pesona indonesia

pesona indonesia (541)

26
January




VOI PESONA INDONESIA Ciwidey biasanya terkenal dengan wisata kawah putih dan kebuh teh Rancabali. Tapi belakangan ada tempat wisata favorit baru, namanya Ecopark Curug Tilu Rancabali. Tempat ini terbilang lengkap karena menyediakan spot untuk wisata sampai gazebo untuk menginap. Anda tidak akan kesulitan mencari lokasi Ecopark Curug Tilu ini karena Anda dapat menemukannya tepat di samping gapura pintu masuk Kebun Teh Rancabali. Dengan lahan sekitar 3,7 hektar, tentu saja Ecopark Curug Tilu ini memiliki banyak sekali spot menarik. Beberapa yang selalu jadi incaran adalah di area gazebo glamping, di ranjang jaring ala Bali, spot foto dengan latar belakang Kebun Teh Rancabali dan banyak lainnya. Untuk anak-anak juga ada playground.


Setelah penataan ulang, wisata di Ecopark Curug Tilu – Ciwidey, Bandung telah membuat destinasi ini menjadi ngehits, menarik dan instagramable. Salah satu lokasi destinasi yang menarik adalah air terjun curug tilu yang berada di area perkebunan teh Rancabali, Ciwidey. Curug atau air terjun ini berukuran mini nyempil di balik kebun teh rancabali. Namun sekarang mampu menyita perhatian para pelancong yang melintas di jalur perbatasan Ciwidey-Cianjur. Nama Curug Tilu atau 3 air terjun sendiri mengacu pada tiga aliran terjun dengan ketinggian yang sama. Sebenarnya ini adalah air terjun buatan, namun bersumber dari mata air alami. Ketiga air terjun tersebut dibuat dengan bebatuan yang ditata rapi dan estetik. Lokasinya yang berada di daerah Rancabali dengan ketinggian sekitar 1600 meter diatas permukaan laut, membuat udara disinipun cukup sejuk.


Ecopark Curug Tilu ini buka dari jam 07:00 sampai 21:00. Untuk hari Senin hingga Jumat, harga tiketnya adalah Rp 15.000, sedang Sabtu, Minggu dan hari libur harga tiketnya adalah Rp 20.000. Ingin menginap? Untuk satu malam, glam camp yang ada di Ecopark Curug Tilu ini mematok harga Rp 400.000 saat weekday dan Rp 500.000 ketika weekend. Akses menuju kesana pun terbilang mudah. Dari kota Bandung menuju arah selatan mengambil arah ke wisata Kawah Putih. Kemudian dari jalan raya arah gerbang Kawah Putih menuju Situ Patenggang. Tidak jauh dari gerbang wisata anda akan melewati belokan yang ada turunannya dan lokasi Ecopark Curug Tilu ada di sebelah kanan anda. Atau Anda dapat mencarinya dengan langsung mengetikkan Ecopark Curug Tilu pada aplikasi peta online.

25
January




VOI PESONA INDONESIA Tari Cangget merupakan salah satu tari tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun. Pada tahun 1942 sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, Tari Cangget ditampilkan untuk acara adat, seperti saat panen raya, upacara mendirikan rumah ataupun untuk mengantar orang yang akan pergi haji. Namun sekarang Tari Cangget sering digunakan untuk mengiringi upacara perkawinan atau upacara pemberian gelar. Masyarakat Lampung mengenal berbagai jenis tarian Cangget, dan kali ini kami perkenalkan kepada anda, salah satunya, yakni Tarian Cangget Pilangan.

Cangget Pilangan, adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada saat mereka melepas salah seorang anggotanya yang akan menikah dan pergi ke luar dari desa, mengikuti isteri atau suaminya. Tari Cangget tampil dengan pakaian adat dan alat musik khas Lampung. Beberapa properti yang digunakan, seperti keris, jempana, payung, tombak, talam emas, dan lainnya. Untuk lagu-lagu yang mengiringi tari Cangget, adalah tabuh mapak, tabuh tari, serliah adak, mikhul bekekes, gupek,dan hujan turun.

 tari Cangget biasanya ditarikan oleh 6 hingga 14 penari wanita dan dua penari pria. Pola gerak penari wanita berdiam diri sambil menaripada barisan, sedangkan penari pria menari di depan penari wanila sambil menunjukan atraksi tariannya untuk mencuri perhatian si wanita. Meskipun tarian cangget terdiri dari berbagai jenis, tarian ini pada dasarnya mempunyai gerakan-gerakan yang relatif sama, yaitu: gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat); gerakan knui melayang (lambang keagungan);gerak igel (lambang keperkasaan); gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati; gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati); gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi marabahaya); dan gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).



