17
March

(Voinews.id)Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan konflik antara Ukraina dan Rusia memicu adanya perlombaan antarnegara untuk lebih cepat pulih dari dampak pandemi COVID-19 maupun tekanan geopolitik.

"Geopolitik serta perang di Ukraina menciptakan perlombaan tambahan untuk pemulihan ekonomi," katanya dalam Side Event the 66th Session of the Comission on the Status of Women (CSW66) di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani menjelaskan sejauh ini untuk tekanan dari pandemi COVID-19 yang memasuki tahun ketiga sudah berangsur lebih ringan mengingat tingkat kasusnya mulai menurun.

Pandemi yang menjadi tantangan utama bagi berbagai negara ini sudah melewati puncaknya seiring upaya vaksinasi COVID-19 yang terus diakselerasi.


Vaksinasi COVID-19 dinilai akan mampu memberikan lebih banyak ketahanan kepada penduduk terutama saat mereka beraktivitas sehingga ekonomi pun mulai pulih.

Pencapaian target minimal 70 persen dari vaksinasi juga diupayakan berbagai negara karena akan memberikan keamanan dan keselamatan yang lebih bagi penduduk untuk aktif dalam kegiatan ekonomi maupun sosial.

"Ini tantangan tapi mudah-mudahan dengan kasus yang sekarang mulai surut ini akan memberikan peluang yang jauh lebih baik bagi semua pihak untuk dapat memulihkan aktivitas terutama perempuan," tutur Sri Mulyani.

Di sisi lain, berbagai negara kini menghadapi risiko tambahan terhadap ekonomi global seperti kenaikan harga komoditas baik energi, bahan tambang, mineral maupun harga pangan terutama akibat geopolitik dan perang antara Ukraina dan Rusia.

Ia menjelaskan tingginya tekanan inflasi terutama yang datang dari komoditas seperti harga energi, harga listrik hingga harga pangan ini akan menjadi ancaman bagi pemulihan terutama pada daya beli rumah tangga.

Hal tersebut yang juga melatarbelakangi International Monetary Fund (IMF) untuk merevisi ke bawah terhadap prospek ekonomi 2022 yakni dari 5,9 persen menjadi hanya 4,4 persen.

17
March


(voinews.id)Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto, mengeluarkan maklumat untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di pasar dalam wilayah provinsi setempat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Supriadi, di Palembang, Rabu, mengatakan, maklumat itu dikeluarkan sesuai dengan arahan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Prabowo, yang menginstruksikan untuk ketersediaan minyak goreng di masing-masing wilayah Polda dan harganya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per kilogram.

Dengan maklumat itu diharapkan produsen dan distributor minyak goreng menjamin pasokan ke pasar salah satu barang kebutuhan pokok masyarakat itu sesuai dengan permintaan dan tidak melakukan kecurangan atau tindakan yang dapat mengakibatkan kelangkaan.

"Tersedianya minyak goreng di pasar dalam jumlah sesuai permintaan masyarakat dapat mengatasi masalah kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat itu dan lonjakan harga di luar ketentuan HET," ujarnya.

Supriadi menjelaskan, bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang melakukan penimbunan minyak goreng dapat dilakukan tindakan sesuai dengan Undang Undang dimana para pelaku dapat terancam pidana paling lama lima tahun atau denda Rp50 miliar.

Maklumat yang dikeluarkan kepala Polda Sumatera Selatan itu harus dipahami dan dipatuhi oleh semua pihak sebagaimana mestinya demi terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan meliputi 17 kabupaten/kota.

Bagi masyarakat yang mengetahui ada pihak-pihak yang menimbun minyak goreng dapat melaporkan perbuatan melawan hukum itu melalui saluran telepon (hotline) pengaduan kelangkaan minyak goreng Polda Sumsel di nomor 0711-3036110 atau 0711-3036000.

"Partisipasi masyarakat dalam mencegah penyimpangan distribusi minyak goreng dari tingkat pabrik hingga ke pasar tradisional dan modern sangat besar, untuk itu masyarakat tidak perlu ragu melapor kepada aparat kepolisian terdekat atau melalui saluran langsung,"

11
March

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengunjungi kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa untuk memantau dan mengevaluasi pasokan pangan menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2022.

"Hari ini saya melakukan peninjauan di Kementerian Pertanian, dan saya memperoleh berbagai kejelasan, utamanya tentang ketersediaan bahan pokok khususnya dalam menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya," kata Wapres dalam keterangan pers di Jakarta.

Berdasarkan informasi dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wapres, pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran memaparkan kondisi riil ketahanan pangan dan pasokan komoditas pertanian kepada Wapres.


Secara real time, Menteri Pertanian menunjukkan data pangan, serta infrastruktur pertanian melalui "Agriculture War Room" (AWR).

Wapres menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Menteri Pertanian, stok bahan pangan seluruhnya dalam posisi aman sampai dengan Hari Raya Idul Fitri.

"Saya berharap pentingnya mengendalikan harga supaya tidak terlalu naik tinggi. Biasanya bulan Ramadhan ada kenaikan, sepanjang dalam batas wajar. Oleh karena itu harus disiapkan langkah antisipasi jangan sampai ada kenaikan lebih," jelasnya.

Pada kesempatan itu Wapres secara khusus juga menyapa para petani, penyuluh hingga jajaran pejabat dan pegawai pemerintah daerah yang bergabung dalam pertemuan ini secara virtual dari lokasi masing-masing.

Wapres menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menguatkan ketahanan pangan Indonesia.

Wapres meyakini, dengan kerja sama yang baik, berbagai upaya yang dilakukan untuk penguatan sektor pangan akan dapat diimplementasikan dengan baik pula, khususnya ketersediaan pangan menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Mengakhiri kunjungannya, Wapres juga memberikan apresiasi atas upaya Kementerian Pertanian yang telah mampu meningkatkan dan menjaga produktivitas beberapa komoditas pangan, seperti beras hingga tidak ada lagi impor beras medium selama dua tahun terakhir.

Begitu pula dengan kontribusi sektor pertanian yang sangat positif menopang ekonomi nasional selama masa pandemi.

Wapres berpesan agar upaya tersebut terus ditingkatkan pada komoditas pangan lainnya, agar kepastian stok dan harga pangan mencapai titik keseimbangan yang nyaman bagi petani maupun konsumen.antara

11
March

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pangan tersedia menjelang bulan suci Ramadan dengan kondisi yang aman, tidak langka, dan harga yang tidak melambung tinggi.

"Melihat masalah pangan itu ada dua sisi. Yang pertama ketersediaan. Yang paling penting, masalah ketersediaan bisa kita jalani dengan betul dan tentu dilakukan pengukuran-pengukuran dari ketersediaan yang ada," kata Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kementerian Pertanian, tambahnya, telah melakukan validasi dan aktualisasi untuk memastikan ketersediaan pangan sepanjang bulan puasa nanti. Bahan pangan utama seperti daging dan kedelai akan menjadi perhatian bagi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional.

"Yang kedua, melihat pangan dari segi stabilisasi harga. Dan tentu saja kalau dia menjadi harga yang terkait dengan importasi, dia sangat terkait atau terkontraksi dengan harga-harga global atau harga internasional harian,” kata Mentan.

Syahrul mengatakan kenaikan harga tahu dan tempe yang terjadi akhir-akhir ini berhubungan erat dengan masalah naiknya bahan baku impor. Amerika dan Brazil sebagai salah satu produsen kedelai yang menjadi langganan Indonesia, belum lama ini mengalami masalah dan kegagalan panen sehingga harga bahan baku melambung.antara

Page 2 of 3057