pesona indonesia

pesona indonesia (545)

22
January

Hari ini akan memperkenalkan Tari Jonggan di Kalimantan Barat. Jadi tetaplah bersama kami hanya di RRI World Service Voice of Indonesia.Kalimantan merupakan pulau yang sangat luas yang membuat pulau ini memiliki beragam budaya dan tradisi masing-masing suku yang mendiami pulau ini. Salah satu tradisi yang hingga saat ini masih di lakukan adalah Tari Jonggan dari suku Dayak Kanayant.

Jonggan adalah salah satu kesenian tradisional di Kalimantan barat yang menggambarkan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan masyarakat dayak. Tarian ini berasal dari kebudayaan masyarakat Dayak Kanayant di Kalimantan barat. Nama jonggan di ambil dari bahasa dayak yang berarti joget atau menari. Menurut beberapa sumber, tarian Jonggan mulai muncul sekitar tahun 1950-an di kabupaten Landak, Kalimantan barat. Tarian ini awalnya di gunakan sebagai hiburan masyarakat dayak pada berbagai acara adat di sana. Kemudian, Jonggan sering di tampilkan pada acara besar seperti pernikahan, penyambutan tamu, dan lain lain.

Sebelum Tari Jonggan di pentaskan, ada sebuah ritual khusus yang harus dilakukan terlebih dahulu. Ritual tersebut disebut nyangahant yang berarti berdoa. Ritual ini di lakukan untuk meminta ijin atau meminta perlindungan kepada Tuhan agar pertunjukan berjalan lancar.

Nyangahant diawali dengan bapamang yaitu penyampaian doa oleh pemimpin upacara di depan sesaji yang sudah di siapkan. Jonggan dimainkan oleh 5 hingga 7 orang penari wanita. Ketika menari, mereka mengenakan busana kebaya, paca dan selendang. Paca merupakan pakaian berbentuk kain batik yang panjang. Kostum yang di gunakan dalam tarian ini sangat sederhana dan tidak banyak menggunakan aksesoris.

Jonggan merupakan salah satu jenis pertunjukan tarian yang memperbolehkan penonton untuk ikut menari dan ikut berbalas pantun, tapi pantunnya harus sesuai dengan tema yang disampaikan. Karenanya, tarian ini pun digolongakan sebagai tarian yang interaktif dan komunikatif.Tarian ini di iringi oleh musik tradisional yang terdiri dari gadobong (gendang), dau (gamelan), dan suling bambu.

demikian Pesona Indonesia edisi kali ini tentang Tari Jonggan dari Kalimantan Barat. Kita akan berjumpa kembali esok dengan topik-topik menarik lainnya.

10
January


VOI PESONA INDONESIA Keindahan pantai di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan memang tak ada habisnya. Sebut saja, Pulau Takabonerate. Destinasi wisata ini sudah terkenal hingga ke mancanegara. Namun, di tahun 2017, ada pantai lainnya yang memiliki panorama yang tak kalah eksotis. Namanya adalah Pantai Punagaan.

Pantai Punagaan ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan pada awal tahun 2017. Sejak itu, Pantai yg kerap pula disebut dengan Pantai Ngapaloka ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Pantai Punagaan terletak di pesisir timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pantai ini berjarak sekitar 20 km dari Kota Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar. Menuju ke destinasi wisata ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dengan waktu tempuh 30 sampai 45 menit dari kota Benteng. Akses jalan dari Benteng ke Pantai Punagaan relatif baik meski di beberapa titik merupakan jalan untuk pendakian.

Pantai Punagaan tidak seperti pantai pada umumnya. Pantai ini dikelilingi oleh pepohonan hijau nan rindang. Sebagian wilayahnya didominasi oleh tebing dan bukit yang berada di belakang. Di beberapa titik juga terdapat pasir berwarna kelabu. 

Selain itu, Pantai Punagaan ini juga memiliki keindahan alam bawah laut. Airnya begitu jernih sehingga wisatawan bisa menikmatinya dari permukaan saja. Namun, jika ingin meilihat lebih dekat, wisatawan bisa melakukan snorkeling. Di alam bawah lautnya terlihat berbagai terumbu karang maupun biota laut seperti lobster dan ikan kerapu. Keunikan-keunikan dari pantai ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga tak sedikit wisatawan yang menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan untuk dikunjungi.

di Pantai Punagaan ini terdapat sebuah jembatan kayu. Fungsinya adalah sebagai tambatan perahu. Selain itu, di tengah jembatan ini ada rumah yang dihias hingga berbentuk menyerupai gazebo. Kedua tempat tersebut biasa digunakan oleh wisatawan sebagai spot favorit untuk berswafoto.

Pendengar, berkunjung ke Pantai Punagaan jangan lupa untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah serta membawa peralatan snorkeling jika anda berencana akan melakukan snorkeling. Sebab, destinasi wisata ini belum memiliki fasilitas untuk wisatawan seperti rumah makan dan penyewaan alat snorkeling.

