pesona indonesia

pesona indonesia (541)

04
January

VOI PESONA INDONESIA Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba).

Permainan pasola diadakan di empat kampung di kabupaten Sumba Barat. Keempat kampung tersebut adalah Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

Pasola tidak sekadar menjadi bentuk keramaian, tetapi menjadi salah satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur. Pasola merupakan kultur religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu.

Pasola menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut serta dalam pasola dan bagi masyarakat umum. Pasola menggambarkan rasa syukur dan ekspresi kegembiraan masyarakat setempat, karena hasil panen yang melimpah.

Pasola berasal dari kata "sola" atau "hola", yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan "pa" (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan.

Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.

Pasola diawali dengan pelaksanaan adat nyale. Tanpa mendapatkan nyale, Pasola tidak dapat dilaksanakan. Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas, disaksikan oleh segenap warga dari kedua kelompok yang bertanding, masyarakat umum, dan wisatawan asing maupun lokal.

Setiap kelompok terdiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berujung tumpul dan berdiameter kira-kira 1,5 cm. Walaupun berujung tumpul, permainan ini dapat memakan korban jiwa.

Kalau ada korban dalam pasola, menurut kepercayaan Marapu, korban tersebut mendapat hukuman dari para dewa karena telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.

03
January

VOI PESONA INDONESIA Air terjun Aling-aling berada di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada , Kabupaten Buleleng, Bali. Destinasi Wisata ini  berjarak sekitar 110 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai, atau memerlukan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Denpasar, ibukota Provinsi Bali. Untuk Masuk ke lokasi obyek wisata air terjun Aling-aling ini tidak dipungut biaya, tetapi disediakan kotak untuk donasi sukarela untuk biaya parkir kendaraan. Karena lokasi tempat wisata ini masih belum ditata dengan sempurna dan letaknya jauh di pedalaman, maka disarankan untuk menggunakan jasa warga sekitar sebagai penunjuk jalan.

setelah anda memarkir kendaraan untuk menuju Air Terjun Aling-aling, anda masih harus berjalan kaki yang di mulai dengan mnyusuri jalan setapak dan pematang sawah, sambil menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan. Selanjutnya anda masih harus menyusuri ratusan anak tangga dan di tengah perjalanan, anda sudah bisa menyaksikan keberadaan air terjun tersebut, yang terlihat begitu unik dan eksotis sambil mengabadikan aktivitas anda di air terjun Aling-aling.

tiba di lokasi air terjun Aling-aling, anda akan disuguhi pemandangan air terjun yang spektakuler. Keindahahan air terjun Aling-aling yang mempunyai ketinggian sekitar 35 meter itu terlihat begitu sempurna. Air terjun yang jatuh dari atas tebing mempunyai aliran air terjun yang unik karena terbelah dua dari atas. Bagian pecahan sebelah kanan memiliki debit air yang lebih besar dan deras. Tebingnya yang curam dengan batu-batu besar sepanjang aliran sungai, alam sekitarnya hijau membuat pemdangan di sekitar air terjun Aling-aling ini asri dan juga instagramable.

Di bawah air terjun Aling-aling terdapat sebuah cekungan seperti sebuah kolam yang tercipta secara alami karena guyuran air terjun secara terus menerus. Pegunjung bisa merasakan sensasi mandi dan berenang-renang di kolam menikmati segarnya air pegunungan. Karena air terjunnya mempunyai jalur air yang licin dan deras, maka oleh mereka yang berani bisa memanfaatkannya sebagai prosotan untuk meluncur ke kolam. Bagi pengunjung yang ingin menguji adrenalin, bisa mencoba terjun bebas dari atas tebing.

Obyek wisata air terjun ini buka mulai jam 07.00 pagi sampai 17.00 Waktu Indonesia bagian tengah (WITA). Obyek wisata ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, mulai dari tempat wisata kuliner seperti kafe dan juga restaurant serta penginapan. Pendengar, apabila anda sedang mencari destinasi liburan, Air terjun Aling-Aling bisa menjadi pilihan anda, tentu saja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sekian pesona indonesia kali ini, kita berjumpa kembali besok. Inilah Voice of Indonesia di Jakarta.

