Wednesday, 06 January 2021 00:00

Kantong Plastik dari Kentang

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas kantong plastiberbahan dasar kentang yang mudah terurai di dalam tanah selama 28 hari. Inovasi ini dihasilkan untuk mengurangi sampah plastik yang berbahaya bagi lingkungan. Mahasasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS Hamdan Kafi Magfuri yang menggagas ide ini.

Bermodal riset melalui penelitian-penelitian terdahulu, Hamdan pun menggagas plastiberbahan dasar pati, yang banyak terkandung dalam umbi-umbian. Kentang dipilih karena ketersediaan  kentang di Indonesia sangat melimpah. Dan juga untuk mengangkat kembali pendapatan petani kentang yang terbilang rendah.

Cara pembuatan kantong plastik berbahan dasar kentang ini cukup mudah. Kentang yang tidak lolos sortir untuk dijual di pasar, digiling dan diperas sari patinya. Kemudian, sari pati ini diendapkan selama beberapa hari hingga menghasilkan endapan tepung. Endapan ini kemudian dicampur dengan platisizer dan kitosan. Campuran ini kemudian diendapkan, dicetak pada cetakan lembaran, serta dipanaskan pada suhu 120 derajat celcius selama 30-90 menit.

Plastisizer didapat dari glisoerol dan asamasetat, berfungsi untuk mendapatkan sifat plastik, yaitu untuk memadatkan adonan. Sedangkan kitosan didapat dari tepung kulit udang dan cangkang kepiting, berfungsi untuk menaikkan sifat mekanik plastik agar memiliki daya untuk menahan beban.

 

 

Kantong plastic berbahan dasar kentang ini, menurut Hamdan, memiliki karakteristik yang baik. Dari segi kekuatan tarik saja, plastic ini berkekuatan 28 MPa, di atas standar SNI yang sebesar 27 MPa. Sedangkan dari kemampuan tahan air, plastic ini memiliki kemampuan yang sama dengan plastik pada umumnya.

Plastik ini tidak mengeluarkan zat karbon seperti plastik pada umumnya, sehingga aman untuk makanan. Sampah dari plastiini dapat terurai dalam waktu 28 hari di dalam tanah. Selain itu, sampah dari plastiini juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pupuk kompos

Read 708 times