pesona indonesia

pesona indonesia (541)

30
November

Ngobeng adalah tradisi menghidangkan makanan dalam kegiatan adat Palembang, seperti dalam acara pernikahan, khitanan, syukuran, dan perayaan hari-hari keagamaan.

Tradisi ini diperkirakan dimulai pada era Kesultanan Palembang Darussalam dan merupakan tradisi Islam yang telah terasimilasi dengan budaya lokal, yakni makan bersama menggunakan tangan secara langsung sambil duduk bersila sesuai sunnah Nabi Muhammad.

secara teknis, ngobeng dilakukan dengan mengoper hidangan ke tempat makan yang dilapisi taplak meja. Mengoper tersebut bertujuan agar makanan segera tiba dan meringankan orang yang membawanya.  Ada orang yang bertugas membawa baskom atau ceret berisi air untuk tamu mencuci tangan. Sebab, tamu makan tanpa menggunakan sendok.

Satu hidangan dalam ngobeng ditujukan bagi delapan orang agar hadirin tetap dapat menjangkau sajian yang telah dihidangkan penyelenggara acara. Sajian makanan dalam ngobeng berupa iwak (lauk), pulur (sayur, sambal, dan buah-buahan), serta nasi putih atau nasi minyak yang dihidangkan di dalam dulang yang diletakkan di tengah-tengah hidangan.

tradisi ngobeng sudah mulai jarang dilakukan dan masyarakat Palembang, terutama muda-mudinya, tidak begitu mengenal tradisi ini karena penyajian makanan dalam berbagai acara di Palembang semakin tergantikan dengan metode prasmanan.

29
November

Dalam bahasa Sunda, bubuy berarti   memasak dalam bara sekam. Jadi bubuy hayam atau bubuy ayam adalah ayam yang dimasak dalam bara sekam selama enam jam. Kunci dari cita rasa bubuy ayam ini terletak pada rempah-rempah dan bumbu-bumbunya. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan kemiri, semuanya itu ditumbuk halus dan dicampur dengan telur ayam kampung agar menambah cita rasa. Kemudian sebagian bumbu halus tersebut dibalurkan ke kulit ayam agar meresap sempurna. Sisa bumbu tadi ditambah daun kemangi, lengkuas dan serai dan dimasukkan ke dalam perut ayam. Setelah itu ayam  kemudian dibungkus dengan daun pisang yang berlapis-lapis agar pada waktu di masak dalam sekam isinya tidak bocor keluar. Ayam yang sudah dibungkus kemudian dimasak dengan cara dikubur dalam bara sekam selama 6 jam. Setelah 6 jam biasanya aroma bubuy hayam sudah tercium dan daging ayam sudah lunak. Bubuy ayam yang sudah masak biasanya diambil dengan menggunakan sendok semen, karena panasnya. Apabila hendak membeli bubuy hayam sebagai oleh-oleh, anda harus pesan dulu sehari sebelumnya. Untuk 1 ekor bubuy ayam anda cukup membayar Rp. 130.000, harga yang sepadan dengan bahan yang berkualitas dan pembuatannya yang terbilang rumit .

proses memasak dengan cara dibubuy ini selain membuat bumbu jadi lebih meresap, makanan juga jadi lebih menyehatkan. Sekam yang digunakan untuk mengubur ayam yang sudah dibungkus daun adalah gabah sisa panen padi dan serbuk kayu. Sekam sudah dijadikan abu terlebih dahulu agar panasnya bisa tersebar dengan merata. Pada waktu menghidangkan, bungkusan bubuy ayam diletakkan di atas nampan, daun pisang kemudian digunting dan dibuang bagian yang gosong. Bubuy ayam yang sudah matang ini, berwarna kuning dan dagingnya sangat lunak, bahkan kalau diambil tulangnya bisa langsung lepas. Biasanya bubuy hayam ini disuguhkan dengan nasi putih, lalapan timun, daun tespong dan tahu tempe goreng. Karena bubuy ayam ini tidak pedas maka dapat ditambahkan sambal dadak dan sambal tomat .

apabila anda sedang berada di Subang, anda harus mencoba bubuy ayam yang menjadi kuliner legendaris khas Subang ini. Selain bubuy ayam ini menyehatkan, rasanya juga dijamin membuat anda ketagihan . Pendengar demikian Pesona Indonesia hari ini, kita berjumpa lagi besok.

