pesona indonesia

pesona indonesia (541)

04
July




Konawe Utara merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara. Konawe Utara dianugerahi wisata alam, budaya dan bahari yang banyak dikenal wisatawan. Misalnya pulau Labengki yang diklaim sebagai miniatur Raja Ampat, adalah salah satu tempat wisata di daerah ini yang sudah populer. Selain itu, wilayah ini juga memiliki tiga destinasi wisata favorit yang terdiri dari pemandian air panas Wawolesea, Pantai Taipa dan wisata Labengki yang disebut “Wisata Segitiga Berlian”. Kali ini kami akan membahas salah satu dari Wisata Segitiga Berlian, yaitu pemandian air panas Wawolesea.

 

Pemandian Air Panas Wawolesea terletak di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Permandian yang lebih dikenal dengan nama Wales ini begitu mudah dijangkau. Dari Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, jarak ke lokasi permandian sekitar 80 kilometer, dan 20 kilometer dari Kecamatan Wanggudu, ibukota Kabupaten Konawe Utara. Dari Kendari, objek wisata ini bisa ditempuh selama kurang lebih 2 jam menggunakan transportasi darat. Pemandian air panas ini berada di pegunungan kapur dengan ratusan mata air panas yang tak berhenti mengeluarkan air panas dari perut bumi. Keseluruhan kawasan wisata ini berwarna putih kapur dengan air sangat bening dan dikelilingi vegetasi pinus. Jika beruntung, anda bisa bertemu monyet, rusa, dan burung yang berkeliaran di hutan tersebut. Anda dapat memilih sendiri kadar air panas yang sesuai dengan keinginan anda. Tidak hanya berendam, anda juga bisa mendapat khasiat dari permandian ini, karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, air permandian ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, dikarenakan kandungan belerangnya yang cukup tinggi.

 

di bagian timur permandian, anda bisa menemukan batu menyerupai bagian belakang perahu yang terbalik. Menurut cerita rakyat sekitar, batu tersebut dikaitkan dengan sejarah kerajaan Wawolesea. Mitosnya Raja Wawolesea yang dikenal berani dan disegani, menikahi anaknya sendiri sehingga dikutuk menjadi batu berbentuk perahu. Dari atas batu ini, anda bisa memandang lautan lepas, dimana tampak Pulau Labengki dan pulau Bahulu. Objek wisata Pemandian Air Panas Wawolesea pun sudah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti kamar mandi, anjungan untuk tempat istirahat, rumah makan dan lapangan parkir.



19
June

VOI PESONA INDONESIA Sulawesi Selatan memang terkenal sebagai salah satu wilayah yang menyimpan segudang pesona alam yang memanjakan mata. Salah satunya adalah Taman Batu Karst Balocci, yang terletak di Balle Anging, Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Berkunjung ke Taman Batu Karst Balocci, sekilas anda hanya akan melihat deretan bebatuan hitam yang tampak berkumpul di suatu lokasi. Tetapi apabila memandang lebih dekat, anda akan menyadari bahwa bebatuan berwarna hitam legam ini kaya akan unsur seni di dalamnya. Ukurannya yang sangat besar dan tersebar luas di beberapa titik, berhasil memberikan kesan tersendiri dan tidak akan ditemukan di tempat lainnya. Anda tidak perlu khawatir, karena di sini pengunjung tidak hanya akan melihat bebatuan hitam saja, tetapi anda juga akan disambut dengan hamparan sawah yang memanjakan mata. Pesona daerah wisata ini semakin kuat terpancar ketika anda melewati sebuah jembatan kecil. Karena dari sana anda bisa melihat dengan jelas keelokan Taman Batu Karst Balocci ini. Berbagai ukuran batu berwarna hitam mulai dari yang kecil hingga berukuran super besar tampak menghiasi perbukitan ini dengan indahnya.

Daerah wisata Taman Batu Karst Balocci ini tidak sulit untuk dicapai. Apabila bertolak dari luar Sulawesi Selatan, anda hanya perlu 1 jam perjalanan dari   Bandara Udara Sultan Hasanuddin di Makasar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan dari perbatasan Makassar Maros, hanya perlu waktu kurang lebih 45 menit. Selain menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa naik angkutan kota yang disebut Pete Pete.