03
January

VOI PESONA INDONESIA Tradisi Roah Segare merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan di Desa Kuranji Dalang kepada Allah atas hasil laut yang melimpah. Roah Segare diselenggarakan setiap bulan Muharram dalam penanggalan hijriah. Tradisi ini terus mereka lakukan turun-temurun hingga saat ini sebagai bentuk rasa syukur, juga karena telah dijauhkan dari segala macam bentuk musibah.

Prosesi Roah Segare dimulai dengan pembacaan Barzanji, Selakaran (melantunkan zikir dan sholawat Nabi Muhammad Saw secara bersama-sama, sambil berdiri, dan membentuk lingkaran), dan doa kepada Allah. Kemudian, dilanjutkan dengan mendoakan Dulang Penamat (sesaji) untuk kemudian dibawa ke bibir pantai. Dulang tersebut kemudian dilarung ke laut. Proses larung itu adalah simbol dari rasa syukur masyarakat nelayan dengan hasil laut yang melimpah. Dalam tradisi Roah Segare, ada beberapa ketentuan adat yang harus dilakukan. Misalnya nelayan tidak boleh melaut untuk mencari ikan selama tiga hari setelah ritual Roah Segare berlangsung. Ini untuk memberi waktu untuk laut memulihkan diri sejenak, setelah selama ini diambil hasilnya oleh nelayan. Jika dilanggar, masyarakat setempat percaya, nelayan akan mendapat bala bencana. Setelah tiga hari nelayan baru boleh melaut dengan harapan dan semangat baru, yaitu mendapat tangkapan yang melimpah.

Setelah prosesi melarung, masyarakat beserta para tamu pun disuguhkan makan yang telah didoakan tadi. Mereka melakukan tradisi Begibung atau makan bersama dalam satu wadah besar atau nampan. Makan bersama ini sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan para nelayan di Pantai Kuranji. Roah Segare kini bukanlah hanya tradisi semata. Tradisi masyarakat Lombok ini terus dilakukan dan dikembangkan agar menajdi salah satu ikon wisata di Lombok Barat.

03
January

VOI PESONA INDONESIA Provinsi Jambi berada di bagian tengah Sumatra yang berdekatan dengan Sumatra Selatan dan Barat. Oleh karenanya, makanan khas Jambi memiliki banyak kemiripan dengan dua provinsi terebut. Salah satu makanan khas Jambi yang mempunyai cita rasanya mirip dengan kuliner Sumatra Selatan dan Barat adalah Gulai Tepek Ikan. Teksturnya mirip pempek khas Palembang, tetapi disajikan dengan kuah gulai yang kental dan rasa rempahnya kuat seperti kuliner khas Sumatra Barat.Jadi, jika Sumatra Selatan terkenal dengan pempek dan Sumatra Barat mempunyai gulai, maka Jambi memiliki Gulai Tepek ikan, yang merupakan kuliner khas Jambi dengan perpaduan cita rasa Minang dan Palembang.

Olahan ikan air tawar seperti tenggiri, gabus dan belida pun populer di ketiga wilayah ini, yaitu Provinsi Jambi, provinsi Sumatra Selatan dan Sumatra BaratUntuk membuat Gulai Tepek Ikan, ikan tenggiri atau gabus diadon bersama tepung sagu dan bawang putih, kemudian dibentuk seperti pempek lenjer dan dimasak hingga matang Adonan ini lalu dicampurkan ke dalam kuah santan gulai yang gurih asamRasa asam pada kuah gulai berasal dari penggunaan nanas. Selain nanas, setidaknya ada belasan bumbu yang jadi bahan pembuatan kuah gulai seperti, kemiri, bawang merah, bawang putih, serai, kunyit, lengkuas, jahe merah, santan kelapa, garam dan gulaLangkah terakhir ialah memasukkan tepek ikan yang telah dipotong kecil-kecil, lalu tambahkan nanas, gula dan garam sesuai selera

nama ‘tepek’ sendiri sebenarnya berarti dipadatkan atau dipipihkan. Ditepek-tepek sesuai dengan proses ketika membuat adonan ikan dan sagu, sebelum akhirnya direbus hingga matang. Tepek ikan yang sudah matang kemudian didinginkan dan dipotong kecil-kecil berbentuk jajaran genjangGulai tepek ikan bisa dijumpai pada saat-saat tertentu seperti pernikahan, kenduri atau acara adat Jambi. Gulai Tepek Ikan ini cocok dimakan bersama nasi gemuk//.



