24
March

(voinews.id)

Vaksinasi COVID-19 dengan sasaran anak usia 6-11 tahun di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah untuk dosis pertama sudah mencapai 82,57 persen.

"Vaksinasi anak capaian sebanyak 224.497 anak di Kalteng yang sudah menerima vaksin dosis pertama," kata Perwakilan Tim Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Kalteng Agus Siswadi di Palangka Raya, Kamis.

Sementara itu vaksinasi dosis kedua untuk anak sudah mencapai 51,72 persen atau sebanyak 140.614 orang.

Adapun sasaran vaksinasi anak sebanyak 271.873 orang.

Dakuinya, jika dibagi jumlah sasaran vaksinasi anak per kabupaten, maka terbanyak rinciannya yakni  Kotawaringin Timur sebanyak 44.295 orang, Kapuas sebanyak 40.084 orang, Palangka Raya sebanyak 29.300 orang serta kabupaten lainnya.

Untuk realisasi capaian per kabupaten dan kota pada dosis pertama, menurut Agus, rata-rata sudah berada di atas 70 persen bahkan untuk Kotawaringin Barat sudah 106,47 persen atau 29.083 orang.

Agus menyebut, hanya Katingan yang realisasinya masih 67,36 persen atau 12.382 orang.

"Pemprov melalui satgas terus memacu percepatan dan peningkatan capaian target vaksinasi di Kalteng, termasuk untuk anak usia 6-11 tahun," katanya.

Capaian vaksinasi yang baik untuk anak, diharapkan semakin memberi manfaat khususnya dalam peningkatan perlindungan mereka pada kegiatan pembelajaran, sehingga aman dari ancaman COVID-19.

Agus menyampaikan untuk capaian vaksinasi secara keseluruhan meliputi semua sasaran, baik anak, lansia dan lainnya di Kalteng, pada dosis pertama sudah mencapai 95,62 persen atau 1.946.940 orang.

Kemudian dosis kedua sudah mencapai 75,88 persen atau 1.544.984 orang, serta dosis ketiga atau booster mencapai 8,36 persen atau 170.203 orang.

Selama ini satgas bersama berbagai instansi terus berkolaborasi dalam upaya percepatan vaksinasi, mulai dari menyediakan gerai vaksin pada agenda-agenda strategis misalnya car free day hingga keliling daerah dengan menyasar hingga wilayah pedesaan.

Terbaru, dalam sejumlah kegiatan vaksinasi, Pemprov Kalteng memberikan bingkisan berupa minyak goreng kepada masyarakat yang mengikuti vaksinasi.antara

23
March

 

(voinews.id) Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi karena didukung oleh kinerja makroekonomi yang kuat serta respon kebijakan yang tegas dan menyeluruh. Berdasarkan keterangan resmi Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, hasil asesmen IMF tersebut disampaikan dalam laporan Article IV (empat) Consultation tahun 2021 yang dirilis pada 23 Maret 2022. Menurut IMF, respon pemerintah yang mampu menjaga stabilitas ekonomi meliputi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN serta kebijakan moneter yang akomodatif dan upaya di sektor keuangan untuk mendorong kredit.

Dewan Direktur IMF mengapresiasi berbagai kebijakan yang ditempuh Indonesia termasuk terkait komitmen pemerintah dalam mengembalikan batas atas defisit fiskal sebesar 3 persen pada 2023 secara gradual. Kemudian juga mengenai upaya pemerintah Indonesia atas kebijakan moneter untuk berada ahead of the curve dengan tetap memerhatikan tingkat inflasi.Upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong pendalaman dan inklusi pasar keuangan khususnya melalui digitalisasi serta langkah memitigasi perubahan iklim turut diapresiasi IMF. antara

23
March

 

(voinews.id) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan para investor di Singapura untuk melihat prospek investasi di Indonesia yang cerah menyusul transformasi ekonomi yang sedang dijalankan di Indonesia. Dalam dialog dengan para investor di Singapura, Selasa (22/3) Luhut menyampaikan prospek tersebut dimulai dari kondisi makro ekonomi hingga program hilirisasi yang memberikan nilai tambah.

Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa mengtakan, Makro ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik sekarang ini. Inflasi maupun nilai tukar terkendali karena untuk pertama kalinya neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami surplus. Menurut Luhut, kondisi itu bukan semata-mata disebabkan oleh karena naiknya harga komoditas, melainkan program hilirisasi yang dilakukan pemerintah memberikan nilai tambah yang sangat tinggi. Luhut pun optimis dengan hilirisasi yang dilakukan terhadap mineral yang lain, angka ekspor Indonesia akan semakin meningkat. antara

23
March

 

(voinews.id) Presiden Joko Widodo mengatakan, tahapan hilirisasi sumber daya alam (SDA) akan semakin meningkat dari waktu ke waktu, sehingga menciptakan banyak lapangan kerja dan memperkuat fondasi perekonomian domestik. Hal tersebut dikatakan Presiden Joko Widodo dalam sambutan secara virtual pada CNBC Indonesia Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa. Menurut Presiden, Indonesia dalam beberapa waktu terakhir telah melakukan hilirisasi secara besar-besaran.

Upaya untuk menciptakan nilai tambah perekonomian ini menjadi salah satu fondasi perekonomian yang semakin kuat dari tahun ke tahun. Presiden menyebutkan terdapat empat fondasi perekonomian yang semakin baik di 2022. Selain berlanjutnya hilirisasi, fondasi perekonomian lainnya adalah keberhasilan Indonesia menangani pandemi COVID-19 sehingga membuka peluang untuk melancarkan kegiatan ekonomi. Menurut Presiden, Indonesia terus menggerakkan roda-roda perekonomian meskipun pandemi COVID-19 menghadang selama 2020-2021. Fondasi lain adalah dimulainya reformasi struktural perekonomian. Antara