24
November

Sebagai negara maritim, masyarakat Indonesia mengenal beragam metode penangkapan ikan. Ada yang memancing, menjala, menombak ikan hingga membuat lingkaran di laut. Metode dengan dengan cara membuat lingkaran ini merupakan tradisi suku Kei yang tinggal di Kabupaten Maluku dan Kota Tual. Tradisi turun temurun ini pun hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat dan kini menjadi daya tarik wisata.

Wer Warat atau tarik tali adalah tradisi menangkap ikan dengan cara tradisional dari masyarakat suku Kei dengan memanfaatkan rotan yang dililitkan janur kuning kelapa. Rotan yang sudah dililit janur kuning kelapa akan dibentangkan di laut oleh kelompok warga, kemudian bentangan tersebut ditarik ke arah darat hingga membentuk lingkaran.
Dari lingkaran tersebut, warga membentuknya menjadi lingkaran kecil
untuk mengarahkan ikan yang berada dalam lingkaran masuk kedalam satu tempat yang disebut sero yaitu tempat warga akan mengambil ikan.

ikan yang didapatkan dari Tradisi Wer Warat, akan dikumpulkan dan kemudian dibagi ke masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Tradisi ini baru saja dilakukan oleh masyarakat Desa Wisata Soinrat , Kecamatan Kei Besar pada 12 dan 13 November kemarin di pulau Karodi. Masyarakat di Ohoi Soinrat sendiri telah mempersiapkan Wer Warat ini selama kurang lebih 3 minggu. Semua material yang digunakan pun merupakan bahan alami yang diperoleh dari hutan. Mulai dari rotan, kayu penyangga, bambu, tali hutan, dan lain-lain.



23
November

Danau Linow berlokasi di Kabupaten Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara. Banyak orang yang menyebut bahwa danau ini menjadi surga yang tersembunyi di Tomohon.

Danau ini memiliki kandungan kadar belerang yang sangat tinggi. Kadar belerang tinggi tersebut membuat warna di danau selalu berubah-ubah. Itulah yang membuat danau ini terlihat bercahaya. 

kata Linow dari Danau Linow berasal dari Bahasa Minahasa. Linow berasal dari kata Lilinowan yang memiliki arti tempat berkumpulnya air. Warna yang berubah-ubah dari hijau, biru, dan kuning kecoklatan akan membuat setiap pengunjung yang datang takjub melihat keelokan tersebut.

Objek wisata ini memiliki keindahan yang luar biasa. Karakteristik air dari Danau Linow yang unik dan memiliki banyak warna membuat para wisatawan yang datang terkagum-kagum karenanya. Itulah mengapa tempat ini selalu ramai ketika liburan sekolah atau pun liburan nasional tiba.

jalan dan rute menuju Danau Linow cukup mudah. Jika Anda datang dari Bandara Sam Ratulangi, Anda bisa menggunakan transportasi umum untuk menuju Kota Tomohon. Danau ini berjarak antara 37 km dari kota Tomohon.

Harga tiket masuk dari Danau Linow pun terbilang cukup murah. Anda hanya perlu membayar 25.000 rupiah untuk memasuki kawasan ini.

