mazpri

mazpri

23
October

VOI NEWS Dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko, Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Maroko di Indonesia mengadakan webinar tentang Smart-Cities Projects and Digital Partnership di Era COVID-19, Kamis.

 

Webinar dalam format konferensi video tersebut dihadiri oleh Bagus HK, Direktur Direktorat Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri, Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko Hasrul Azwar, Duta Besar Maroko untuk Republik Indonesia Quadia Benabdellah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Presiden Dewan Daerah dari Souss-Massa Brahim Hafidi, Deputi Gubernur Jakarta Suharti, dan Presiden Dewan Daerah Casablanca Abdelaziz El Omari, dan Wakil Presiden Dewan Daerah Souss Massa Abdeljebar Qastalani.

 

“Acara ini menjadi momentum penting sekaligus bukti kuatnya hubungan Indonesia dan Maroko untuk mempererat tali silaturahmi dan kerja sama dalam situasi dunia yang sangat dinamis, termasuk saat pandemi COVID-19,” kata Bagus dalam sambutan pembukaannya.

Webinar ini dimaksudkan sebagai forum untuk berbagi perspektif dalam meningkatkan kemitraan digital dan proyek Smart City. Webinar ini juga untuk merayakan hubungan Indonesia dan Maroko yang telah berjalan sangat baik dan stabil selama 60 tahun terakhir.

 

“Semoga melalui webinar ini, kerjasama antara Indonesia dan Maroko dapat meningkatkan perdagangan dan investasi serta pertanian untuk membangun Smart City Project. Juga dalam penanganan pandemi COVID-19 dan percepatan pemulihan ekonomi,” lanjutnya.

Duta Besar Maroko Quadia Benabdellah mengatakan bahwa webinar tersebut memperkuat hubungan dan persaudaraan dua negara besar, yang lokasinya terpisah jauh tetapi dekat di hati.

 

"COVID-19 menghentikan segalanya di dunia, tetapi tidak dapat menghentikan visi bersama kami, tidak dapat menghentikan komitmen kami untuk bekerja lebih dekat," kata Benabdellah.

Webinar tersebut berfokus pada sisi ekonomi, IT, dan sosial yang menjadi perhatian kota-kota modern saat ini, juga menegaskan persaudaraan kota antara Jawa Barat dan Souss-Massa.

Jawa Barat telah berinovasi dalam proyek kota pintar dan mendapat perhatian internasional. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan bertukar ilmu dengan Souss-Massa, Maroko.

 

“Kami telah menciptakan 'Desa Digital' di pedesaan, yang meningkatkan wilayah secara digital, dari infrastruktur hingga produktivitas. Kita ingin berbagi pengetahuan ini dengan Souss Massa dan sebaliknya, "kata Ridwan.

Area fokus utama untuk kemitraan digital yang ditawarkan untuk Souss Massa meliputi Pembangunan Pedesaan, Provinsi Digital, Pendidikan Kejuruan, Manajemen Bencana, dan Provinsi Pariwisata.

 

Wakil Presiden Daerah Souss Massa Abdeljebar Qastalani mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat untuk menegakkan kesepakatan yang membuka peluang kerja sama ekonomi dan pertukaran perdagangan antara kedua kota tersebut.

 

“Saya berharap topik ini dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan Kesepakatan Sister Cities antara Jakarta dan Casablanca, serta Sister Province antara Provinsi Jawa Barat dan Souss Massa,” kata Qastalani.

 

Dubes Benabdellah menyampaikan bahwa kemitraan antara Jawa Barat dan Souss Massa sejalan dengan tujuan Raja Maroko Muhammad VI untuk menghubungkan kedua kota tersebut untuk kemakmuran rakyat dan pembangunan berkelanjutan. (VOI)

09
May

VOI NEWS Pelindungan WNI merupakan fokus para Perwakilan Indonesia di luar negeri terutama saat pandemi COVID-19. Berbagai layanan dan bantuan diberikan oleh perwakilan antara lain bantuan bahan makanan maupun memfasilitasi pemulangan ke tanah air. KBRI Pretoria telah memfasilitasi pemulangan 27 WNI menggunakan maskapai South African Airways dari Bandara Internasional OR Tambo Johannesburg menuju Denpasar dan Jakarta (06/05/2020).

