Akbar

Akbar

15
September

(Voinews)Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) ingin program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) harus diberdayakan dalam rangka memperkuat rantai pasok UKM perikanan di berbagai daerah. Hal itu dikatakan Ketua Harian DPP KNTI Dani Setiawan kepada Antara di Jakarta, Selasa. Dengan demikian, maka hal itu akan memperkuat penggunaan produk Usaha Kecil ikro -UKM di dalam industri skala menengah dan besar, yang dengan sendirinya dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.Selain itu, pemerintah juga harus membatasi produk-produk impor yang bisa diproduksi di dalam negeri. Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengharapkan Gernas BBI Ragam Aceh mampu meningkatkan kontribusi UMKM sektor kelautan dan perikanan terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional. KKP, akan terus mendukung program pemerintah dalam mendorong UMKM, termasuk di sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kapasitas melalui promosi dan digitalisasi pemasaran guna meningkatkan produksi dan omzet penjualan.//ANTARA

15
September

(Voinews.id)Sebuah studi terhadap tenaga kesehatan penerima vaksin lengkap di India menemukan bahwa antibodi yang memerangi COVID-19 di tubuh mereka menurun "drastis" setelah empat bulan menerima dosis pertama. Temuan-temuan itu membantu pemerintah India untuk memutuskan apakah akan menyediakan vaksin ketiga saat sejumlah negara Barat telah melakukannya. Pudarnya antibodi tidak berarti, orang-orang yang telah diimunisasi kehilangan kemampuan mereka untuk melawan penyakit, sebab sel-sel memori tubuh kemungkinan masih bekerja untuk memberikan perlindungan substansial. Demikian menurut Pusat Penelitian Medis Wilayah Sanghamitra Pati yang berbasis di Kota Bhubaneswar kepada Reuters, Selasa. Sementara itu, Ilmuwan Inggris bulan lalu mengungkapkan, bahwa perlindungan yang didapat dari dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca mulai hilang dalam waktu enam bulan. Lebih dari 60 persen penduduk India telah menerima dosis pertama dan 19 persen telah menerima dosis kedua.// REUTERS/ANTARA

15
September

(Voinew,id) Perdana Menteri Jacinda Ardern, Selasa meminta warga Selandia Baru untuk secepat mungkin menjalani vaksinasi, karena itu merupakan satu-satunya cara untuk mengalahkan penyebaran virus dan mencabut pembatasan di kota terbesar, Auckland. Selandia Baru mencatat 15 infeksi baru pada Selasa, turun dari 33 kasus pada hari sebelumnya. Namun sekitar 1,7 juta orang di Auckland masih berada dalam penguncian (lockdown) hingga pekan depan saat pemerintah berjuang membendung klaster varian Delta yang sangat menular. Ardern saat konferensi pers mengatakan, Vaksin merupakan perangkat terbaik di kotak peralatan, sekaligus tiket menuju kebebasan yang lebih besar. Penguncian Auckland menutup sekolah, kantor, dan ruang publik, dan masyarakat hanya diizinkan keluar rumah untuk berolahraga atau membeli kebutuhan sehari-hari. Penguncian dan penutupan perbatasan internasional sejak Maret 2020 berpengaruh dalam menekan laju infeksi COVID-19 di negara itu.//REUTERS/ANTARA

15
September

(Voinews.id)Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan upaya mendorong sektor pertanian melalui digitalisasi pertanian (pertanian 4.0) menjadi langkah penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi serta mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam Webinar bertema Transformasi Ekonomi: Balinusra Menuju Pertanian 4.0, Trisno Selasa mengemukakan, komoditas pertanian yang menjadi penopang ekspor untuk Bali dan Nusa Tenggara seperti buah-buahan, kopi, kakao, tanaman obat. Sedangkan untuk produk kelautan seperti kepiting, udang, ikan tuna, mutiara dan rumput laut. Di Nusa Tengara Barat dan Nusa Tenggara Timur-NTB dan NTT, lapangan usaha pertanian menjadi penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan pangsa masing-masing 23 persen dan 29 persen pada 2020. Sementara itu, di Bali, lapangan usaha pertanian memiliki pangsa 15 persen terhadap PDRB.Trisno menambahkan, di Bali sebanyak 23 persen penduduk bekerja di sektor pertanian, sedangkan di NTB dan NTT, pekerja di sektor pertanian masing-masing sebesar 35 persen dan 54 persen.//ANTARA