18
November

Pulau Koaba

Written by
Published in pesona indonesia

VOI PESONA INDONESIA Nusa Tenggara Timur merupakan surga bagi para pecinta alam, keanekargaman hayati dan kedamaian dengan suguhan surga dunia yang membentang dari udara, darat hingga dasar lautnya yang merupakan impian semua orang hingga mampu menarik perhatian turis mancanegara karena pesona alam dan sejuta keanekaragaman hayati yang ditawarkan salah satu propinsi paling eksotis di Indonesia Timur ini. Manggarai Barat juga merupakan wilayah yang menyuguhkan deretan wisata eksotis salah satunya yaitu Pulau Koaba atau juga dikenal dengan pulau kalong yang berlokasi tidak jauh dari Taman Nasional Komodo yang masuk dalam 7 keajaiban dunia dan merupakan habitat besar bagi para kelelawar raksasa atau disebut juga kalong yang menghuni deretan pohon eksotis di dalam pulau tersebut.

Lokasi detail wisata ini terletak di Kabupaten Manggarai tepatnya di kawasan hutan lindung Mbeliling di Labuan Bajo. Untuk sampai di pulau dengan ribuan kelelawar buah ini, Anda akan disuguhkan pemandangan eksotis. Apabila anda berangkat menggunakan pesawat, dapat turun di bandara terdekat atau disarankan turun di Denpasar. Dari Bali Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan naik kapal Feri jarak jauh selama kurang lebih 4 sampai 5 jam ke Nusa Tenggara Timur. Sesampai di sana, naik bis umum ke pelabuhan Labuan Bajo lalu dilanjut dengan speedboat atau kano menuju Pulau Koaba sejuah 8 km atau memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan air. Memang aga jauh namun sesampainya disana Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. 

Pulau kecil dengan rimbunan hutan lebat dan dikelilingi air biru laut yang berisikan jutaan satwa dan tumbuhan laut ini merupakan rumah bagi ribuan kelelawar besar atau kalong yang pada siang hari bertengger di pepohonan dan berkeliaran pada petang hingga malam hari untuk berburu. Meskipun dihuni ribuan kelelawar, banyak pengunjung mengatakan sedikit susah bertemu dengan kelelawar karena kehidupan malam para nocturnal itu yang sulit dijelajahi. Namun, anda dapat mencoba untuk melihat sekitar pukul 6 petang. Tidak ada fasilitas penginapan di pulau ini jadi sangat disarankan bagi Anda untuk menikmati beberapa spot diving di wilayah pulau tersebut sambil menunggu munculnya sang makhluk malam. Pengelola wisata di dekat pelabuhan tentu telah menyediakan sewa masker, fin, pelampung, tabung gas hingga pakaian menyelam dan renang. Menghabiskan waktu di kawasan wisata alam seperti Pulau Koaba ini merupakan pilihan paling tepat untuk dapat melihat langsung kebesaran Tuhan yang memberikan keistimewaan bagi Indonesia dengan beragam budaya, pesona alam dan keanekaragaman hayati.

17
November

VOI PESONA INDONESIA  Wanawisata Kampung Rahong. Area wanawisata Kampung Rahong seluas 4,5 hektar dan terbagi dalam enam klaster berbeda. Setiap klaster punya aktivitas unggulan. Kawasan Hutan Pinus Rahong misalnya, ada beberapa permainan. Seperti paint ball, flying fox. Ada juga fun game yang harganya tergantung pada permintaan permainan masing-masing pengunjung. Hutan Pinus Rahong digunakan untuk area camping ground. Tarif per malamnya yakni Rp 20.000 per orang. Harga tersebut belum termasuk harga tiket masuk senilai Rp 5.000.

Klaster Datar Pinus khusus untuk kegiatan camping. Ada dua jenis kegiatan camping yang bisa dilakukan, yakni camping seperti biasa dengan tenda dome bersama keluarga. Kedua adalah camping dengan kendaraan yang bisa dibawa masuk ke dalam area atau Jeep Camp.