Selain menikmati semilir angin dan pemandangan sekitarnya, pesona Taman Batu Karst Balocci yang ditawarkan sungguh sangat indah, sehingga banyak pengunjung tertarik untuk mengabadikannya. Memanjat bebatuan dan menikmati keindahan dari sudut yang berbeda bisa menjadi aktivitas yang menguji adrenalin anda. Oleh karena itu jangan heran, jika sebagian pengunjung berlomba-lomba sampai di bagian puncaknya, demi melihat keindahan tersembunyi lainnya . Di taman Baru Karst Baloci ini anda   juga bisa mendirikan tenda untuk bermalam, yang akan menjamin anda akan merasa lebih dekat dengan alam. Karena lokasinya jauh dari pusat keramaian, maka pengunjung disarankan untuk membawa perbekalan yang cukup. Sekian Pesona Indonesia hari ini, kita berjumpa lagi besok. Inilah Voice of Indonesia di Jakarta.

16
June

Sego Penek

Written by
Published in pesona indonesia

 

VOI PESONA INDONESIA Berwisata  kuliner ke kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ada beragam kuliner khas yang menggoda selera. Sebut saja salah satunya Sego atau Sega Penek atau Nasi Penek. Sega penek adalah makanan khas dari daerah Purworejo bagian selatan, utamanya di Kecamatan Purwodadi.  Hingga saat ini, belum ada yang tahu persis kenapa makanan selezat itu dinamakan sego penek. Namun menurut cerita, kuliner khas itu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Bahkan masyarakat percaya jika sego penek kala itu menjadi asupan utama tentara Indonesia yang berjuang di wilayah selatan Purworejo.

Sego penek terdiri dari nasi 
dengan berbagai sayuran, seperti oseng pare dan nangka muda. Sebagai pelengkap, pembeli bisa memilih lauk daging ayam kampung atau jeroannya, tahu, tempe, telur bacem dan kemudian disiram dengan bumbu opor putih super kental yang terasa gurih dan manis. Sego penek amat nikmat jika disantap dengan sepiring nasi hangat. di Purworejo, tak banyak pedagang yang menjajakan Sego penek, namun anda bisa menjumpainya di Pasar Purwodadi, Pasar Jenar, Pasar Gesing dan beberapa penjual saat Bulan Ramadhan. Biasanya Sego penek dijual dari pagi hingga sore hari. Namun jika saat Ramadhan, sego Penek, baru dijajakan sore hari, sekitar pukul 3 sore. Harganya pun relatif terjangkau, dari 5 Ribu Rupiah hingga 20 ribu rupiah tergantung lauknya.

07
June

1 Juni lalu, Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2022. Upacara digelar di Lapangan Pancasila, Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Karena kota Ende lekat dengan kelahiran Pancasila. Tempat pengasingan Presiden pertama RI, Soekarno, ini merupakan lokasi lahirnya pemikiran dan gagasan tentang Pancasila, dasar negara Indonesia.  Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin, Jokowi mengenakan pakaian adat Ende, yakni Ragi Lambu Luka Lesu.

Dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin, Jokowi memakai baju kemeja putih, kemudian terdapat kain tenun yang diselempangkan di bahunya. Kain tenun berwarna merah itu memiliki corak khas Ende, dilengkapi dengan pinggiran berwarna hitam.  Untuk bawahannya, Jokowi memakai kain berwarna hitam dengan corak garis kuning. Sebagai pelengkap pakaian adat Ende itu, Jokowi mengenakan ikat kepala berbentuk runcing dengan warna oranye.  Tergantung sebuah kalung berbentuk lingkaran besar sebagai hiasan pelengkap baju adat Ende tersebut. 

Ragi Lambu-Luka Lesu merupakan baju adat pria di Ende, NTT, seperti yang dipakai Jokowi saat memimpin upacara Hari Pancasila. Mengutip berbagai sumber, ragi memiliki arti sarung, sedangkan lambu berarti baju. Ragi atau sarung sendiri terdiri dari dua tipe, yaitu ragi sura merupakan sarung dengan motif garis vertikal, dan ragi sura rembe atau mbao merupakan sarung bermotif garis horisontal. Ragi yang dipakai seseorang menunjukkan status dan kedudukan seseorang. Lambu atau baju, yang sering dikenakan oleh kaum pria, biasanya berwarnah putih polos. Dalam upacara dan tarian adat, para pria biasanya tidak mengenakan baju.  Ada pula yang hanya mengenakan singlet atau baju kaos putih oblong.  Sebagai pelengkap baju adat, ragi juga dilengkapi dengan luka atau selendang dan juga lesu (destar). Luka atau selendang itu dipakai menyilang dan dibuat dari bahan dari sarung yang dipakai wanita. Sedangkan lesu disebut juga ikat kepala.

