22
November

 

(voinews.id)- Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Senin mengatakan bahwa rakyat Ukraina akan berkumpul untuk merayakan Hari Kemenangan. Hal itu disampaikannya lewat video untuk memperingati Hari Kemuliaan dan Kebebasan Ukraina. Dalam pidatonya, dia memuji sumbangsih rakyat Ukraina, mulai dari tentara, petugas damkar, petugas medis hingga guru yang mengajar secara daring, penduduk desa yang memasak buat militer, penjahit yang membuat seragam dan petani yang mencangkul ladang, meskipun mengambil risiko.

Dia memuji perlawanan mereka di tengah serangan roket, kerusakan yang meluas, kelangkaan dan pemadaman listrik bergilir ketika musim dingin menjelang, hampir sembilan bulan sejak invasi Rusia. "Kita bisa bertahan tanpa uang. Tanpa bensin. Tanpa air panas. Tanpa penerangan. Namun bukan tanpa kebebasan," katanya sambil berdiri di sebuah ruang istana kepresidenan di ibu kota Kiev.

Hari Kemuliaan dan Kebebasan menandai aksi-aksi unjuk rasa pro-Uni Eropa pada 2013-2014 yang dikenal sebagai Revolusi Maidan, dan Revolusi Jingga pada 2004. Pada kedua revolusi tersebut, pemimpin Ukraina pada saat itu diturunkan.

Menyoroti perlawanan rakyat Ukraina, video Zelenskyy juga menayangkan ringkasan pidatonya pada peringatan serupa setahun lalu ketika dia memakai jas dan dasi. Tahun ini dia mengenakan kaos berwarna khaki yang telah menjadi ciri khasnya selama perang. "Apa yang telah berubah sejak itu (setahun lalu)? Banyak. Lubang-lubang muncul di tanah kita. Ada blokade jalan dan penghalang tank di kota dan desa kita. Jalanan jadi gelap. Rumah kita jadi dingin," kata dia.

"Banyak terjadi perubahan, tetapi perubahan-perubahan itu tidak mengubah hal yang paling penting. Sebab yang paling penting tidak berada di luar, tetapi di dalam. Dan itu tetap tidak berubah. Dan itulah kenapa kita akan bertahan. Kita akan menghadapinya." Zelenskyy mengatakan kelak rakyat Ukraina akan berkumpul di Lapangan Merdeka, pusat Revolusi Maiden dan Revolusi Jingga, di Kiev, "di mana kita akan merayakan Hari Kemenangan Ukraina. Di Kiev yang damai, di Ukraina yang damai".

 

antara

 

Sumber: Reuters

 

18
November

 

(voinews.id) Infeksi dari beberapa patogen kebal antibiotik yang dikenal sebagai superbug telah meningkat lebih dari dua kali lipat di fasilitas perawatan kesehatan di Eropa. Demikian laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) Kamis, dikutip Reuters. Menurut laporan tersebut ini memberikan bukti lebih lanjut tentang dampak yang lebih luas dari pandemi COVID-19.

Namun laporan itu tidak memasukkan data tentang berapa banyak orang yang meninggal akibat infeksi pada tahun 2020 dan 2021. Para ahli menyebut, infeksi superbug, termasuk patogen jamur. sebagai pandemi diam-diam yang menyebabkan lebih dari satu juta kematian setiap tahun tetapi tidak menarik perhatian atau pendanaan untuk penelitian. (reuters) 

18
November

 

(voinews.id) Pemerintah Rusia. dikutip Reuters.Kamis. mengatakan. pihaknya telah diberi jaminan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa pekerjaan akan diselesaikan untuk menghilangkan hambatan ekspor produk pertanian dan pupuk Rusia. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan. pihaknya telah setuju untuk membiarkan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang memfasilitasi ekspor pertanian Ukraina dari pelabuhan selatannya di Laut Hitam diperpanjang selama 120 hari lagi tanpa ada perubahan pada ketentuannya.

Dia mengatakan, Rusia telah melihat kemajuan dalam pelonggaran sanksi. mengutip pernyataan bersama oleh Amerika Serikat. Inggris dan Uni Eropa untuk tidak memberikan sanksi kepada eksportir makanan dan pupuk Rusia. (reuters)

18
November

 

(voinews.id)- Badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis memublikasikan rancangan pertama dari kesepakatan akhir KTT iklim COP27. Rancangan tersebut memuat sejumlah tujuan yang tertuang dalam dokumen tahun lalu dan meninggalkan sejumlah isu yang masih harus diselesaikan.

Dokumen sebanyak 20 halaman itu diberi label "non-paper", yang berarti dokumen itu masih jauh dari versi final dan proses negosiasi yang akan berlangsung antara delegasi dari hampir 200 negara masih akan panjang. Rancangan tersebut mengulangi tujuan dari Pakta Iklim Glasgow 2021 "untuk mempercepat langkah-langkah menuju penurunan bertahap tenaga batu bara dan menghapus serta merasionalisasi subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien.

" Tak ada seruan untuk penghentian semua bahan bakar fosil, seperti yang diminta India dan Uni Eropa. Para delegasi khawatir bahwa masalah utama soal peluncuran dana "kerugian dan kerusakan" untuk pembiayaan bagi negara-negara yang dilanda dampak iklim akan menghalangi kesepakatan pada KTT COP27 di Mesir.

Teks tersebut tidak menyertakan perincian untuk meluncurkan dana semacam itu, yang merupakan permintaan utama dari negara-negara yang paling rentan terhadap iklim, seperti negara kepulauan. Alih-alih, dokumen itu "menyambut baik" fakta bahwa topik tersebut diangkat sebagai bagian dari agenda resmi tahun ini.

 

antara

Page 4 of 953