Selanjutnya adalah Wisata Alam Singkur. Klaster ini terletak di pinggir Sungai Palayangan. Disini anda bisa menggunakan ban menelusuri derasnya air Sungai Palayangan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 90.000 per orang tergantung jumlah orang yang ikut serta fasilitas dan jarak yang ditempuh. Selain itu ada juga kegiatan rafting, dalam satu paket rafting sudah termasuk konsumsi, alat pengaman, pemandu, asuransi, dan transportasi lokal. Jika ingin memacu adrenalin tapi tidak mau basah-basahan, ada paket offroad seharga Rp 200.000 per orang. Dengan rute Gambung – Situ Cileunca atau Gunung Tilu – Warnasari, Situ Cileunca. Selain menikmati segarnya air Sungai Palayangan, anda juga bisa berjalan-jalan di hutan pinus yang ada di sekitar area sungai.
Selanjutnya ada klaster Bukit Rahong. Biasanya klaster ini dimanfaatkan hanya untuk area berswafoto saja. Ada bebeapa instalasi spot foto yang disiapkan pengelola. Bagi anda yang ingin menginap, namun tak ingin menginap dengan tenda, anda juga bisa memilih beberapa kabin yang tersebar di klaster Wisata Alam Singkur dan Wisata Kampung Singkur. Di Wisata Alam Singkur, ada beberapa kabin sederhana dengan harga yang cukup terjangkau. Kabin kecil dari bambu tersebut dihargai sekitar Rp 250.000 per malamnya. Jika ingin menginap dalam jumlah besar, ada juga kabin besar dengan harga sekitar Rp 1,5 juta per malam. Namun kabin tersebut bisa menampung hingga 20 orang dengan fasilitas lengkap berupa toilet, televisi, audio karaoke, hingga sarapan. Selain area camping, Wisata Kampung Singkur juga punya fasilitas penginapan semacam glampingyaituglamour camping. Harganya sekitar Rp 600.000 per unit untuk kapasitas empat orang.




16
November

VOI PESONA INDONESIA Mungkin tak banyak yang tahu atau bahkan mendengar tentang sebuah gua yang berada di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan yang bernama Gua Haji Mangku. Gua yang terletak sekitar puluhan meter dari bibir pantai utara Pulau Maratua ini mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan sekitar 3 tahun belakangan ini.

Berdasarkan namanya, gua ini ditemukan oleh seseorang yang bernama Haji Mangku. Dari beberapa macam tipikal gua sejenis yang terdapat di Maratua, Gua Haji Mangku merupakan salah satunya yang paling mudah diakses.

lokasi gua ini berada di tengah-tengah hutan yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun. Dimulai dengan trekking ringan melewati hutan kecil, pengunjung harus lebih ekstra hati-hati dalam memilih pijakan karena jalurnya yang berkarang tajam.

Sesampainya di lokasi, setelah berjalan melewati pepohonan rindang, pengunjung akan disambut oleh bibir gua yang membentuk seperti kolam alami, memanjang dengan airnya yang jernih berwarna kebiru-biruan. Untuk memasuki gua berair payau ini, ada dua cara yaitu, loncat terjun langsung dari atas gua atau masuk dari mulut gua yang setengahnya sudah tertutupi air.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Gua Haji Mangku adalah di siang hari, karena pada saat itu cahaya matahari akan masuk menyinari gua dan bahkan menembus hingga ke bagian dalam gua. Penampakan airnya pun akan terlihat lebih biru jika dibandingkan datang pada saat sore hari ketika matahari sudah hampir tenggelam. Air dalam gua ini berasa asin karena lorong dalam gua tersebut tembus sampai ke laut.

di tempat wisata ini belum terdapat fasilitas penunjang bagi para pengunjung, seperti toilet, ruang ganti baju, warung makanan ataupun yang lainnya. Sehingga, sangat disarankan pengunjung membawa bekal makanan dan minuman ringan yang dibeli di Maratua sebelumnya.