                      

01
January

Kue Meuseukat

Written by
Published in pesona indonesia

VOI PESONA INDONESIA Pesona Indonesia kali ini, memperkenalkan kepada anda Kue Meuseukat, Dodol Khas Aceh. Dodol adalah kuliner khas Indonesia yang pada umumnya terbuat dari tepung ketan, santan kelapa, gula merah dan garam. Setiap daerah di Indonesia punya ciri khas dodolnya masing-masing. Di Aceh, terdapat kuliner dodol berwarna kuning yang dikenal dengan nama Meuseukat. Meuseukat berbentuk bundar besar, berwarna kuning keputihan. Sementara teksturnya halus dan kenyal. Berbeda dengan bentuk dodol pada umumnya, kuliner ini  diberi ukiran yang membuatnya makin menarik.

Meuseukat terbuat dari campuran tepung terigu, air, gula, mentega, nanas, dan air jeruk. Awalnya nanas dan jeruk akan disaring terlebih dahulu agar halus dan tidak berserat dalam adonan. Lalu, adonan tepung terigu dan mentega ditambahkan ke dalam air gula. Adonan dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk dengan sendok kayu, selama minimal dua jam. Bila telah matang, meuseukat dibentuk dengan beragam bentuk hiasan, seperti bunga mawar, bunga melati dan pintu rumah Aceh. Kuliner khas Aceh ini punya cita rasa manis dan legit.

Bagi masyarakat Aceh, meuseukat memiliki kedudukan paling tinggi atau utama diantara kue tradisional lainnya. Meuseukat dikatakan sebagai "ulee" atau "kepala" kue dalam bahasa Aceh.
Karenanya, meuseukat lebih banyak disajikan dalam hari-hari besar untuk menyambut kedatangan tamu. Misalnya perayaan Idul Adha dan Idul Fitri.  Meuseukat juga menjadi kue hantaran dari pengantin wanita (dara baro) ke pengantin pria (linto baro) sebagai balasan seserahan pada upacara pernikahan masyarakat Aceh. Bagi masyarakat Aceh, Meuseukat punya makna filosofis yang mendalam
. Warna kuning keputian melambangkan kejernihan hati masyarakat Aceh yang sangat memuliakan tamu, baik dalam berperilaku maupun saat menyajikan makanan. Kini, di Aceh juga banyak yang menjual meuseukat berbentuk kotak kecil. Bahkan terdapat pula meuseukat tanpa hiasan dengan bentuk silinder panjang seperti umumnya dodol. Meuseukat dalam bentuk kecil ini sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh.

28
December

VOI PESONA INDONESIA Pantai Karang Bolong Kebumen merupakan salah satu objek wisata yang cukup populer di kawasan Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena kawasan pantai ini  memiliki panorama pantai yang unik dengan batuan karang yang berlubang ditengahnya.

Di sisi lain, Pantai Karang Bolong Kebumen memiliki pasir hitam campuran, ada yang halus dan kasar. Pasir pantainya cukup luas untuk menutupi bagian tepi pantai sehingga kontur dari pantai ini menjadi landai. Batas pantai berupa perbukitan dan kelompok batuan unik, membuat keindahan yang ada semakin menawan.

ada begitu bayak aktivitas seru lainnya yang bisa dilakukan pengunjung pada saat berada di kawasan wisata pantai ini. Salah satunya  adalah bersepeda dan memancing.

Di pantai ini juga terdapat sebuah goa yang terkenal akan sarang burung waletnya. Goa tersebut dinamai Goa Karang Bolong yang letaknya berada di sisi timur pantai. Gua ini cukup luas dengan panjang mencapai 30 meter dan lebar sekitar 10 meter.

Ada sebuah ritual khusus yang perlu dilakukan bila hendak memanen sarang walet yang ada di goa ini.

