Folda Elsynosa

Folda Elsynosa

21
January

Sektor pariwisata Indonesia berhasil mencatat prestasi gemilang di awal tahun 2019. Ya, pariwisata Indonesia meraih penghargaan ASEAN Tourism Awards 2019 yang diadakan  ASEAN Tourism Forum (ATF) untuk empat kategori berbeda.

Keempat kategori itu adalah Community Based Tourism (pengembangan kepariwisataan berbasis komunitas)   Homestay (fasilitas penginapan non-hotel)Spa (perawatan kecantikan dan kesehatan), dan Public Toilet (peturasan umum) . Penghargaan tersebut diterima langsung Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, di Ha Long Bay, Vietnam, pada Jumat (18/1) yang lalu.

Industri pariwisata memang semakin menjadi idola di Indonesia. Hal ini terlihat dari kinerja yang semakin meningkat setiap tahun. Grafiknya sangat kontras bila dibandingkan penghasil devisa lain, seperti minyak, gas, batu bara, dan kelapa sawit yang terus merosot.

Selain itu, pariwisata juga dianggap punya keunggulan karena mayoritas kegiatannya berada di sektor jasa.Menjadikannya komoditas yang paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat.

Indonesia dengan kekayaan alamnya yang indah dan beragam, tentu saja menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sektor pariwisata Indonesia sangat menjanjikan, karena menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), devisa, serta lapangan kerja paling besar secara mudah dan cepat.

Melesatnya sektor pariwisata tidak terlepas dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Indonesia terus naik. Pada 2017, wisman yang berkunjung sebanyak 14,04 juta orang. Naik hampir 23 persen dari 2016.

Kemenangan yang diraih industri pariwisata Indonesia adalah berkat kerja keras semua pihak sehingga mampu mendongkrak indeks daya saing.Dari peringkat 70 dunia di tahun 2013, menjadi peringkat 42 besar di 2017.

Prestasi ini  tentu saja semakin menambah kepercayaan diri industri pariwisata Indonesia. Diharapkan, industri pariwisata Indonesia semakin maju dan berkembang dan mampu menambah devisa negara.

22
January

Negara-negara anggota ASEAN telah sepakat untuk mendorong kerja sama berkelanjutan dalam upaya menciptakan stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara. Upaya itu dilakukan antara lain melalui pembangunan komunitas ASEAN dengan meningkatkan peran milenial.

Kesepakatan untuk mendorong kerja sama berkelanjutan itu dicapai oleh para menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan ASEAN Foreign Ministers Retreat (AMM Retreat) di Chiang Mai, Thailand pada Jumat(18/1) yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Mengutip laporan Kantor Berita Antara, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan, dalam pertemuan AMM Retreat itu, para menlu negara ASEAN membahas program kerja dan prioritas ASEAN di bawah kepemimpinanThailand untuk tahun 2019, dengan tema "Memajukan Kemitraan untuk Keberlanjutan" (Advancing Partnership for Sustainability). AMM Retreat juga membahas berbagai isu terkait pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan konektivitas.

Dalam upaya menghadapi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan, para Menlu ASEAN sepakat untuk mendorong komplementaritas dan kerja sama lebih erat untuk mencapai Visi Komunitas ASEAN 2025 dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Para Menlu ASEAN juga membahas proses Pembangunan Komunitas ASEAN, termasuk melalui upaya untuk meningkatkan pengetahuan di masyarakat mengenai ASEAN. Terkait hal itu, ASEAN akan membentuk Network of ASEAN Association guna meningkatkan kesadaran mengenai ASEAN di seluruh negara anggota, dengan melibatkan para akademisi dan organisasi masyarakat. 
Selain itu, dalam pembahasan tentang Pembangunan Komunitas ASEAN, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan pentingnya melibatkan peran milenial dalam upaya memperkuat proses pembangunan komunitas. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan tidak hanya kesadaran, namun juga rasa menjadi bagian dari komunitas ASEAN di kalangan generasi muda. Menteri Retno Marsudi juga menjelaskan salah satu cara Indonesia untuk meningkatkan kepedulian generasi muda dan milenial kepada ASEAN adalah dengan memilih Duta Muda ASEAN setiap tahun.

Saat membahas program kerja ASEAN 2019, Pemerintah Indonesia mendorong agenda pengarusutamaan peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan kawasan. Retno Marsudi juga menekankan bahwa perempuan memiliki berbagai keunggulan yang dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan. Disamping itu,  Pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan Pelatihan Regional mengenai Perempuan, Perdamaian dan Keamanan pada Maret 2019//

21
January

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) terus membuka kesempatan dan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia yang ingin melakukan penjajakan kesepakatan dagang dengan pelaku usaha di Amerika Serikat. Upaya ini dilakukan dengan menggelar business matching di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, Amerika Serikat Kamis (17/1) waktu setempat. Direktur Jenderal PEN, Arlinda saat memberikan sambutan di hadapan sekitar 100 peserta business matching mengatakan, penyelenggaraan business matching ini merupakan salah satu upaya Indonesia dalam memperkuat kemitraan dan berkolaborasi dengan Amerika, serta menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.