Bagi yang ingin snorkeling, free-diving ataupun cave diving di lokasi gua, jangan lupa untuk membawa alat-alatnya, karena di sekitar gua belum terdapat penyewaan alat untuk snorkeling ataupun diving.

15
November

VOI PESONA INDONESIA Hari ini kami akan memperkenalkan kepada anda tempat wisata yang tergolong baru di Yogyakarta. Dengan memanfaatkan aliran kali Opak dan bebatuan di pinggir kali yang mirip dengan Grand Canyon di Arizona, membuat tempat wisata ini sangat diminati. Tempat ini diberi nama Taman Wisata Watu Kapal. Dinamakan demikian karena diantara bebatuan itu ada salah satu batunya berbentuk mirip kapal

di Taman Wisata Watu Kapal ini pengunjung bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti river tubing atau susur sungai dan loncat dari ketinggian. Untuk melakukan ini semua tentu saja syaratnya harus bisa berenang dan mempunyai nyali yang besar. Bentuk tebing yang khas, air sungai yang berwarna kehijauan, jernih dan bersih ditambah dengan tanaman alami di atas tebing membuat perpaduan warnanya sangat pas dan cantik sekali. Selain itu udaranya sangat sejuk, pepohonan yang rindang menjadi satu kesatuan pemandangan alam yang menyegarkan. Tidak lengkap rasanya kalau kita berkunjung di tempat ini tanpa mengabadikan saat-saat yang indah di sana. Banyak spot foto menjanjikan yang bisa dimanfaatkan untuk foto bersama maupun selfie.

lokasi Tempat Wisata Watu Kapal ini berada di Dusun Klenggotan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Lokasi ini berjarak kurang lebih 13 kilometer dari pusat Jogja ke arah jalan Wonosari dan membutuhkan waktu sekitar 25 menit perjalanan. Karena tempat ini masih tergolong baru sebagai tempat wisata, maka pengelola belum memberlakukan tiket masuk.

apabila anda sedang berada di Yogyakarta, carilah waktu untuk mengunjungi Taman Wisata Batu Kapal, sebuah tempat wisata baru di Jogja yang menyuguhkan tebing dengan arsitektur khas yang alami yang dibuat langsung oleh alam dan untuk dinikmati oleh manusia. Oleh karena itu pada waktu berkunjung ke tempat ini pastikan untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

13
November

Tradisi Neres

Written by
Published in pesona indonesia

VOI PESONA INDONESIA 5 November lalu, ratusan ibu-ibu turun ke sungai Cimadur yang berada di sisi utara Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten. Mereka melakukan mandi bersama untuk menjalankan tradisi Seren Taun Kasepuhan Ciusul, Citorek yang dilaksanakan satu tahun sekali. Mandi bersama yang dilakukan oleh kaum perempuan tersebut disebut tradisi Neres. Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun dan terus dilestarikan hingga saat ini. Tidak hanya sebagai ritual semata, Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata di Kasepuhan Ciusul.

Tradisi Neres merupakan bagian dari rangkaian upacara Seren Taun yang digelar sebagai bentuk syukur setelah panen raya selesai. Neres adalah ritual yang dilakukan untuk menghilangkan penyakit yang merugikan, seperti menyebarnya wabah penyakit, paceklik, setiap menanam padi atau pepohonan yang hasilnya tidak bagus. Selain mandi, dalam Tradisi Neres, para perempuan juga membawa perkakas yang biasa dipakai sehari-hari untuk dibersihkan.  Mereka berasal dari kampung di dalam Kasepuhan Ciusul. Dalam tradisi Neres, tidak semua perempuan boleh ikut, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi, di antaranya sedang tidak dalam masa haid. Menariknya, Tradisi Neres juga memakai unsur alam untuk mandi, misalnya, shampo menggunakan batang padi atau jerami yang dibakar.

