Wednesday, 09 May 2018 11:20

Vladimir Putin Menjabat Keempat Kalinya Sebagai Presiden Rusia.

Written by 
Rate this item
(0 votes)


Vladimir Putin, secara resmi kembali menjadi Presiden Rusia setelah memenangkan Pemilihan Umum 18 Maret lalu. Putin mengucapkan sumpahnya Senin, 7 Mei 2018 dalam acara yang dihadiri sedikitnya 5000 undangan di Kremlin.    

Memasuki masa jabatan yang ke empat, Vladirmir Putin menegaskan komitmennya  untuk menjawab hasil survey di negara itu yang menunjukkan masih lebarnya ketimpangan antara kaya dan miskin. Para penentangnya yang sempat menggelar demonstrasi menentang kemenangan Putin selama menjadi Presiden, Vladimir Putin memerintah Rusia seperti halnya pata Tsar atau raja raja di jamannya. Sebaliknya, Para pendukung dan pemilihnya, selain memuji keberhasilan Putin memimpin Rusia, juga memeyakini bahwa Vladimir yang kini berusia 65 tahun, akan mampu meningkatkan peran Rusia di kancah internasional.

Kemenangannya dalam Pemilihan Umum baru baru ini telah menjadikan Vladimir Putin memegang jabatan Presiden Rusia untuk ke empat kalinya. Kendati mengalami jeda satu kali jabatan, Vladimir Putin telah menjadi Presiden  Sebelum memangku jabatan Presiden untuk period eke empat ini, Putin sudah berada di tampuk kekuasaan Rusia selama 18 tahun terakhir. Putin menjabat sebagai Presiden Rusia pertama kalinya pada tahun 2000 dan terpilih untuk kedua kalinya pada tahun 2004. Pada tahun 2008, Vladimir Putin mengundurkan diri dari jabatan Presiden dan menjadi Perdana Menteri. Presiden Rusia ketika itu dijabat oleh Dmitry Medvedev.

Karena undang-undang melarang seorang presiden menjabat lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut maka pada tahun 2008 Putin mundur dan ia kemudian menjadi perdana menteri di bawah Presiden Dmitry Medvedev. Hal itu dilakukannya karena Undang Undang Rusia hanya menginjinkan seseorang menjadi Presiden untuk jabatan selama dua kali berturut turut. Setelah menjabat sebagai Perdana Menteri, Putin mencalonkan diri lagi menjadi Presiden, dan terpilih dalam Pemilu tahun 2012 dan menjabat hingga tahun 2018, hingga ia terpilih kembali dengan memperoleh suara 76 persen pada Pemilu tahun ini.  

 

Atas keberhasilnnya menduduki jabatan untuk ke empat kalinya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dikabarkan telah memberinya ucapan selamat. Kendati memenangi 76 persen suara dalam Pemilu, sebagian rakyat menunjukkan penentangan dengan melakukan demonstrasi setidaknya di 19 kota. Polisi telah menangkap sedikitnya 1000 pengunjuk rasa menjelang pelantikan Vladimir Putin. Apakah harapan dan potimisme sebagian besar warga negara Rusia akan terwujud, atau kekhawatiran rakyat yang menentangnya yang menjadi kenyataan, waktu yang akan menunjukkan.

 

Read 30 times Last modified on Wednesday, 09 May 2018 11:24