 

 

11
January

 

VOI PESONA INDONESIA Bangka merupakan salah satu pulau terbesar di provinsi kepulauan Bangka Belitung. Di pulau inilah, Pangkal Pinang, ibukota provinsi Bangka Belitung berada. Meski sejak lama, pulau Bangka dikenal sebagai kota Timah, pulau ini juga menawarkan beragam objek wisata indah, khususnya objek wisata bahari. Edisi Pesona Indonesia kali ini, mengajak anda untuk mengenal keindahan pantai Tikus Emas yang berlokasi di Kecamatan Parit Pandang, Kota Sungai Liat, Kabupaten Bangka.

Pantai Tikus Emas terletak di sebelah timur kota Sungai Liat, ibukota Kabupaten Bangka.  Anda dapat menempuhnya dengan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota dan sekitar 51 menit ,jika anda dari kota Pangkal Pinang dengan jarak tempuh 36,1 Kilometer. Diberi nama pantai tikus, menurut cerita masyarakat setempat, pantai ini dulunya merupakan kawasan yang dihuni tikus. Bahkan jika dilihat dari atas bukit, bentuk pantainya tampak menyerupai tikus. Selain itu, pantai ini ini diberi nama pantai tikus, juga karena di sini terdapat banyak sekali jalan tikus atau jalan setapak. Konon pada zaman dahulu jalan setapak ini di buat oleh pencari timah ilegal untuk membawa timah ke sisi pantai. Masuk ke pantai Tikus Emas, anda akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp.2000 untuk sepeda motor. Setibanya di pantai, kita akan disuguhi pemandangan pantai khas Bangka yang menakjubkan. Di pantai ini menawarkan kepada Anda pasir putih, laut yang tenang dan pepohonan cemara yang tertata rapi di pinggir pantai. Karena lautnya yang tenang, sangat aman dan menyenangkan bermain air atau berenang di pantai ini. Tidak hanya berenang saja, ada arena permainan off road mini untuk anak balita juga, namun tetap harus didampingi oleh orang tua supaya aman. Memang pantai ini didesain ramah anak.  Selain permainan off road mini, disini juga ada permainan kereta api, mandi bola dan berkuda.Di pantai Tikus Emas, bagi anda yang hobi memancing, anda juga bisa melakukan hobi anda disini. Anda juga bisa mencoba Watersport. Dengan biaya sebesar Rp.200.000, anda bisa menyewa  jetski selama 15 menit. Puas bermain di Pantai Tikus Emas, berjalan-jalanlah di sekitar kawasan pantai, karena tak jauh dari kawasan pantai Tikus Emas, ada bangunan megah menjulang tinggi. Bangunan Tersebut merupakan Pagoda Vihara yang disebut-sebut mirip dengan vihara Shaolin di negeri Tirai Bambu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

09
January

Kampung Tugu

Written by
Published in pesona indonesia


VOI PESONA INDONESIA Kampung Tugu merupakan sebuah kampung yang berlokasi di wilayah kecamatan Koja, Jakarta Utara. Uniknya, sebagian besar warga Kampung Tugu merupakan keturunan orang Portugis, yang dijadikan pekerja dan serdadu di zaman Belanda. Ratusan tahun mereka menetap disana, menikah dan berakulturasi dengan penduduk lokal. Di kampung ini, hinggi kini masih bisa dijumpai berbagai peninggalan masyarakat Portugis, antara lain adalah Gereja Tugu serta tradisi yang diturunkan dari generasi awal. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan hingga sekarang adalah tradisi Rabo-Rabo. Tradisi ini biasanya digelar untuk menyambut Tahun Baru.

tanggal 1 Januari lalu, masyarakat Kampung Tugu menggelar Tradisi Rabo-Rabo. Rabo dalam bahasa Portugis berarti ekor. Saat tradisi ini berlangsung, masyarakat bernyanyi dan bermain musik keroncong Tugu sambil berkeliling ke rumah tetangga. Ketika sampai di rumah warga, mereka akan langsung berciuman pipi kiri dan kanan dengan keluarga rumah yang didatangi, bernyanyi, berjoget, sembari makan camilan, dan minum. Setelah selesai dua sampai empat lagu yang dimainkan, mereka berkunjung ke rumah warga lain.

Uniknya, warga yang rumahnya dikunjungi kemudian harus mengekor pada rombongan. Mereka bergabung untuk ikut menari dan mengunjungi rumah berikutnya. Hal ini terus-menerus dilakukan hingga rumah terakhir, sehingga tak heran jika jumlah rombongan akan semakin bertambah banyak. Dalam rombongan ini tentunya  terdiri dari perempuan, laki-laki, tua, maupun muda. Semua berbaur dalam keakraban yang hangat. Memang tradisi ini digelar untuk mempererat tali persaudaraan antar warga. Tradisi inilah yang membuat warga Kampung Tugu hingga kini tetap hangat, kompak dan bersahabat satu sama lainnya.

