Tuesday, 18 June 2019 00:00

Festival Sriwijaya 2019

Written by 
Rate this item
(1 Vote)
Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru secara resmi membuka Festival Sriwijaya XXVIII Tahun 2019 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (16/6) malam. Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru secara resmi membuka Festival Sriwijaya XXVIII Tahun 2019 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (16/6) malam. kemenpar.go.id/Guntur Sakti Kepala Biro Komunikasi Publik

 

Dari tanggal 16 sampai 22 Juni mendatang, sebuah festival bertajuk Festival Sriwijaya 2019 kembali digelar. Bertemakan “Sriwijaya Bangkit Maju Bersama, Bersatu Dalam Keragaman Budaya”, festival ini menampilkan ragam budaya Sumatera Selatan. Festival ini merupakan salah satu  event yang masuk dalam 100 Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Republik Indonesi (Kemenpar RI). Selain itu, menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati, Festival Sriwijaya ini sangat bergengsi. Festival ini menjadi napak tilas kebesaran Kerajaan Sriwijaya di masa lalu. Sriwijaya menjadi besar karena bisa menyatukan beberapa daerah di Tanah Air. Festival ini akan memberikan gambaran jika Sriwijaya adalah kerajaan besar yang pernah merasakan masa keemasan.

 

Pada tahun 2019 ini, Festival Sriwijaya memasuki pelaksanaannya yang ke-28. Dalam event tersebut dipergelarkan kebudayaan dari 17 kabupaten/ kota di Sumatera Selatan, juga beberapa daerah Propinsi lain dan negara undangan. Festival ini berbentuk tarian, drama musikal, lagu daerah, juga didukung oleh beberapa kegiatan yang berhubungan dengan budaya serta kerajaan Sriwijaya, seperti seminar, pameran, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, festival ini bertujuan  untuk memperkenalkan kembali masyarakat nusantara dengan jati dirinya, dan sebagai upaya untuk mengenang dan mempelajari sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Kekayaan dan sejarah kerajaan Sriwijaya juga dapat disaksikan di Museum Sriwijaya, yang dibuka untuk umum tanpa dikenakan biaya. Di museum ini, masyarakat dan wisatawan akan menjumpai berbagai koleksi yang menjelaskan sejarah panjang kerajaan maritim terbesar di nusantara bernama Kerajaan Sriwijaya

 

selain seni dan budaya, Festival Sriwijaya 2019 juga akan memperkenalkan kuliner khas Sumatera Selatan. Ada beragam jenis kuliner khas Sumatera Selatan yang bisa dijumpai seperti Pempek yakni adonan daging ikan dan sagu yang dimodifikasi dengan tahu, udang, telur dan lainnya. Belum lagi tambahan saus khusus yang terbuat dari campuran gula merah, cabe, bawang putih, garam dan udang ebi. Ada pula Tekwan, bakso ikan khas Palembang ini bakal disajikan dengan mie putih, kuah bening. Rasanya dijamin khas karena terbuat dari sari kelapa udang serta daun bawang. Ada juga Laksan, yang  disajikan dalam kuah bersantan. Semua dapat dinikmati di Festival Sriwijaya ke-28 tahun 2019.

Read 925 times Last modified on Tuesday, 18 June 2019 16:02