Administrator

Administrator

06
November

VOI WARNA WARNI Pengembangan konsep wisata halal kini menjadi trend di berbagai Negara. Tidak hanya Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim, negara lain seperti Jepang pun kini mulai tertarik untuk mengembangkan konsep wisata halal. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka di Jepang untuk pengembangan wisata halal. Setelah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Prefektur Shizuoka menyatakan semakin mantap mengembangkan wisata halal di wilayahnya.

Gubernur Prefektur Shizuoka, Heita Kawakatsu mengatakan, pihaknya akan membangun fasilitas penunjang kebutuhan wisatawan muslim, seperti  ruang ibadah (musala) di Mount Fuji Shizuoka Airport.

Untuk itu pihaknya telah mensosialisasikan syarat-syarat makanan dan minuman halal kepada para pengusaha tempat makan atau restoran di Shizuoka. Mereka didorong untuk menyajikan berbagai makanan halal serta mempromosikannya. Shizuoka adalah sebuah kawasan penghasil teh, sayuran, dan buah-buahan, di Jepang. Selain menu vegetarian, Jepang yang kaya dengan aneka resep olahan ikan, dapat menjadi alternatif untuk makanan halal.

Lebih lanjut Heita mengatakan, peluang bisnis pariwisata halal di Shizuoka, semakin terbuka lebar. Berbagai kerja sama dengan Jawa Barat dinilai akan meluaskan hubungan Shizuoka dengan masyarakat kedua negara termasuk wisatawan muslim. Menurutnya, sektor pariwisata di lokasi Gunung Fuji ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Jumlah hotel di Shizuoka sendiri jumlahnya di atas 3.000, melebihi jumlah hotel di Ibukota Jepang Tokyo. Dikatakannya, wisata halal saat ini semakin banyak diminati dan dibutuhkan wisatawan muslim. Ia mengatakan bahwa gaya berlibur muslim ini juga menjadi dambaan wisatawan non muslim, karena termasuk konsep wisata yang ramah keluarga. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik rencana Pemerintah Prefektur Shizuoka untuk membangun mushala di Bandara Mount Fuji Shizuoka dan pengembangan pariwisata halal di Shizuoka. Ahmad Heryawan atau Aher berharap kerjasama ini dapat dikembangkan ke berbagai sektor lain, diantaranya penerbangan dari Bandara Kertajati Internasional ke Shizuoka. Sebelumnya, Jawa Barat dan Shizouka telah menandatangani Letter of Intent (LoI). Aher menuturkan penandatangan ini dilanjutkan dalam bentuk MoU untuk kerja sama di berbagai bidang, seperti pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, olahraga, pariwisata, dan bidang lainnya.sekian Warna Warni kali ini. Kita jumpa lagi besok dengan topik menarik lainnya.

06
November

VOI FOKUS Setelah mangkrak sekitar 21 tahun, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu disingkat Becakayu Seksi 1B dan 1C, yaitu dari Cipinang Melayu di wilayah Jakarta Timur hingga Jakasampurna di wilayah Bekasi Barat sepanjang kurang lebih 8 kilometer (km), Jumat (3/11) pagi, diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo. Prosesi peresmian ditandai dengan dibunyikannya sirine dan penandatanganan prasasti. Kemudian Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Wakil gubernur Jawa barat Deddy Mizwar berjalan kaki meninjau ruas Tol Becakayu. Dengan diresmikannya jalan tol tersebut, Presiden meyakini akan mengurai kemacetan yang telah bertahun-tahun ada. Nantinya, lanjut Presiden, pembangunan jalan tol ini akan diteruskan ke Tambun (Bekasi). Hal itu dikatakan Presiden Jokob widodo kepada wartawan usai peresmian Jalan Tol Becakayu Seksi 1B dan 1C di Jakarta Jumat (3/11) pagi. Presiden meminta agar pembangunan ruas jalan tol Becakayu yang belum dilakukan segera diteruskan. Soal pembebasan tanah, Presiden optimistis akan selesai.

Presiden meyakini kehadiran Tol Becakayu akan menambah kapasitas dan pilihan para pengguna jalan, serta membuat jarak tempuh perjalanan menjadi jauh lebih cepat. Presiden menjelaskan, apabila selama ini waktu tempuh dari Kota Bekasi menuju Jakarta sekitar 2 jam perjalanan, dengan dioperasikannya Tol Becakayu diperkirakan akan mempersingkat waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Sementara jarak tempuh dari Bekasi ke Kampung Melayu diperkirakan bisa dilalui dalam waktu 30 menit. Tol Becakayu juga akan meningkatkan memperlancar lalu lintas kendaraan logistik menuju Karawang, Cibitung, dan Bandung, karena kendaraan tidak perlu lagi melewati tengah kota. Tapi bisa langsung melalui Jalan Tol Wiyoto Wiyono dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR). Untuk sementara, pengguna jalan tol Becakayu tidak dipungut biaya alias gratis karena besaran tarif masih dalam pembahasan pihak terkait.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat-PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol itu diharapkan dapat memangkas kemacetan di jalan raya Kalimalang dan jalan tol Jakarta-Cikampek, terutama karena penumpukan volume kendaraan di gerbang tol Halim. Jalan tol Becakayu diyakini akan memperlancar lalu lintas kendaraan logistik menuju Karawang, Cibitung dan Bandung. Sebab, arus kendaran akan terpecah dan dapat mengurangi lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek.