02
June

(voinews.id)Kain endek Bali dijadikan suvenir khusus bagi delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022. GPDRR adalah pertemuan multi-stakeholders terbesar yang dikelola United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR).  Dalam perhelatan tersebut, tercatat ada sekitar 6.000 peserta yang akan hadir dari 138 negara. Nantinya, inovasi kain endek sebagai buah tangan GPDRR ini akan hadir dalam bentuk tas gail khas Bali dan masker.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berharap melalui perhelatan GPDRR, kain Endek Bali bisa lebih mendunia dan terpromosikan secara luas. 

Endek adalah kain tenun tradisional Bali yang sudah digunakan sejak zaman dahulu. Endek berasal dari kata gendekan atau ngendek yang berarti diam atau tetap atau tidak berubah warnanya. Bentuk kain endek terdiri dari sarung, kain panjang, dan selendang. Sarung endek biasanya digunakan oleh laki-laki. Sedangkan kain panjang dipakai oleh perempuan. Bentuk kain endek terdiri dari sarung, kain panjang, dan selendang. Sarung endek biasanya digunakan oleh laki-laki. Sedangkan kain panjang dipakai oleh perempuan. Kain endek memiliki ciri khas lewat corak, motif, warna yang digunakan. Setiap simbol dalam kain endek sarat akan makna tersendiri. Kain ini banyak digunakan dalam upacara adat dan keagamaan di Bali. Motif tertentu juga hanya boleh digunakan oleh raja atau bangsawan.


Beberapa motif yang dianggap sakral hanya boleh digunakan dalam acara keagamaan saja seperti motif patra dan encak saji. Motif ini menunjukkan rasa hormat kepada Sang Pencipta. Motif-motif yang bersumber dari alam seperti flora dan fauna biasanya digunakan dalam kegiatan sosial maupun aktivitas sehari-hari. Ada pula motif yang bersumber dari tokoh pewayangan mitologi Bali. Masyarakat Bali memproduksi kain endek dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Pengrajin kain endek bisa ditemui di kawasan Karangasem, Klungkung, Buleleng, dan Jembrana. Sejak Februari 2021 lalu, Masyarakat Bali mengenakan pakaian berbahan kain endek atau kain tenun tradisional itu setiap Selasa.Aturan tersebut diresmikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster untuk melindungi dan melestarikan tenun endek  sebagai warisan budaya kreatif masyarakat Pulau Dewata.

01
June





Keberadaan tanaman bakau sangatlah penting bagi lingkungan hidup karena mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai, penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2). Di Bali ada hutan bakau atau mangrove yang istimewa. Namanya mangrove conservation forest. Tempat ini istimewa karena akan menjadi salah satu destinasi bagi delegasi G20 dan menjadi contoh hutan mangrove dengan fasilitas layaknya destinasi wisata alam lainnya. Hutan mangrove yang berada di JL. By Pass Ngurah Rai, Km. 21, Suwung Kauh, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Indonesia ini memiliki luas 1.300 hektar dan dilengkapi jembatan kayu sepanjang 3 Km untuk berjalan. Jika Anda lelah jangan khawatir, karena di beberapa titik telah disediakan gazebu untuk beristirahat.


Di beberapa tempat di atas jembatan, di sediakan tempat khusus untuk pengunjung agar dapat menikmati suasana hutan bakau. Jika anda bersedia untuk jalan sampai tiba di ujung dari jembatan kayu, maka di sinilah pemandangan terbagus dapat anda lihat. Pemandangan jalan Tol dan birunya laut teluk Benoa sangat jelas terlihat dari ujung jembatan hutan bakau. Hutan bakau di Bali selain terkenal sebagai tempat rekreasi juga terkenal sebagai salah satu tempat favorit melakukan foto prewedding. Jika anda berencana mengunjungi kawasa hutan mangrove Bali, sebaiknya anda datang di pagi hari atau di sore hari agar terik matahari tidak terlalu panas dan jika anda beruntung dapat melihat gerombolan burung yang terbang di sekitar kawasan hutan bakau.


