Wednesday, 03 October 2018 06:26

Brexit : Antara Idealitas dan Realitas.

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Setelah lebih dari satu tahun referendum yang menyebabkan Inggris keluar dari Uni Eropa, atau Brexit, kedua pihak masih terus melakukan negosiasi. Pembicaraan yang dilakukan diharapkan memuluskan jalan agar Brexit tidak menjadikan hubungan hubungan ekonomi antara Inggris dengan negara negara anggota Uni Eropa, berantakan. Michel Barnier yang ditunjuk sebagai Kepala Negosiator Brexit Uni Eropa, terakhir bertemu dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Spanyol, Maroto Reyes. Sebagaimana ditulis akun twitternya, Michel Barnier menyiratkan pandangannya bahwa Brexit tidak boleh merusak tata ekonomi negara negara Uni Eropa. Ia mengatakan bahwa Uni Eropa terus berusaha agar keluarnya Inggris secara resmi akan tetap menjamin kerjasama ekonomi yang baik.

Pada faktanya, referendum tidak serta merta membuat Inggris keluar dari Uni Eropa. Diperlukan waktu cukup lama untuk mempersiapkan diri di ke dua belah pihak.  Secara politik, beberapa negara Uni Eropa berkehendak agar Brexit tidak membuat politik dalam negeri terguncang. Pendekatan -pendekatan dalam negosisasi juga dipertimbangkan agar Perdana Menteri Inggeris Theresa May, tidak masuk lebih dalam pada konflik politik internal.  Sebagaimana diketahui telah terjadi perbedaan antara Theresa May dengan dua pendukung Brexit yang menyebabkan krisis pemerintahan.David Davis dan Boris Johnson, dua pendukung utama Brexit dalam pemerintahan Theresa May telah  mengundurkan diri sebagai aksi protes,  

Ketika negosiasi berlangsung dengan Uni Eropa, Perdana Menteri Theresa May harus dapat meyakinkan bahwa pemerintahannya dalam kondisi stabil dan aman. Upaya politik Theresa May dilakukan seiring berlangsungnya Kongres Partai Konservatif yang berlangsung sejak 3 hari lalu. Theresa sedang menghadapi ujian cukup berat baik di dalam negeri maupun keluar. Tenggang waktu hingga penandatanganan kesepakatan antara Inggris dengan Uni Eropa bulan November, sungguh akan sangat menentukan apakah keputusan referendum Brexit akan berjalan mulus, atau menimbulkan persoalan baru, baik bagi Inggeris maupun negara negara Uni Eropa.   Disinilah idealitas berkelindan dengan realitas.

Read 22 times Last modified on Thursday, 04 October 2018 06:32