Tuesday, 06 August 2019 00:00

Kampung Laut Enggros

Written by 
Rate this item
(1 Vote)
Kampung Laut Enggros Foto : .suaramerdeka.com

 

Festival Teluk Humboldt 2019 di Papua tengah digelar dari 5 hingga 7 Agustus 2019. Acara ini diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-74 RI. Wakil Walikota Jayapura Rustam Saru mengatakan, ada 13 konten budaya Bumi Cendrawasih yang akan disajikan pada festival itu. Mengusung tema ‘Loving My Identity’, festival ini menampilkan beragam kekayaan budaya masyarakat Papua. Salah satunya keindahan Kampung Laut Enggros. Kampung Laut Enggros berada di Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Jayapura, Papua. Lokasi kampung Laut Enggros berada di antara Tanjung Pie dan Saweri, serta dipisahkan dari daratan Papua oleh Selat Tobati. Kampung ini merupakan permukiman warga yang mengapung di atas laut. Ada sekitar 160 kepala keluarga yang mendiaminya.

 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani mengungkapkan, Kampung Laut Enggros adalah destinasi yang unik. Masyarakat Papua identik dengan budaya dan kehidupan di pegunungan. Namun, Kampung Laut Enggros menawarkan sisi lain luar biasa. Mereka sepenuhnya hidup di atas laut, sama seperti suku Bajo. Seluruh bangunan dan aktivitas masyarakatnya dilakukan di atas air. Karena berada di atas air, konektivitas rumah antar warga dihubungkan dengan jeramba, alias jembatan kayu. Panjang total jeramba mencapai 2.000 meter.Keindahan Kampung Laut Enggros semakin lengkap dengan hadirnya Jembatan Holtekam atau biasa disebut Jembatan Merah. Jembatan sepanjang 732 meter itu menjadi landmark baru Papua. Selain itu, Teluk Youtefa memiliki Gunung Mher yang eksotis. Di kawasan sama, terdapat pula Goa Mher yang dikeramatkan.


Kampung Laut Enggros memiliki 2 zona. Pertama untuk para lelaki di zona Panggung Adat. Di dalam bangunan ini, para lelaki belajar hukum adat dan pranata sosial. Sedangkan kaum perempuan diberi wilayah di sekitar hutan mangrove. Mereka bisa menjalankan berbagai aktivitas, seperti menangkap kepiting. Kampung Laut Enggros juga dilengkapi dengan villa terapung, gazebo, balai adat, dan berbagai spot budidaya ikan.

 

Berwisata ke Kampung Laut Enggros, anda akan merasakan banyak pengalaman wisata. Anda juga bisa belajar kearifan lokal masyarakat setempat. Kampung Laut Enggros memiliki filosofi T’sokatd, Tbosadd, dan Trasyud. Artinya, mari berkumpul lalu saling berbicara dan berikutnya direalisasikan dalam bekerja. Selain itu, Kampung Laut Enggros memiliki beragam tarian dengan filosofi tinggi. Ada Tari Shia yang hanya diperuntukan untuk menyambut tamu-tamu penting. Ada Tarian Obipapa yang menjadi gambaran persaudaraan dan hangatnya masyarakat di sana. Ada pula Tari Omande yang menggambarkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Anda pun bisa belajar ketiga tarian tersebut ketika berwisata kesana.

Read 1673 times Last modified on Tuesday, 06 August 2019 11:45