23
May

VOI PESONA INDONESIA  Air terjun Kanto Lampo terletak di Banjar Kelod Kangin, Kelurahan Beng, Kabupaten Gianyar, Bali yang berjarak hanya 30 Km dari pusat kota Denpasar. Air terjun Kanto Lampo walaupun tingginya hanya sekitar 15 meter tetapi mempunyai penampilan yang cukup unik dan indah. Yang membuat Air Terjun Kanto Lampo ini menjadi istimewa adalah terdapatnya bebatuan hitam yang tersusun secara acak sehingga membentuk undakan. Ini menyebabkan air yang jatuh menghantam undakan bebatuan hitam tersebut tidak menimbulkan suara gemuruh dan menghasilkan cipratan air dari segala sisi sehingga membuat air terjun ini terlihat sangat cantik.

lokasi Air Terjun Kanto Lampo Bali dikelilingi oleh hutan yang sejuk dan pepohonan yang rindang. Selain itu airnya yang sangat jernih membuat suasana di sini semakin sejuk. Lekukan-lekukan atau undakan yang dibuat oleh tebing Air Terjun Kanto Lampo memang mampu membuat tampilannya menjadi semakin mempesona. Di kolam yang ada di bawah air terjun, anda dapat mandi dan merasakan langsung cipratan-cipratan yang mengalir dari Air Terjun Kanto Lampo. Setelah bermain air dan mandi anda tidak perlu takut kesulitan mencari tempat untuk ganti pakaian, karena di tempat wisata Air Terjun Kanto Lampo ini sudah tersedia fasilitas untuk berganti pakaian.

saat anda berkunjung ke Tempat Wisata Air Terjun Kanto Lampo, anda tidak perlu repot untuk membawa bekal makanan ataupun minuman. Karena di sekitar lokasi Air Terjun Kanto Lampo sudah banyak terdapat warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman. Sehingga setelah anda puas bermain air dan mandi, serta lelah menjelajah tempat wisata Air Terjun Kanto Lampo sambil menikmati keindahannya, anda bisa melanjutkannya dengan mencicipi kuliner khas Bali dan makanan-makanan ringan yang disediakan di warung-warung di sekitar Air Terjun Kanto Lampo ini.

23
March

Danau Biru

Written by
Published in pesona indonesia




VOI PESONA INDONESIA Danau Biru terletak di karang Sidemen Batu Keliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Untuk menuju lokasi, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Mataram, karena jalan yang berliku dan banyak berlubang, cocoknya Anda menggunakan sepeda gunung, motor tril atau mobil gunung menuju lokasi. Jangan lupa untuk membawa bekal makanan dan minuman karena di sekitar danau biru tidak ada tempat makan. Meski begitu masih banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan danau biru ini. Anda dapat melakukan berbagai aktifitas selain ber-selfie di lokasi yang telah disediakan di sepanjang jalur menuju danau biru. Salah satunya adalah mengelilingi danau biru dengan menggunakan perahu karet yang telah disediakan.


Sesuai namanya, Danau Biru ini memiliki perairan biru kehijauan dengan pepohonan rimbun di sekitarnya. Suasananya begitu sunyi, dengan yang terdengar hanyalah suara gemerisik dedaunan dan kicau burung di kejauhan. Karena lokasinya tersembunyi di tengah hutan, persis di kaki Gunung Rinjani, udaranya pun segar khas daerah pegunungan. Anda bisa duduk santai di sekeliling danau sembari menikmati suasana yang bebas polusi udara maupun suara ini. Menurut pengelola, Danau Biru ini terbentuk karena pertemuan aliran dua sungai. Karena itu, disarankan datang di luar musim hujan, sebab warna danau kemungkinan tak lagi biru, melainkan cokelat karena lumpur yang ikut hanyut bersama air. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah toilet, gazebo dan tempat duduk untuk beristirahat, area parkir, dan area camping. Untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan wisatawan, protokol kesehatan juga dilakukan sebelum Anda masuk ke Danau biru.


21
March

VOI PESONA INDONESIA Suku Batak pada umumnya mendiami wilayah provinsi Sumatera Utara. Sebagian dari mereka masih ada yang menganut agama tradisional, yakni Malim. Ugamo atau Agama Malim adalah agama asli yang dianut Bangso (Bangsa) Batak. Penganut Ugamo Malim disebut Parmalim, pimpinan tertinggi Ugamo Malim adalah Raja Sisingamangaraja I hingga XII. Ugamo Malim terpusat di Huta Tinggi, Laguboti Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara. Masyarakat Batak yang menganut agama Malim punya tradisi budaya yang erat dengan kepercayaan tradisional mereka. Salah satunya Ritual Sipaha Lima.

