Wednesday, 12 February 2020 00:00

2.020 Pecinta Kebaya Internasional Akan Berkumpul di Yogyakarta

Written by 
Rate this item
(0 votes)

VOI WARNA WARNI Kebaya merupakan pakaian nasional perempuan yang sangat populer di Indonesia. Kebaya memiliki jenis dan motif beragam yang mengikuti perkembangan jaman. Oleh sebab itu kebaya menjadi kebanggaan perempuan Indonesia.  Sebanyak 2.020 wanita dari berbagai negara akan berkumpul di Yogyakarta. Mereka berencana memecahkan rekor dunia dengan mengenakan kebaya terbanyak pada 20 Februari 2020. Perhelatan bertajuk 2.020 Wanita Berkebaya itu digelar oleh kolaborasi Masyarakat Adat Nusantara (Matra), Srikandi Masyarakat Adat Nusantara (Srita) dan organisasi pengusaha salon Indonesia Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tiara Kusuma Yogyakarta. Ketua Panitia 2020 Wanita Berkebaya Raden Ayu Diah Purnamasari Zuhair menjelaskan,sejak kegiatan ini kami buka awal tahun ini responnya luar biasa. Tak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri.

Peserta mancanegara yang akan mengikuti perhelatan yang dipusatkan di Sleman City Hall Yogya itu, antara lain dari Jepang, Singapura, Malaysia dan Hongaria. Sejumlah perwakilan negara dunia juga akan bergabung seperti dari benua Afrika. Sementara peserta dalam negeri tercatat ada yang berasal dari Enggano, yang merupakan pulau terluar Indonesia di Samudra Hindia. Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Antusiasme peserta dinilai sebagai hal yang cukup menggembirakan. Karena menjadikan kebaya sebagai pakaian perempuan Indonesia yang mendunia. Tak lagi sekedar pakaian khas perempuan Jawa.

 

Mereka akan tampil memecahkan rekor dunia yakni 2.020 orang wanita berbusana kebaya dengan kain batik Nusantara, bersama-sama menyerukan perdamaian dunia. Selain memecahkan rekor, juga mengikuti berbagai lomba, para peserta yang berasal dari lintas suku, etnis, bangsa, budaya, adat, agama dan kepercayaan serta lintas bahasa itu juga akan menyerukan semangat perdamaian dunia.

 

 

 

 

Read 855 times Last modified on Wednesday, 12 February 2020 13:02