Pantai Karang bolong Kebumen berada di Desa Karang bolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Bagi pengunjung yang memulai perjalan dari kota Yogyakarta dapat mengikuti Jalan Daendels hingga mendapati penujuk arah menuju pantai Suwuk. Selanjutnya ikutilah jalan ini hingga ke Alun Alun Karangbolong.

Dari alun alun lanjutkan perjalanan mengikuti jalan kemudian ambil jalur kanan pada saat menjumpai pertigaan. Ikuti jalan ini sampai menemukan lokasi pantai Karang Bolong Kebumen.

Harga tiket masuk pantai Karang Bolong Kebumen adalah sebesar Rp 5.000 saja. Kemudian, tarif parkir untuk motor sebesar Rp 5.000 dan untuk mobil sebesar Rp 10.000.

Fasilitas pantai ini juga sudah cukup lengkap mulai dari tempat parkir, tempat makan, gazebo untuk beristirahat, kamar mandi, hingga tempat beribadah.

27
December

VOI PESONA INDONESIA Di Belitung terdapat makanan lokal khas yang sangat populer di masyarakat lokal maupun para wisatawan, yaitu Berego. Tampak sekilas Berego memang seperti lontong, tetapi sebetulnya sangat berbeda. Jika lontong terbuat dari beras aron yang dibungkus daun pisang dan berbentuk lonjong, maka walaupun sama-sama berbentuk lonjong tetapi Berego terbuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu. Kedua jenis tepung tersebut dicampur lalu dituang dalam wadah plastik atau anyaman, lalu dikukus hingga matang. Setelah matang, lembaran-lembaran campuran tepung digulung hingga berbentuk lonjong panjang berwarna putih. Setelah itu Berego di kukus hingga matang. Setelah matang tekstur Berego akan kenyal dan padat

 

Berego merupakan makanan khas Belitung yang selalu hadir pada saat perayaan atau acara besar. Tetapi sehari-hari, Berego biasanya disajikan dalam bentuk potongan bulat-bulat, sama dengan potongan lontong. Potongan itu kemudian disiram dengan kuah kari ikan yang sangat nikmat. Citarasa manis dan gurih ikan akan membuat Berego semakin nikmat.

 

Selain enak disantap bersama kuah kari ikan, Berego yang merupakan makanan pokok dan tidak bisa hadir sendiri tanpa lauk pendamping, juga nikmat disantap bersama laksa dan mie Belitung. Berego juga bisa dimakan bersama pilihan lainnya, yang banyak disukai adalah dengan gonggong atau bekicot, kuah santan dengan sayur atau kuah kacang.

 

walaupun terbuat dari bahan yang sederhana dan merupakan kuliner tradisional , tetapi Berego masih ada sampai sekarangBerego yang terkenal dengan rasa gurih dan tekstur kenyal dijamin membuat ketagihan. Bila Anda ke Belitung, anda wajib untuk mencicipi kuliner Berego ini, karena rasanya tidak akan lengkap, bila anda ke Belitung tanpa mencobanya.

25
December

Kue Poporcis

Written by
Published in pesona indonesia

VOI PESONA INDONESIA Untuk merayakan Natal, umat Kristiani di berbagai daerah di Indonesia jaug-jauh hari sudah memasang beragam hiasan natal, seperti pohon natal, lonceng, patung sinterklas dan berbagai hiasan natal lainnya. Selain menghias rumah dengan berbagai ornamen Natal, umat Kristiani di Indonesia juga menyiapkan beragam kuliner khas Natal. Seperti yang dilakukan umat Kristiani di ambon. Mereka membuat Kue poporcis. Bagi masyarakat Ambon, Natal terasa kurang lengkap, jika belum menghidangkan kue Poporcis.

