Thursday, 18 June 2020 02:26

Indonesia Kembali Aktifkan Forum Kerjasama Ekonomi

Written by 
Rate this item
(1 Vote)
FOTO : Kemlu FOTO : Kemlu

Berbagai upaya dilakukan pemerintah Indonesia agar kegiatan ekonomi terus menggeliat. Antara lain dengan menggiatkan kerjasama multilateral di bidang ekonomi. Beberapa kesempatan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi tetap ada,  walau dunia masih belum berakhir menghadapi wabah corona.

Baru-baru ini Indonesia diberitakan  kembali mengevaluasi keberadaan dan peranannya  dalam berbagai forum kerjasama ekonomi. Di antaranya keanggotaan Indonesia dan perannya bersama   negara anggota Archipelagic and Island State (AIS).

Sejauh ini Indonesia melihat pentingnya untuk memanfaatkan forum Negara Kepulauan dan Pulau itu, untuk memperkuat kerjasama dan menyinergikan instrumen ekonomi yang ada. Terutama terkait upaya-upaya untuk  menghadapi kemunduran ekonomi dunia  saat dunia masih berjuang mengatasi pandemi corona.

Pemerintah Indonesia ikut berperan aktif dalam Peluncuran Program dan Talk Show AIS, tentang “Membina Kolaborasi untuk Ekonomi Pulau Tangguh”. Forum ini dihadiri oleh  perwakilan dari seluruh jaringan negara kepulauan dan pulau di dunia,  pada 10 Juni 2020.

Indonesia  melihat masih adanya  ancaman luas dan jangka panjang yang ditimbulkan oleh penyebaran virus corona. Kondisi ini menuntut komunitas internasional untuk bersama-sama menangani pandemi dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya.

Seperti yang dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Purbaya Yudhi Sadewa dalam peluncuran program dan talkshow AIS, Rabu (10/06). Ia menyatakan pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan UNDP dan Sekretariat Forum AIS untuk mendukung kolaborasi antara negara kepulauan dan pulau di seluruh dunia.

Apa yang dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam forum AIS sejalan dengan himbauan Presiden Joko Widodo. Presiden  meminta bangsa Indonesia mencermati pertumbuhan ekonomi dunia saat ini yang terkoreksi amat tajam. Presiden pada Senin, 15 Juni mengingatkan pentingnya terus  berjuang agar tidak masuk ke jurang resesi ekonomi.

Menurut Presiden, semua negara terus berjuang untuk menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang dahysat.

Saat ini permintaan  dan  pasokan masih terganggu dengan  produksi yang juga masih bermasalah. Semua ini membuat pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi amat tajam Presiden mengatakan situasi tersebut dihadapi semua negara termasuk Indonesia.  

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan  ekonomi  Indonesia pada kuartal I/2020 tumbuh melambat sebesar 2,97 persen (year on year). Secara kuartalan atau dibandingkan dengan kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi  Indonesia tercatat minus 2,41 persen.

Meskipun demikian tidak semua data ekonomi menunjukan penurunan. Di lain pihak  Indonesia masih mencatatkan neraca perdagangan yang surplus.

Indonesia pada periode Januari sampai Mei mengalami surplus 4,31 miliar dolar Amerika. Sementara nilai ekspor mencapai 64,46 miliar dolar Amerika, nilai impornya sebesar 60,15 miliar dolar Amerika.  Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (15/6) melaporkan posisi surplus lima bulan pertama tahun ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Hal ini menunjukkan masih ada dasar untuk tetap optimistis untuk  ekonomi Indonesia kembali membaik, antara lain lewat perdagangan dan investasi yang masih menjanjikan. Diharapkan faktor ini akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali membaik. (VOI/TGH)  

Read 193 times Last modified on Thursday, 18 June 2020 09:19