Menurut Arlinda, Amerika menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia selama bertahun-tahun. Semakin banyak perusahaan Amerika berinvestasi di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir. Perdagangan antara Indonesia dan Amerika  tercatat meningkat selama lima tahun terakhir. Untuk periode Januari-Oktober 2018, total perdagangan kedua negara tumbuh 12,6%, dengan nilai mencapai 23,9 miliar dolar Amerika. Amerika   antara lain memasok kedelai, kapas, gandum, dan helikopter ke Indonesia, sedangkan Indonesia memasok udang, karet, minyak sawit, ban, dan alas kaki ke Amerika. Sebanyak 12 pelaku usaha Indonesia berpartisipasi dalam business matching tersebut, yang antara lain bergerak di sektor minyak kelapa sawit, baja, makanan laut, kedelai, gandum, kapas, tekstil, ban, dan kopi.

Dalam business matching juga dilakukan dialog yang dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai narasumber dengan para pelaku usaha Amerika. Pada business matching tersebut, Menteri Perdagangan turut menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pembelian baja batangan oleh Amerika Serikat dari Indonesia sebanyak 50.000 metrik ton dengan nilai mencapai 40 juta dolar Amerika.   Penandatanganan dilakukan antara Hanwa American Corp yang diwakili Ryuichi Takaba dengan Gunung Steel Group yang diwakili Abdullah Taniwan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita  menyambut baik MoU pembelian tersebut. Ia mengatakan, nilai MoU yang ditandatangani tersebut merupakan awal dan masih akan diikuti lagi perkembangannya. Menurut Enggartiasto, Indonesia berhasil mendapatkan pengecualian atas pengenaan tarif impor Amerika sebesar 25% untuk sejumlah produk baja. Namun, saat ini masih ada beberapa permohonan pengecualian produk baja Indonesia yang belum mendapatkan putusan dari Amerika. Oleh karena itu akan diupayakan terus untuk pengecualian tersebut.

18
January

Setelah sekian dekade, untuk kali pertama seorang Perdana Menteri Australia menginjakkan kakinya di Fiji danVanuatu. Pekan ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengunjungi kedua negara itu. Bagi  Australia ini seperti membuktikan janji yang dilontarkan dua bulan lalu. Saat itu Australia berkomitmen menggelontorkan dana hingga 2 milyar dollar AS hibah dan pinjaman lunak ke negara-negara Pasifik.

Apa yang membuat Australia tiba-tiba membuka manuvernya ke arah timur yang selama ini kurang diperhatikan? Rupanya Republik Rakyat Tiongkok sudah mendekati kawasan Pasifik di timur Australia ini sejak 8 tahun lampau. Uang yang digelontorkan Beijing untuk kerjasama dengan negara-negara di Pasifik sudah  mencapai 1,3 miliar dollar AS. Jumlah itu menempatkan RRT sebagai negara donor nomor 2 setelah Australia. Hal lainnya adalah kunjungan 4 hari Presiden Xi Jin Ping di Papua New Guinea dalam rangkaian kehadirannya di KTT APEC di Port Moresby.

Australia sebenarnya dalam dilema. Jika mengusik Beijing di kawasan Pasifik, Australia juga yang bakal menerima akibat karena Beijing adalah mitra dagang pentingnya. Jika membiarkan Beijing, Australia dan sekutu utamanya, Amerika Serikat khawatir RRT bukan sekedar membangun hubungan dagang melainkan juga menempatkan pangkalan militer di kawasan itu.  Australia pun  harus pandai memainkan peran agar hubungannya tetap baik dengan AS dan Beijing yang sedang terlibat perang dagang.

RRT masuk ke Pasifik  mulanya adalah untuk mengurangi pengaruh Taiwan di kawasan tersebut. Taiwan, sebuah negara yang tidak diakui Beijing, banyak membantu negara-negara Pasifik. Tentunya dengan tujuan agar merekamendukung Taipei. Kehadiran Beijing membuat beberapa negara Pasifik mencabut dukungan kepada Taiwan.

Jika Australia berada dalam kegundahan, tidak demikian halnya dengan negara-negara Pasifik. Mereka tiba-tiba seperti ketiban rejeki nomplok karena perlombaan “derma” antara Australia dan Beijing. Masalahnya adalah,“kebaikan” seringkali ada apa-apanya.