20
December

VOI PESONA INDONESIA Rapa'i Geleng adalah tarian yang berasal dari Manggeng, yang sekarang masuk kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya. Tarian ini diperkirakan sudah berkembang sejak tahun 1965, namun baru marak di tahun 1980-an dan dikenal secara luas setelah dipertunjukkan dalam Pekan Kebudayaan Aceh tahun 2004. Tidak diketahui secara jelas siapa penciptanya. Tarian ini menggunakan alat musik tabuh Rapa’i, yaitu alat musik perkusi sejenis rebana yang berkembang seiring dakwah Islam di wilayah pesisir Aceh. Saat tarian ini berlangsung penarinya sering menggelengkan kepala, sehingga tarian ini kemudian dikenal dengan nama Rapa’i Geleng.  

Pada mulanya, Tarian Rapai Geleng di bawakan untuk mengisi kekosongan waktu santri yang jenuh usai belajar. Lalu, tarian ini dijadikan sarana dakwah dan kemudian sekarang berkembang menjadi sarana hiburan. Tarian ini juga sering dipertunjukkan pada upacara perkawinan, sunatan, serta pertunjukan pada acara-acara penyambutan tamu kehormatan.

Tari Rapa’i Geleng dibawakan oleh 12 penari. Tarian ini pada awalnya hanya dilakukan oleh laki-laki, namun pada perkembangannya dapat juga ditarikan oleh perempuan, tentunya ditarikan secara terpisah. Saat menari, penari mengenakan kostum berwarna hitam-kuning berpadu manik-manik merah. Mereka menari dengan tabuhan gendang sambil bernyanyi. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi. Bagi masyarakat Aceh, tarian ini adalah syiar agama, menanamkan nilai moral kepada masyarakat, dan juga menjelaskan tentang bagaimana hidup dalam masyarakat.

19
December

Manisan Tebu

Written by
Published in pesona indonesia




VOI PESONA INDONESIA Jika suatu hari anda bisa berkunjung ke Indonesia, berwisatalah ke Aceh. Berwisata ke Aceh, janganlah lupa membeli produk khas daerah tersebut sebagai buah tangan anda. Disana ada beragam produk khas Aceh yang bisa anda beli sebagai buah tangan. Ada kopi ataupun rencong, senjata tradisional masyarakat Aceh. Namun jika anda sedang jalan-jalan ke Kabupaten Pidie, di Aceh, anda bisa membawa pulang manisan tebu sebagai buah tangan, sekaligus melihat langsung cara pembuatannya yang cukup unik.

Sesuai namanya, manisan ini terbuat dari air tebu. Proses membuatnya tidaklah mudah, namun cukup unik, karena masih menggunakan cara-cara tradisional. Tebu hasil panen terlebih dahulu harus dipotong, lalu dibersihkan. Kemudian potongan tebu digiling. Untuk menggilingnya, masyarakat Aceh masih menggunakan tenaga kerbau, untuk menggerakkan penggiling tebu. Air tebu yang dihasilkan dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Proses memasak air tebu menjadi manisan ini membutuhkan waktu cukup lama, hingga delapan jam. Selama delapan jam inilah, air tebu harus terus diaduk, agar tidak mengeras.


Membuat manisan tebu merupakan salah satu tradisi bagi sebagian masyarakat Aceh. Sebenarnya sebelum Indonesia merdeka, masyarakat Aceh sudah membuat manisan tebu. Namun sejak ada konflik Aceh yang dulu sempat terjadi, mereka sempat menghentikan aktivitas pembuatan manisan tebu. Kini sejak Aceh sudah damai kembali, aktivitas pembuatan manisan ini kembali dilakukan.
Apalagi permintaan manisan tebu dari hari ke hari semakin besar. Selain langsung disantap, manisan ini biasanya merupakan bahan tambah dalam pengolahan kuliner rujak Aceh. Ada juga yang menjadikan manisan tebu sebagai obat penyakit tertentu, yang pastinya tidak menggunakan bahan pengawet.

anda bisa membeli manisan tebu di berbagai daerah di Aceh. Salah satunya di Kabupaten Pidie. Untuk menuju kesana, anda bisa menempuh waktu sekitar 3 jam dari Kota Banda Aceh, ibukota provinsi Aceh. Atau, anda dapat menempuh perjalanan selama 20 menit saja dari Kota Sigli, ibukota Kabupaten Pidie. Disana, manisan tebu dijual sebesar Rp. 5000 hingga Rp. 10.000 untuk manisan cair, dan Rp. 10.000 hingga 15.000 untuk manisan kental.