Para WNI tersebut terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK), pelajar dan pelancong yang tidak dapat kembali ke Indonesia akibat ditutupnya akses pergerakan keluar masuk manusia dari dan ke wilayah Afrika Selatan menyusul diberlakukannya kebijakan national lockdown yang oleh Pemerintah Afrika Selatan sejak tanggal 26 Maret 2020 lalu.

“Pemulangan ini adalah upaya nyata pelindungan yang diberikan oleh negara terhadap WNI di luar negeri. Keberhasilan proses repatriasi ini merupakan cerminan hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dengan Afrika Selatan serta hasil koordinasi yang kuat antara Perwakilan RI di Pretoria dan Cape Town serta Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan," ujar Duta Besar indonesia untuk Afrika Selatan merangkap Botswana, Lesotho dan Eswatini, Salman Al Farisi.

Sejumlah 14 WNI akan turun di Denpasar pada Kamis (07/05/2020) dan sisanya akan tiba di Jakarta pada Jumat (08/05/2020).  Pesawat South African Airways tersebut akan kembali ke Afrika Selatan dengan membawa warga negara Afrika Selatan dari Denpasar dan Jakarta.

Saat ini Pemerintah Afrika Selatan telah melonggarkan kebijakan lockdown guna memulihkan perekonomian nasional. Beberapa kegiatan yang sebelumnya dilarang, kini secara bertahap diperbolehkan. Namun demikian pemerintah setempat belum membuka jalur penerbangan internasional di wilayah Afrika Selatan, sehingga dibutuhkan intervensi pemerintah dalam proses repatriasi WNI kali ini.

Terdapat lebih kurang 500 WNI di Afrika Selatan, Botswana, Lesotho dan Eswatini yang berstatus sebagai pelajar/mahasiswa, ibu rumah tangga dan professional. Hingga saat ini belum terdapat WNI yang terkonfirmasi COVID-19 di keempat negara tersebut.

(Sumber:Kemlu)

09
May

VOI NEWS Umat Muslim Indonesia di seluruh dunia termasuk di Selandia Baru menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1441 H ini dalam suasana lockdown atau tinggal di rumah. Pandemi COVID-19 menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan masyarakat untuk tinggal di rumah, tidak berkumpul atau bergerombol secara fisik untuk dapat memutus mata rantai penyebaran virus yang sudah muncul sejak akhir tahun 2019.

Kebijakan-kebijakan tersebut membuat umat Islam mengisi kegiatan di bulan Ramadhan menggunakan sarana digital untuk melakukan tadarus atau mendengarkan kultum Ramadhan secara bersama melibatkan banyak jamaah untuk membangun silaturahmi antar umat muslim di saat pandemi ini.

Komunitas Muslim Indonesia di Wellington (UMI) dengan dukungan KBRI Wellington telah melakukan kegiatan Kultum Ramadhan sejak hari pertama bulan puasa 1441 H dengan menghadirkan pembicara atau ustadz terkemuka dari tanah air maupun negara lain seperti seperti Ustadz Musa Jundana Ihsan, Ustadz Iqbal Afnaf PhD, Aa Gym, Sheikh Ali Jaber dan lain-lain. Kultum Ramadhan ini dilaksanakan setiap hari menjelang berbuka puasa dan kultum perdana disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Harapan besar bagi umat Islam saat ini khususnya jamaah UMI Wellington adalah menanti dimungkinkannya pelaksanaan sholat Idhul Fitri berjamaah, merayakan lebaran secara bersama-sama sebagaimana tahun sebelumnya.

Penambahan kasus baru COVID-19 di Selandia Baru yang dalam dua hari terakhir nol dan pada angka satu digit menaruh optimisme akan segera kembalinya kehidupan bermasyarakat, perkantoran, perusahaan dan tempat ibadah kembali dibuka sehingga umat muslim dapat kembali melakukan ibadah bersama

(Sumber: Kemlu)

29
March

VOI NEWS Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu pukul 22.43 WIB.

Berdasarkan laporan BMKG, dikutip ANTARA di Jakarta, Sabtu, gempa berpusat di darat dengan titik gempa berada 46 kilometer arah tenggara Sigi. Sementara kedalaman gempa sekitar 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Lokasi koordinat gempa berada di 1,72 Lintang Selatan dan 120,14 Bujur Timur,” tulis BMKG.

Selain Sigi, dampak gempa juga terasa di Palu, daerah Sausu, (Sulawesi Tengah), Poso (Sulawesi Tengah), dan Pasangkayu (Sulawesi Barat) dengan kekuatan III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan ada truk yang berlalu.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa ini. (Ant)