keempat, dan 36 unit tahun kelima dan seterusnya hingga target dipenuhi. Menurut keterangan Kepala Divisi Penjualan Pesawat Terbang PTDI Iga Satyawatu, Sabtu, pada nantinya, setiap unit pesawat N219 akan dihargai sekitar 6 juta dollar Amerika berdasarkan acuan tahun fiskal 2019.Hingga saat ini sudah terdapat beberapa pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang menyampaikan minat pembelian dan kerja sama produksi.Pihak dalam negeri ini terdiri dari instansi pemerintah dan badan usaha swasta.Sementara itu, pihak luar negeri yang telah menyampaikan minat pembelian dan kerja sama produksi meliputi Uni Emirat Arab, Kolombia, Nigeria, dan Singapura.kom.

15
September

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap Kementerian Perhubungan segera merealisasi pembangunan transportasi logistik yang terintegrasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.Sebagai penyelenggara negara di sektor perhubungan, Kementerian Perhubungan tidak bisa hanya fokus pada penyediaan jasa layanan angkutan penumpang, angkutan barang juga harus menjadi prioritas.Darmin Nasution di Jakarta, Sabtu (14/9) menegasakan, Negara yang maju ekonominya pasti memiliki transportasi logistik yang efisien. Itu yang harus bisa Indonesia lakukan juga.Sistem transportasi hendaknya dilihat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari industri logistik.Kedua sektor itu memiliki keterkaitan yang sangat erat sehingga tidak mungkin untuk dipisahkan.BI

15
September

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan pihaknya akan mengintensifkan hujan buatan untuk mengatasi musim kemarau yang berlangsung lebih lama pada tahun ini.Selain itu, hujan buatan juga diadakan untuk mengurai polutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Dwikorita mengungkapkan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2019 terjadi pada Agustus.Akan tetapi, dampak musim kemarau akan terasa hingga akhir September bahkan awal Oktober. Dwikorita di Jakarta Sabtu (14/9) menambahkan, musim kemarau berkepanjangan ini menyebabkan sejumlah permasalahan, salah satunya kekeringan dan karhutla.Karena itu pemerintah mengatasinya dengan membuat hujan buatan.rol.

15
September

Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama PT Mifa Bersaudara berencana mempromosikan batu alam khas Aceh jenis Batu Giok yang akan berlangsung di Hongkong Convention & Exhibition Center pada tanggal 18-22 September 2019.Kegiatan ini juga melibatkan Perkumpulan Pengusaha Pengrajin dan Penambang Batu Giok Aceh Indonesia (P3GAI) dan direncanakan akan dihadiri Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdinur Sabtu mengatakan, saat ini Aceh memiliki potensi batu alam jenis giok yang sangat luar biasa dan dikenal oleh berbagai kalangan hingga mancanegara.Menurutnya, potensi ini harus terus dikembangkan dan diberdayakan sebagai industri kreatif di Aceh, sehingga pemberdayaan sumber daya alam diharapkan meningkat.ant