Wednesday, 11 December 2019 00:00

Pesona Desa Adat Penglipuran

Written by 
Rate this item
(2 votes)

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang telah berkembang menjadi desa wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, lokal maupun mancanegara. Bahkan, pada awal penetapannya sebagai desa wisata, turis mancanegara memadati desa yang terletak di Bangli ini. Desa ini merupakan kawasan yang kini jadi sorotan hampir seluruh dunia karena keindahan dan kedamaian yang ditawarkannya. Desa ini hanyalah sebuah desa yang ingin mempertahankan kebudayaan nenek moyang dan leluhur. Taman - taman kecil dan penataan Lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa Udayana tahun 1990 di sekitar Desa ini membuahkan hasil yang luar biasa.

 

Nama Penglipuran berasal dari akronim kata pengeling dan pura yang berarti mengingat tempat suci para leluhur. Masyarakat desa ini berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani, yang bermigrasi permanen karena suatu hal ke desa Kubu Bayung, yang kini menjadi desa Penglipuran. Desa yang berada di ketinggian 700 meter diatas permukaan laut ini tercatat memiliki 985 jiwa dalam 234 kepala keluarga. Terletak sejauh 45 km dari Denpasar, tepatnya berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, masyarakat desa ini masih melaksanakan tradisi dan adat para leluhurnya secara rutin. Penataan dan atraksi desa wisata yang sangat apik membuat desa ini sangat tepat untuk Anda yang ingin meninggalkan penatnya perkotaan dan menyegarkan pikiran dari kerasnya perkembangan zaman. Untuk mencapai desa ini Anda dapat menyewa kendaraan serta supirnya agar tidak tersesat. Atau Anda juga dapat menggunakan agen perjalanan yang menyediakan tur ke desa Penglipuran.

 

Masyarakat Desa ini mampu mempertahankan dan memelihara 75 hektar hutan bambu dan 10 hektar vegetasi lainnya yang menjadi ciri khas desanya. Selain itu, masyarakat di desa ini juga mampu mempertahankan adat budaya para leluhur dan juga tata kota serta bangunan tradisionalnya. Hal inilah yang membuat Penglipuran diganjar dengan Kalpataru pada tahun 1995. Tahun 2016 desa ini dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia bersama desa Desa Terapung Giethoorn di Provinsi Overijssel Belanda, dan Desa Mawlynnong yang ada di India. Desa ini merupakan satu-satunya desa di Bali yang belum tersentuh dengan gaya hidup modern.

 

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran Bangli juga memiliki budaya dan tradisi untuk menghormati wanita. Karena adanya aturan desa yang melarang pria untuk melakukan poligami, jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa. Desa ini juga memiliki budaya hukuman untuk pencurian. Bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum untuk memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka. Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri, tentunya akan membuat efek malu. Yang berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya, walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran Bangli tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.// Sekian Acara Pesona Indonesia dari Voice Of Indonesia.

Read 2712 times Last modified on Wednesday, 11 December 2019 16:51