 

kue Poporcis sebenarnya diadaptasi dari kue khas Belanda bernama kue poffertjes. Bentuknya seperti pancake namun berukuran lebih kecil, sehingga kerap disebut pancake mini. Kue ini terbuat dari tepung terigu, kuning telur, baking powder, susu cair, mentega, dan garam. Uniknya, labu kuning juga ditambahkan dalam adonan kue ini. Ketika akan disajikan, kue ini ditaburi gula halus. Selain gula halus, ada juga yang menambahkan seperti es krim, madu, atau parutan keju. Tesktur kuenya halus dan empuk, dengan cita rasanya manis. Meskipun bentuknya kecil, kue ini cukup mengenyangkan.

 

Bagi masyarakat Ambon, Kue poporcis merupakan kue wajib saat perayaan hari Natal. Kue ini biasa disantap di pagi hari bersama dengan keluarga. Selain itu, Kue ini juga biasanya dijadikan suguhan kepada para tamu ketika berkunjung. Tak heran jika hari Natal tiba, anda bisa menemukan kue poporcis di tiap rumah umat Kristiani di Ambon.

24
December

VOI PESONA INDONESIA  Museum Kota Batam Raja Ali Haji. Objek wisata di kota Batam ini baru dibuka 18 Desember lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-191 kota Batam. Pembukaan ditandai dengan pembukaan  tirai sketsa wajah Raja Isa bin Raja Ali atau Nong Isa oleh Walikota Batam Muhammad Rudi. Nong Isa adalah penerima mandat Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah dari Kesultanan Lingga, untuk memerintah kawasan Nongsa dan sekitarnya pada 18 Desember 1829. Pemerintahan Nong Isa itu menjadi tonggak lahirnya Kota Batam.

Museum Batam Raja Ali Haji berlokasi  di sekitar alun-alun kota, Dataran Engku Putri. Tak jauh dari pusat kota Batam. Museum ini memuat berbagai benda bersejarah dan foto peradaban kota kepulauan itu sejak masa Kerajaan Riau Lingga. Terdapat juga benda bersejarah pada waktu penjajahan Belanda, masuknya Tumenggung Abdul Jamal, Jepang, Kemerdekaan Indonesia. Selain itu di Museum ini juga ada berbagai benda benda bersejarah dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau, awal pengembangan Otorita Batam, kepemimpinan BJ Habibie, Kota Administratif hingga masuk sejarah Astaka, Khasanah Melayu, dan infrastruktur Batam sekarang.

Bekunjung ke Museum ini, anda juga akan melihat beragam benda koleksi budaya Melayu, sekaligus belajar budaya melayu. Ada Bangkeng yang menjadi wadah penyimpanan baju pengantin Melayu. Umurnya diperkirakan mencapai ratusan tahun. Ada pula Pahar. Biasanya, Pahar digunakan untuk menyajikan hidangan. Bentuknya khas, lengkap dengan kakinya. Lalu ada Semberit, yaitu tempat hidangan berkaki dengan ukuran kecil. Koleksi museum berupa peralatan makan ala Melayu juga lengkap. Ada koleksi SangganTalam, dan Sangku. Sangku adalah tempat mencuci tangan. Koleksi lainnya adalah Tepak Sirih lengkap dengan Kacipnya. Kacip ini digunakan untuk membelah pinang. Tepak Sirih semakin lengkap dengan Cembul tempat pinang, Gambir, Kapur, dan Tembakau. Ada juga Keto sebagai tempat membuang sisa makan sirih. Sebagai alasnya, Tepak Sirih dilengkapi dengan Puan. Ada pula Kaki Dian, tempat untuk meletakan lilin ini berasal dari zaman Riau-Lingga. Lalu, koleksi lainnya berupa Embat-Embat yang menjadi tempat air wangi. Ada juga Kupi yang notabene tempat penyimpanan peralatan menjahit. Tertarik melihat beragam koleksi ini, mari kunjungilah Museum Batam Raja Ali Haji.