Selain tradisi Neres, masyarakat Kasepuhan Ciusul punya beragam daya tarik wisata lainnya. Untuk wisata alam, ada pesona negeri di atas awan Gunung Luhur. Wisata budayanya pun sangat beragam. Untuk mengenal budaya setempat, anda bisa berkeliling kasepuhan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Ciusul Citorek, adalah saat kasepuhan tengah menggelar panen raya dan seren taun. Saat itu wisatawan akan disuguhi berbagai atraksi budaya dan tradisi.

11
November

VOI PESONA INDONESIA Pesona batuan berlubang dengan pantai yang memiliki keindahan alam yang unik ini wajib anda kunjungi saat memilih berlibur ke daerah Sukabumi. Pantai Karang Hawu yang terletak di daerah Sukabumi Jawa Barat ini memiliki keindahan khas panorama alam yang unik dan eksotis. Pantai ini menjadi salah satu pantai yang terkenal di daerah Sukabumi dengan keindahan khas tebing yang menjorok ke laut. Selain itu pantai ini memiliki cerita mistis yang telah terkenal dan diakui oleh warga sekitar. Jika anda datang dan berlibur ke lokasi ini, anda akan disuguhkan pemandangan yang indah, berupa hamparan pasir yang lembut dengan warna kecoklatan, udara yang sejuk serta deburan ombak besar yang menghantam tebing semakin menambah pesona keindahan Pantai Karang Hawu ini.

Menurut cerita masyarakat sekitar, pantai ini diberi nama Karang Hawu karena terdapat lubang-lubang pada tebing atau batu karang sehingga akan tampak seperti tungku. “Hawu” yang dalam bahasa sunda berarti tungku. Karena itulah pantai ini dinamai dengan Karang Hawu. Selain itu, pantai ini juga terkenal dengan mitosnya yang konon katanya tebing yang menjorok ke laut itu merupakan singgah sana Nyai Roro Kidul sang Penguasa Laut Selatan. Konon masyarakat sekitar percaya bahwa pantai ini menjadi tempat favorit Sang Penguasa Laut Selatan. Panjang garis pantai ini mencapai 4 kilometer. Apabila anda berada pada puncak bukit, anda dapat menikmati pemandangan Pantai Karang Hawu dengan jelas. Panorama laut lepas hingga ombak besar yang menghantam batu karang menjadi pemandangan yang sangat indah disini. Anda juga dapat menyaksikan lubang-lubang yang terbentuk di pantai ini yang sekilas terlihat seperti tungku. Uniknya lagi di lokasi ini terdapat sebuah jembatan sederhana yang terbuat dari bambu, sehingga anda dapat berjalan melewati aliran air laut menuju ke bagian ujung karang yang satunya.

Berjalan-jalan menyusuri pantai dengan sesekali bermain dengan hantaman ombak. Atau bahkan duduk-duduk dengan santai sambil menikmati deburan ombak serta menikmati sinar matahari menjadi aktivitas yang menyenang di pantai ini. Walaupun terlihat jelas ombak di pantai ini cukup besar, namun anda jangan khawatir karena pada sisi yang berpasir ombak yang terbentuk akan semakin mengecil. Bagi anda yang suka berselancar tidak ada salahnya untuk mencobanya di lokasi ini. Kawasan ini juga menyediakan penyewaan surfing. Pantai ini terletak di Desa Cikakak Kecamatan Cisolok Kbupaten Sukabumi, Jawa Barat dan dekat dengan kawasan wisata Pelabuhan Ratu kurang lebih sekitar 16 kilometer dari Pasar Ikan Pelabuhan Ratu. Akses untuk menuju lokasi ini cukuplah mudah karena anda dapat menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Bagi anda yang menggunakan kendaraan umum, anda dapat naik bus atau anggkutan umum dari Terminal Pelabuhan Ratu dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit. Apabila anda menggunakan kendaraan pribadi, anda dapat menyesuaikan dengan rute kendaraan umum untuk menuju lokasi ini.


Page 9 of 39