Daniel

Daniel

12
March


Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima  sedang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia selama  3 hari, mulai 10 hingga 13 Maret guna meningkatkan kemitraan dalam berbagai aspek.  Apakah dengan kunjungan kali ini dapat membangun kemitraan lebih baik antara Indonesia dan Belanda?

Dalam pertemuan di hari pertama di istana Bogor, Selasa (10/3), kesepakatan bisnis sebesar 1 miliar dolar Amerika antara Indonesia dan Belanda berlangsung. Usai pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi kunjungan Raja dan Ratu Belanda yang membawa 110 pengusaha untuk berbisinis dengan para pelaku usaha di Indonesia. Kerja sama yang dilakukan mencakup produksi kelapa sawit berkelanjutan, isu perdamaian dan keamanan perempuan, dan pengelolaan pengendalian penyakit menular. Untuk  kawasan Eropa, menurut Presiden Joko Widodo, Belanda merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Belanda yang dulunya menjajah Indonesia selama tiga setengah abad kini mitra investasi terbesar pertama dan mitra pariwisata terbesar keempat.

Sementara itu, Raja Belanda Willem Alexander menyampaikan permohonan maaf kepada bangsa Indonesia terkait kekerasan yang telah dijalankannya setelah Proklamasi. Selain itu, dia mengatakan, Pemerintah kerajaan Belanda telah mengakui Kedaulatan Indonesia 1949 dan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus diakui secara politik dan moral sejak tahun 2005. Pengakuan itu ditandai dengan kunjungan pertama Pemerintah Belanda yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Belanda saat itu, Bernard Bot. Kunjungan Raja Willem Alexander di 2020 menjadi sebuah harapan dan tanda bahwa negara yang pernah menjajah Indonesia dapat tumbuh bersamam guna membentuk hubungan baru berdasarkan rasa saling menghormati, percaya, dan bersahabat.

Kita perlu apresiasi kunjungan Raja dan Ratu kerajaan Belanda ke Indonesia dimana wabah penyakit virus Corona -Covid-19 sedang mewabah. Dibutuhkan keinginan kuat untuk dapat datang ke area rawan virus. Jadi, permohonan maaf disertai keinginan untuk membangun kembali kepercayaan ditengah-tengah suatu ancaman global merupakan suatu prestasi luar biasa. Walau terjadi penolakan dan protes oleh para keluarga korban keganasan pasukan Belanda di era perang kemerdekaan, namun esensi permohonan maaf  dan membangun kemitraan bisnis menjadi obat luka bangsa Indonesia yang kini sedang dirundung virus dan ancaman ketidakstabilan ekonomi  akibat perlambatan ekonomi. Selain itu, Pemerintah Belanda terus melakukan koordinasi terkait tuntutan  kompensasi  keluarga korban dan berjanji untuk menyelesaikan secara adil dan bijaksana.

09
March


Usaha rintisan atau start up yang dimotori oleh generasi milenial mulai mengincar potensi bisnis dari pengembangan pembangkit listrik dari energi surya. Respon pasar yang positif terlihat dari mulai bermunculannya berbagai usaha rintisan atau startup yang bergerak di sektor tersebut, dari skala rumahan hingga pabrikan. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Minggu mengatakan, melimpahnya potensi Energi Baru Terbarukan - EBT menjadi salah satu faktor pemicu bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan startup energi. Dikatakannya, Utilisasi EBT baru sebesar 2,1 persen dari potensi EBT sekitar 400 Giga Watt (GW). Menurut Agung, dengan potensi 207 GW, perkembangan permintaan energi surya meningkat pesat, baik di kota-kota besar untuk kebutuhan atap surya, hingga ke daerah frontier untuk Solar Home System (SHS). Antara


09
March

 

Pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) guna membicarakan realisasi komitmen investasi UEA di Aceh dalam bidang pariwisata, properti dan pembangunan infrastruktur serta energi. Nova Iriansyah dalam siaran pers diterima Antara di Banda Aceh, Minggu, menyebutkan, pertemuan ini menjadi satu langkah penting untuk mewujudkan realisasi investasi seperti yang telah dibicarakan antara Emir UAE dan Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan dalam kunjungan kerja ke Abu Dhabi tersebut dirinya melakukan pertemuan kehormatan bersama Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei untuk membahas perkembangan lanjutan komitmen investasi UEA ke Aceh. Dikatakannya, targetnya mereka akan investasi dalam pengembangan proyek yang sudah ada dan dilaksanakan BUMN seperti pengembangan produksi dan refineri gas dan pengembangan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda serta pengembangan pelabuhan Sabang. Antara

09
March

 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah - UKM  Teten Masduki mengatakan saat ini ada 3,6 juta warung tradisional di Indonesia yang perlu diberdayakan agar tetap bertahan karena menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di tengah desakan pedagang ritel. Hal itu disampaikan Menteri Teten seusai acara peluncuran Program Virtual Terbaru Mitra Bukalapak di Bandung, Jawa Barat, Minggu. Teten mengatakan, dengan adanya binaan dari platform digital atau e-commerce seperti Bukalapak, para pelaku warung tradisional bisa meningkatkan jumlah dan jenis produk yang dijualnya. Selain itu, jangkauan pemasarannya pun bisa semakin luas.

Dikatakannya, dengan adanya digitalisasi, pasarnya semakin berkembang tidak hanya sekitar kampung, juga barang dagangannya bisa mendapat pasokan dari gudang pusat distribusinya Bukalapak langsung, harganya kompetitif. Menurut Teten warung sangat berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan warung melalui peningkatan kapasitas bisnis dan daya saing individu ia anggap penting untuk untuk mewujudkan hal tersebut. Antara