23
December

VOI PESONA INDONESIA Pulau Sulawesi memiliki banyak potensi tempat wisata menarik yang patut untuk anda kunjungi. Salah satu tempat yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam khususnya wisata bahari adalah provinsi Sulawesi Tenggara. Keindahan Tempat Wisata bahari Sulawesi Tenggara ini dijamin membuat Anda terpana. Sebagai bangsa Indonesia layak bangga karena sebagai negara maritime, Indonesia banyak memiliki surga bawah laut paling indah di dunia. Surga bawah laut tersebut salah satunya dikenal dengan Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Wakatobi yang mulai dijadikan Taman Nasional pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, memiliki keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Keindahan dan kekayaan kawasan Taman Nasional Wakatobi sebenarnya sudah terkenal di mancanegara. Terutama setelah adanya Ekspedisi Wallacea dari Inggris tahun 1995. Dari hasil penelitian Ekspedisi tersebut ditemukan bahwa kawasan Sulawesi Tenggara ini memang kaya akan spesies koral.

Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasional yang ada di Indonesia yang terletak di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Wakatobi ditetapkan secara sebagai Taman Nasional ditetapkan secara resmi pada tahun 2002, dengan total area 1,39 juta hektar. Kekayaan yang dimiliki Wakatobi adalah keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut yang memiliki 25 buah gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki ragam spesies ikan. Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis seperti ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias. 

Wakatobi sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari gugusan pulau yang mengitarinya di antaranya ada Wangi-Wangi (Wa), Kaledupa (Ka), Tomia (To) dan Binongko (Bi). Semua pulau tersebut dapat di kunjungi oleh para wisatawan, Di Wakatobi, terdapat juga tiga jenis penyu yang sering mendarat di pulau-pulau yang ada di taman nasional yaitu penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu lekang. Bagi para wisatawan yang menyukai keindahan alam bawah laut dapat melakukan beberapa kegiatan di Taman Nasional Wakatobi, seperti menyelam, snorkeling dan berenang untuk melihat gugusan terumbu karang yang indah dan berbagai hewan bawah laut dan juga menyaksikan berbagai kebudayaan masyarakat setempat. Jika Anda tidak bisa menyelam, Anda dapat melihat lumba-lumba yang muncul di atas permukaan. Tempat terbaiknya melihat lumba-lumba adalah di Pelabuhan Mola Raya yang bisa dicapai dalam waktu 20 menit saja. Anda bisa menggunakan perahu sewaan dari Kota Wanci, Wangi-Wangi. Fasilitas yang dimiliki ini juga cukup lengkap, mulai dari fasilitas jalan yang memadai hingga taksi yang lumayan jumlahnya. Tempat makannya juga tergolong bersih dan penginapan di sekitar harganya terjangkau. Untuk mencapai Wakatobi, kita dapat menggunakan pesawat terbang berangkat dari Jakarta menuju ibukota provinsi Kendari. Kemudian lanjutkan ke bandara Wakatobi. Namun, penerbangan hanya dilakukan dua kali seminggu saja.Jika menggunakan transportasi laut, maka kita harus melalu pelabuhan di Makassar, Sulawesi Selatan. Ada sarana kapal penumpang besar menuju Wakatobi. Sedangkan jika yang suka berpetualang jalur darat, bisa berangkat dari Makassar menggunakan bus atau mobil, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kolaka, dan berakhir ke Kendari. Dari Kendari kemudian menyeberang dengan kapal regular menuju Wakatobi.



22
December

VOI PESONA INDONESIA Kali ini, akan memperkenalkan kepada anda objek wisata “Goa Jatijajar”, salah satu destinasi unggulan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Goa ini terletak di kawasan pegunungan kapur yang membentang di sisi selatan Kecamatan Gombong, Kebumen, tepatnya berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Jarak goa dari Kota Kebumen sekitar 32 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam. Tiket masuknya sebesar Rp. 12.500,- per orang dengan tarif parkir Rp. 5000,- untuk mobil dan Rp. 2000,- untuk motor.