Sipaha Lima adalah bentuk syukur atas rezeki, kesehatan, dan keselamatan sepanjang tahun kepada Debata Mula Jadi Na Bolon atau Tuhan Yang Maha Esa. Satu ekor kerbau jantan akan disembelih untuk dijadikan persembahan, diiringi tarian Tortor dan irama Gondang Sebangunan, musik khas Batak. Sipaha Lima biasanya diadakan di bale pasogit di Huta Tinggi tepatnya di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Di halaman Bale Parsantian, perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki, berkelompok mengelilingi tempat upacara. Pemimpin Ugomo Malim memimpin ritual dan mengawalinya dengan berdoa diiringi gondang yang diikuti gerak tangan manortor. Jelang petang, sekelompok laki-laki berdiri. Mereka menarik kerbau menuju tengah lapangan dan menambatkannya di sebatang pohon yang sudah disediakan. Dari mulai mengarak kerbau sampai menambatkannya, dilakukan dengan gerak, suara dan irama gondang. Setelah kerbau ditambat, perempuan dan laki-laki bergantian manortor (menari Tor Tor), kerbau pun disembelih. Para pria yang bertugas sebagai parhobas (pelayan) mengangkat badan kerbau menggunakan tandu yang sudah disediakan. Setelah disembelih, daging dimasak. Sisa daging akan dibagi-bagikan ke warga secara merata.

09
March





VOI NEWS Wisata ramah lingkungan saat ini tengah menjadi tren di kalangan traveler dan perlu terus mendapat dukungan karena memiliki dampak yang besar untuk mendukung terciptanya lingkungan yang berkelanjutan. Di tengah masa kenormalan baru seperti saat ini, berpergian atau berkunjung ke lokasi luar ruangan menjadi pilihan yang bijak. Karena itu ingin melepas penat dan pergi berwisata ke alam di Indonesia, saat ini model berkemah dan trekking menjadi salah satu pilihan bagi anda yang suka berpetualang. Indonesia banyak memiliki pesona alam yang indah. Salah satunya adalah Gunung Sibayak di Sumatra Utara. Gunung ini berlokasi di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan memiliki pesona luar biasa yang dapat menjadi destinasi wisata Anda berikutnya. Terkenal dengan asap belerang yang beruap dan matahari terbitnya yang berwarna keemasan, Gunung Sibayak, sebuah gunung berapi di Sumatera Utara, menjadi tempat yang ideal untuk melakukan berkemah dan aktivitas trekking atau pendakian ke puncak gunung.


Bagi Anda yang gemar bertualang dapat memulai perjalanan dari dua titik, yakni sebelah barat laut Berastagi atau dari dasar gunung Sibayak. Dari sana, Anda dapat menjelajahi panorama air terjun dan kemudian melakukan perjalanan ke hutan eksotis. Sesampainya di puncak, Anda dapat melihat awan dan asap belerang yang keluar dari lubang ventilasi gunung berapi. Jika cuaca sedang cerah, Anda pun dapat melihat pemandangan Gunung Sinabung dari jauh. Ketinggian Gunung yang kerap menjadi objek pendakian ini mencapai 2.094 meter dari permukaan laut. Secara administratif, hutan alam pegunungan ini masuk dalam dalam kategori Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Puncak tertinggi dari Gunung Sibayak bernama “Takal Kuda”. Ini adalah bahasa Karo yang berarti “Kepala Kuda”.

Untuk menuju Gunung Sibayak, anda sebaiknya berangkat dari Kota Medan ibukota propinsi Sumatera Utara, Anda akan menempuh jarak sejauh 77 km dengan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Berastagi kota terdekat dengan gunung Siabyak. Anda bisa memilih kendaraan roda dua atau roda empat. Setelah itu, untuk mencapai lokasi, terdapat dua pilihan rute, diantaranya perjalanan dari Berastagi atau dari Desa Semangat Gunung. Pastikan untuk mengemas kebutuhan ekowisata yang dibutuhkan seperti botol air yang dapat digunakan kembali, peralatan makan, makanan, minuman, dan pakaian hangat. Agar tidak tersesat, terutama karena perubahan cuaca yang tiba-tiba, ada baiknya untuk menggunakan jasa pemandu wisata di sana. Dari budaya yang kaya, pemandangan pegunungan yang menakjubkan, hingga masakan yang lezat, Sumatera Utara memiliki segalanya dan patut dinobatkan sebagai salah satu destinasi ekowisata yang ideal.


Page 2 of 39