16
December




VOI PESONA INDONESIA Purwakarta merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Burangrang, Purwakarta menyimpan sejuta pesona wisata. Salah satunya ada Gunung Bongkok. Berada di ketinggi 985 meter diatas permukaan laut (mdpl), gunung ini disebut-sebut sebagai salah satu titik menikmati sunrise terbaik di Purwakarta. Bagi anda yang suka hiking dan camping, objek wisata ini cocok untuk anda. Tak perlu memakan waktu banyak. Untuk menuju puncak Gunung Bongkok dicapai hanya menempuh waktu sekitar 1,5 jam saja.

Gunung Bongkok memiliki dua puncak. Jika Anda ingin menikmati matahari terbit, wajib menapaki puncak datar. Sesampainya di puncak datar, jangan lupa langsung abadikan momen anda. Meskipun gunung ini hanya memiliki ketinggian sekitar 985 mdpl, namun Anda tetap harus berhati-hati. Apalagi ketika berada di puncak datar, karena lokasi puncak datar curam. Kedua sisi gunung berhadapan langsung dengan jurang. Kedua adalah puncak watu tumpang, puncak tertinggi Gunung Bongkok yang menawarkan pemandangan waduk Jatiluhur dan Kota Purwakarta. Di puncak terdapat banyak bebatuan dengan ukuran yang cukup besar dan menjulang. Selain permukaan yang penuh batu, angin di puncak watu tumpang kencang. Jadi Anda tetap harus hati-hati.

gunung Bongkok berlokasi di desa Cikandang. Untuk menuju Gunung Bongkok, dari Purwakarta bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau empat selama sekitar 15 hingga 30 menit. Ada biaya parkir yang harus bayar untuk sepeda motor sebesar 2000 Rupiah dan mobil sebesar 5000 Rupiah. Di desa Cikandang, ada Pos Munclu, tempat para pendaki atau wisatawan untuk melakukan kamping. Biasanya mereka yang ingin kamping, memilih bermalam sebelum menikmati sunrise. Jangan lupa untuk membawa persediaan air, ketika camping karena sumber air terdekat sekitar 100 meter dari Pos Munclu.  Sebelum matahari terbit Anda bisa menempuh perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam, menuju puncak datar untuk melihat keindahan matahari terbit.



29
November

VOI PESONA INDONESIA Danau Tolire  terletak di kaki gunung api Gamalama. di Ternate, Maluku Utara.Jika kita berkunjung ke Danau Tolire kita harus terlebih dahulu terbang ke Kota Ternate,  Maluku Utara. Dari kota Ternate jaraknya kurang lebih 10 Km arah selatan kota. Setelah melakukan perjalanan selama lebih kurang 20 menit melewati pinggir pantai dan perbukitan anda akan sampai di Danau Tolire.

Menurut hikayat masyarakat Ternate dan menjadi kepercayaan warga setempat, danau Tolire terbentuk akibat kemurkaan Yang Maha Kuasa karena adanya cinta terlarang antara seorang ayah dengan anaknya. Dibalik cerita rakyat tersebut, Danau Tolire memberikan sebuah wisata unik selain keindahan alam beserta makhluk hidup di sekitarnya. Danau ini terdiri dari dua danau, Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil, yang hanya berjarak 200 meter. Dengan latar belakang gunung api Gamalama yang indah, Danau Tolire Besar terlihat cantik dan eksotik dengan airnya yang berwarna hijau toska.

Sampai saat ini belum ada yang meneliti seberapa dalam Danau Tolire, namun masyarakat setempat yakin kedalamannya sulit dijangkau karena diperkirakan menyambung ke arah laut. Sementara untuk Danau Tolire kecil posisinya kurang lebih 200 meter dari Danau Tolire besar. Danau Tolire kecil letaknya lebih mendekat ke arah bibir pantai. Sepintas mirip sebuah tambak udang atau ikan di tepian pantai yang disekelilingnya ada berjejer pohon kelapa dan pepohonan lainnya. Saat mengunjungi Danau Tolire Besar, banyak objek wisata lainnya yang bisa dinikmati, seperti keindahan panorama puncak Gunung Gamalama, sejumlah benteng peninggalan Portugis dan makam Sultan Babullah, Sultan Ternate yang paling terkenal. Tidak hanya itu, bila sore menjelang, baik Danau Tolire Besar maupun kecil akan menjadi tempat sempurna menikmati matahari terbenam dengan latar lautan biru nan indah. 