Gua Jatijajar ini memiliki panjang 250 meter, tinggi 12 meter, lebar 15 meter dan berada di ketinggian 50 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Menjelang masuk kawasan Gua, terdapat logo fosil dinasaurus. Ada pula patung raksasa dinosaurus yang mengeluarkan air menjelang sampai mulut goa. Masuk ke dalam goa, anda akan melihat pesona keindahan stalagmit dan stalagtit yang menggantung di dinding dan di lantai gua. Selain stalagtit dan stalagmit, terdapat pula banyak tiang kapur. Fenomena tiang kapur itu merupakan pertemuan stalagtit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun.

Ada pula beberapa sendang atau kolam di dalam Goa Jatijajar yang menjadi sumber aliran sungai. Terdapat empat sendang yaitu sendang Puser Bumi, Sendang jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Air di keempat sendang itu juga dipercaya memiliki khasiat masing-masing. Air Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor dipercaya dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sementara Sendang Mawar dipercaya dapat membuat seseorang awet muda jika mandi atau mencuci muka disana. Sedang Sendang Kantil, konon dipercaya jika seseorang mandi atau mencuci muka di sana, niat dan cita-citanya akan mudah tercapai.

Goa Jatijajar juga tidak lepas dari legenda Raden Kamandaka – Lutung Kasarung. Cerita ini memang khas Jawa Barat karena berasal dari Kerajaan Padjajaran. Karenanya, Gua ini juga dipercantik dengan 8 diorama dan 32 patung yang mengisahkan legenda Raden Kamandaka Putera Mahkota dari Kerajaan Pajajaran atau dikenal Lutung Kasarung dengan versi cerita rakyat Jawa Tengah. Patung-patung ini juga diberi lampu-lampu dan terlihat lebih estetik. Sepanjang jalan gua juga dilengkapi penerangan. Saat di dalam gua Anda perlu hati-hati karena cukup licin. Setelah menikmati gua, Anda bisa mengunjungi taman labirin untuk bersantai. Disana juga terdapat tempat main anak-anak. Fasilitas lain yang tersedia adalah toilet, mushola, tempat makan dan parkir.

21
December

VOI PESONA INDONESIA Papua Barat tak hanya Raja Ampat. Ada banyak destinasi yang mengagumkan dari ujung barat Papua. Provinsi yang beribukota di Manokwari ini punya deretan tempat wisata yang tidak kalah sama Papua. Salah satunya adalah Danau Framu, surga tersembunyi di Papua.

Tak banyak yang mengetahui keberadaan danau ini. Selain karena lokasinya di Papua, danau ini juga berada di tengah hutan.

Danau Framu terletak di dalam hutan. Dari jalan utama menuju danau Framu anda harus jalan kaki sekitar 10 hingga 15 menit menyusuri hutan kecil Papua Barat yang didominasi dengan tumbuhan semak belukar. Di antara rerimbunan semak belukar itulah danau yang didominasi warna biru toska ini berada.

Danau indah ini begitu bersih karena orang Papua asli alias penduduk lokal menjaganya. Danau Ayamura menyimpan banyak ikan yang sering diambil oleh penduduk setempat untuk makan sehari-hari. Karena memberi manfaat, maka penduduk lokal merawat danau ini.

Meski indah luar biasa, namun hati-hati jika ingin berenang di danau ini. Airnya yang tenang pertanda bahwa danau ini cukup dalam. Katanya kedalaman danau ini bisa mencapai 6 meter. Namun, anda dapat berenang di tepian danau atau sekedar menceburkan kaki dan berjalan di bebatuan yang jelas terlihat dari pinggir danau.

Danau Framu adalah bagian dari Danau Ayamaru yang terletak di Kota Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, sekitar 216 kilometer arah barat dari Kota Sorong. Dari kota Sorong menuju Ayamaru bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum selama 4 hingga 5 jam perjalanan.

Jalan menuju Danau Framu lumayan sulit karena tidak semua rutenya melalui jalan raya beraspal mulus. Hampir semua jalannya merupakan jalan kecil dan bergelombang serta berbatu. Kondisi jalan yang seperti inilah yang membuat Danau Framu tak sering dijamah oleh para pengunjung.

Page 8 of 39