04
November

VOI PESONA INDONESIA Beberapa waktu terakhir, rumah pohon menjadi salah satu fasilitas di tempat wisata yang sangat diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Oleh karena itu, berbagai tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia saling berlomba untuk membuat tempat wisata dengan menyediakan rumah pohon. Tak ketinggalan tempat wisata di Bogor ikut membuat tempat wisata serupa. Namanya adalah tempat Wisata Pabangbon.

Pabangbon menawarkan pemandangan alam yang mempesona. Jika cuaca sedang cerah, wisatawan dapat menikmati pemandangan Kota Bogor dari ketinggian. Sedangkan, jika sedang berkabut, wisatawan akan merasa seperti berada di negeri awan.

Selain ke rumah pohon, wisatawan juga dapat melakukan berbagai kegiatan di tempat Wisata Pabangbon ini. Seperti berswafoto, menikmati panorama alam yang indah, bersantai di bawah pepohonan rindang, bersantai di tempat yang sudah disediakan seperti gazebo dan hammock, dan juga bisa wisata edukasi karena tempat ini ditumbuhi pepohonan meranti yang dijadikan tempat penelitian. 

Wisata Pabangbon terletak di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jarak dari pusat Kota Bogor ke tempat wisata ini sekitar 32 km dengan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dari Kota Bogor, ambil rute ke jalan raya Leuwiliang. Setelah sampai di Kecamatan Leuwiliang, perjalanan berlanjut hingga pertigaan Kracak. Kemudian, ambil arah kiri menuju Desa Pabangbon. Dari sini, sudah dekat menuju ke tempat Wisata Prabangbon. Namun karena minim petunjuk arah ke tempat wisata, wisatawan harus bertanya pada warga sekitar untuk menunjukkan arah yang tepat.

Wisata Pabangbon sudah menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain toilet, warung makan, dan area parkir.

Dengan berbagai fasilitas dan keindahan panorama alam yang ditawarkan, tempat wisata ini terbilang tempat wisata yang cukup murah. Wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 6.000 per orang. Namun, jika ingin berswafoto di fasilitas rumah pohon, wisatawan harus membayar biaya sebesar Rp 5.000 per orang.Dengan biaya yang relatif murah dan memiliki berbagai macam fasilitas serta panorama yang indah, tempat Wisata Prabangbon tentu sayang untuk dilewatkan. Apabila anda berkunjung ke Kota Bogor, jangan lupa untuk mengunjungi tempat Wisata Pabangbon ini.demikian edisi Pesona Indonesia kali ini dengan topik Wisata Pabangbon. Besok, kita akan berjumpa kembali pada edisi pesona Indonesia berikutnya dengan topik-topik menarik lainnya. 

04
November

FOKUS

Published in Indonesia Ku

VOI FOKUS Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, Nasrun Umar, di Palembang, Sabtu (28/10) mengatakan, Taman Nasional Sembilang di Kabupaten Banyuasin dan Taman Margasatwa Dangku di Dangku, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, akan dijadikan cagar biosfer guna mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Menurut Nasrun Umar, pihaknya akan bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk mewujudkan program tersebut. 

Ia menjelaskan, program tersebut menjadi percontohan kemitraan pengelolaan Sembilang-Dangku dengan dukungan dari The Zoological Society of London, the UK Climate Change Unit, the Norwegian International Climate and Forest Initiative, Inisiatif Dagang Hijau, Yayasan Belantara, dan lainnya. Program tersebut juga menjadi model nasional dan internasional karena metodologinya sudah diakui.

Program cagar biosfer mengevaluasi nilai bentang alam sebagai dasar investasi dalam perlindungan hutan dengan mengaitkan nilai dari sumber daya alam dengan evaluasi potensi dan risiko. Menurut Nasrun, Sumatra Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang dipilih untuk menerapkan model tersebut. Program tersebut dapat menjadi suatu kerangka kerja yang menggambarkan peran ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan dari suatu bentang alam. Lebih jauh, model tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu acuan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengelolaan bentang alam.

Taman Nasional Sembilang dan Suaka Margasatwa Dangku memang kaya dengan keanekaragaman hayatinya. Puluhan jenis flora dan fauna dilindungi di kawasan ini, misalnya: buaya, penyu, dan siamang. Harimau Sumatra adalah yang paling terkenal di sini.

Dulu, publik mengenal hutan di pesisir Sumatra Selatan ini sebagai Taman Nasional Sembilang. Sekarang namanya berubah menjadi Taman Nasional Berbak-Sembilang dan Suaka Margasatwa Dangku. 

 

Dua lokasi ini dipilih menjadi cagar biosfer karena sangat rawan terjadi pengalihfungsian lahan akibat tingginya kebutuhan manusia, dan bencana kebakaran hutan dan lahan. 

Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 2, Afan Absori, meski kekurangan sarana transportasi, kawasan Sembilang tetap menjadi daerah tujuan para pelancong.

Menjelang akhir tahun, kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak menyaksikan kawanan burung migran dari Siberia berjenis cerek pasir mongolia dengan nama Latin Charadrius mongolus. Biasanya, pengunjung menantikan saat-saat burung migran berebut ikan-ikan kecil yang terdampar di pinggiran bakau. Wisatawan diperkirakan akan semakin ramai pada tahun-tahun mendatang, manakala Sembilang sudah resmi menjadi cagar biosfer dunia.