Jangan lupa jika berkunjung ke Indonesia bagian Timur mampir ke Maluku Utara tempat banyak wisata alam yang patut dikunjungi baik wisata pantai, pegunungan dan sejarah. Saudara demikian  Pesona Indonesia kali ini dengan tema Danau Tolire di Ternate Maluku Utara. Kita akan bertemu lagi besok dengan topik yang menarik lainnya. 

28
November

VOI PESONA INDONESIA Salah satu daerah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yaitu Kecamatan Bumijawa, desa Gendong mempunyai air terjun yang bernama Curug Cantel Bumijawa. Curug atau air terjun ini berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, sehingga tidak mengherankan jika di sana udaranya cukup dingin. Curug yang berada tepat di bawah kaki gunung Slamet ini merupakan salah satu air terjun paling indah di Tegal, dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama di masa liburan. Curug Cantel Bumijawayang terletak di perbatasan Tegal dan Brebes memiliki ketinggian sekitar 60 meter. Karena ketinggiannya, maka tidak disarankan berenang di bawahnya, sebab air yang turun sangat deras dan bisa membahayakan.

Curug Cantel Bumijawa ini berada di antara dua buah tebing yang menjulang tinggi dan dihiasi dengan pepohonan yang masih sangat asri. Curug ini memang sangat indah, aliran airnya sedikit berundak di bagian bawah seperti menempel atau mengikat pada tebing yang ada di sampingnya. Keadaan seperti ini disebut warga sekitar dengan “cemantel” , yang artinya menempel . Oleh karena itu curug ini dinamakan Curug Cantel. Air dari curug Cantel Bumijawa ini sangat dingin, jernih dan bersih dan sangat menyegarkan. Walaupun tidak diperbolehkan berenang di kolam yang berada di bawah air terjun, tetapi pengunjung yang berada di sekitar air terjun masih bisa merasakan kesegaran air curug Cantel ini melalui cipratan airnya.

Walaupun letak curug Cantel Bumijawa ini strategis, tetapi jalur menuju curug ini cukup ekstrem. Pengunjung harus menyusuri sungai, bukit dan hutan untuk mencapai curug ini. Ini sangat cocok bagi anda yang suka berpetualang. Curug Cantel mulai dibuka jam 08.30 pagi sampai dengan jam 16.00 sore setiap hari. Fasilitas di curug ini sudah lengkap seperti area parkir yang luas, kamar mandi, mushola dan juga warung-warung makanan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar wisata anda ke curug Cantel mempunyai kesan yang mendalam. Anda harus memperhatikan keadaan cuaca sebelum berangkat, karena letaknya di antara tebing, maka akan sangat berbahaya apabila hujan besar. Selain itu bagi anda yang tidak tahan dengan udara dingin sebaiknya membawa baju hangat dan obat-obatan yang diperlukan. Yang terpenting adalah mengikuti aturan yang diberlakukan oleh pengelola.

25
November




VOI PESONA INDONESIA Provinsi Bangka Belitung tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya saja. Provinsi yang terdiri dari ratusan pulau-pulau kecil ini juga punya beragam kuliner lezat. Salah satunya Penyurong. Penyurong adalah salah satu penganan khas Belitung Timur. Kuliner yang terbuat dari singkong ini dahulu merupakan makanan pelengkap setelah nasi. Kuliner ini bisa jadi pilihan kuliner yang patut anda coba, jika suatu hari berkunjung ke Bangka Belitung, apalagi Penyurong masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda tahun 2021

Penyurong, dibuat dari bahan utamanya singkong yang dihaluskan terlebih dahulu, dicampur garam kemudian diaduk hingga merata menjadi sebuah adonan. Setelah adonan siap kemudian diambil secukupnya untuk digulung pada ranting yang telah disiapkan sebelumnya, seterusnya dipanggang.  Proses memasaknya ini membuat penyurong memiliki aroma yang khas. Selain singkong, sebenarnya ada juga penyurong yang dibuat dari bahan gaplek yang masih basah. Gaplek adalah singkong yang dikeringkan. Saat disantap, kuliner ini begitu terasa lezat dan gurih.

 Biasanya penyurong dinikmati sebagai pengganti nasi dan bisa disantap dengan ikan asin. Namun, kini penyurong juga sering dinikmati dengan diberi olesan selai nanas, keju, atau cokelat. Anda yang ingin menikmati menu jajanan tradisional belitong tersebut, bisa berkunjung ke objek wisata Tebat Rasau di Belitung Timur. Soal harga, anda jangan khawatir. Harganya cukup ramah di kantong.



Page 3 of 39