Tuesday, 22 December 2020 00:00

“Goa Jatijajar”

Written by 
Rate this item
(0 votes)

VOI PESONA INDONESIA Kali ini, akan memperkenalkan kepada anda objek wisata “Goa Jatijajar”, salah satu destinasi unggulan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Goa ini terletak di kawasan pegunungan kapur yang membentang di sisi selatan Kecamatan Gombong, Kebumen, tepatnya berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Jarak goa dari Kota Kebumen sekitar 32 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam. Tiket masuknya sebesar Rp. 12.500,- per orang dengan tarif parkir Rp. 5000,- untuk mobil dan Rp. 2000,- untuk motor.

Gua Jatijajar ini memiliki panjang 250 meter, tinggi 12 meter, lebar 15 meter dan berada di ketinggian 50 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Menjelang masuk kawasan Gua, terdapat logo fosil dinasaurus. Ada pula patung raksasa dinosaurus yang mengeluarkan air menjelang sampai mulut goa. Masuk ke dalam goa, anda akan melihat pesona keindahan stalagmit dan stalagtit yang menggantung di dinding dan di lantai gua. Selain stalagtit dan stalagmit, terdapat pula banyak tiang kapur. Fenomena tiang kapur itu merupakan pertemuan stalagtit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun.

Ada pula beberapa sendang atau kolam di dalam Goa Jatijajar yang menjadi sumber aliran sungai. Terdapat empat sendang yaitu sendang Puser Bumi, Sendang jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Air di keempat sendang itu juga dipercaya memiliki khasiat masing-masing. Air Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor dipercaya dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sementara Sendang Mawar dipercaya dapat membuat seseorang awet muda jika mandi atau mencuci muka disana. Sedang Sendang Kantil, konon dipercaya jika seseorang mandi atau mencuci muka di sana, niat dan cita-citanya akan mudah tercapai.

Goa Jatijajar juga tidak lepas dari legenda Raden Kamandaka – Lutung Kasarung. Cerita ini memang khas Jawa Barat karena berasal dari Kerajaan Padjajaran. Karenanya, Gua ini juga dipercantik dengan 8 diorama dan 32 patung yang mengisahkan legenda Raden Kamandaka Putera Mahkota dari Kerajaan Pajajaran atau dikenal Lutung Kasarung dengan versi cerita rakyat Jawa Tengah. Patung-patung ini juga diberi lampu-lampu dan terlihat lebih estetik. Sepanjang jalan gua juga dilengkapi penerangan. Saat di dalam gua Anda perlu hati-hati karena cukup licin. Setelah menikmati gua, Anda bisa mengunjungi taman labirin untuk bersantai. Disana juga terdapat tempat main anak-anak. Fasilitas lain yang tersedia adalah toilet, mushola, tempat makan dan parkir.

Read 555 times Last modified on Monday, 28 December 2020 12:48