Sebelum memulai Tradisi Rabo-Rabo biasanya warga akan melaksanakan kebaktian ibadah bersama di gereja. Di Kampung Tugu, semua kegiatan harus diawali dengan berdoa. Selesai berdoa rombongan pemusik akan bergerak mengunjungi rumah pertama yang sudah disepakati sejak awal. Puncak tradisi ini digelar tanggal 7 Januari kemarin, dimana semua warga menggelar kegiatan mandi-mandi. Mereka akan mencoreng bedak ke wajah  sebagai tanda saling memaafkan kesalahan-kesalahan sepanjang tahun kemarin. Dora

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

04
January

 

VOI PESONA INDONESIA Toraja tidak hanya terkenal akan produksi biji kopinya. Namun, Kabupaten ini juga dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang menarik. Salah satunya adalah Desa Adat Kete Ke’su yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan local maupun mancanegara.

Desa Kete Ke’su memiliki deretan rumah adat yang disebut Tongkonan. Beberapa bangunan diperkirakan berusia sekitar 300 tahun. Bentuk Tongkonan ini memiliki beberapa keunikan seperti atap yang berbentuk seperti tanduk kerbau. Selain itu, semua Tongkonan dibangun menghadap Utara sebagai lambang asal muasal leluhur Tana Toraja. Harapannya adalah jika ada penduduk setempat yang meninggal, ia dapat berkumpul bersama para leluhurnya di sana.

Tongkonan ini biasanya dihias dengan tanduk kerbau yang disusun secara vertical di halaman depan. Keberadaan tanduk kerbau ini menunjukan status sosial pemilik Tongkonan.

waktu terbaik untuk mengunjungi Desa Kete Ke’su ini adalah dari bulan Juni hingga Desember. Sebab, biasanya di bulan-bulan tersebut sedang diadakan Rambo Solok yang diadakan hingga seminggu. Rambo Solok merupakan pemakaman tradisional yang rumit sekaligus upacara yang paling penting di Toraja. Biaya untuk melakukan upacara ini pun sangat mahal. Oleh karena itu, upacara ini bisa ditunda hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

 

menuju Desa Kete Ke’su bisa dicapai melalui perjalanan darat. Dari Makassar, bisa menggunakan bus untuk menuju ke Rantepao, Toraja. Jadwal keberangkatan bus ini biasanya pukul 7 pagi dan 7 malam. Jumlah bus yang beroperasi setiap harinya tergantung pada jumlah penumpang. Setelah sampai di Rantepao, perjalanan ke Desa Kete Ke’su ini akan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan sewaan. Perjalanan ini memakan waktu selama sekitar setengah jam.

Desa Kete Ke’su sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, toko souvenir, warung makanan dan minuman serta area parkir untuk kendaraan roda dua dan empat. Biaya yang diperlukan untuk masuk ke desa ini relatif murah yaitu Rp 10.000 per orang.

Dalam upacara Rambo Solok, puluhan hingga ratusan kerbau dipotong karena kepercayaan suku Toraja, roh-roh hewan merupakan sarana bagi jiwa untuk mencapai Nirvana. Selain itu kerbau juga merupakan simbol kekayaan dan kekuasaan sehingga jumlah hewan yang dipotong dalam upacara ini menjadi lambang status individu. Untuk kelas menengah, dibutuhkan 8 kerbau dan 50 ekor babi untuk upacara. Sedangkan bagi bangsawan dibutuhkan 100 kerbau.

04
January

Pantai Hamadi

Written by
Published in pesona indonesia

 

VOI PESONA INDONESIA jika anda ingin menikmati wisata sambil mempelajari sejarah dengan akses yang mudah, silakan kunjungi Distrik Jayapura Selatan, Kotamadya Jayapura, Provinsi Papua. Tidak jauh dari pusat ibukota Papua ini, ada sebuah pantai yang merupakan perpaduan wisata alam dan wisata sejarah. Pantai ini bernama Pantai Hamadi. 

untuk sampai ke Pantai Hamadi, pertama anda bisa naik pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Sentani di Kota Jayapura. Lalu, dari kota Jayapura, anda bisa lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum dengan tarif sekitar Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000; atau, anda bisa gunakan jasa ojek dengan tariff Rp. 10.000 hingga Rp 30.000 saja.  

Jika anda merasakan semilir angin dalam perjalanan dari Kota Jayapura, artinya anda sudah dekat dengan Pantai Hamadi yang memang terletak dekat jalan raya. Tak lama kemudian, anda akan melewati pintu gerbang kawasan Pantai Hamadi. Untuk masuk ke kawasan pantai, anda akan dikenakan tariff masuk Rp 10.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 20.000 untuk kendaraan roda empat.

Sesampainya di kawasan Pantai Hamadi, anda akan disambut oleh segarnya angin dan pemandangan yang indah. Pepohonan hijau, hutan bakau, dan pasir putih akan hadir di sekitar Pantai Hamadi. Pantai Hamadi akan semakin menarik lagi saat laut pasang. Karena setiap kali laut sedang pasang, ada fenomena yang dinamakan warga sekitar sebagai “Ombak Terbang”. “Ombak terbang” ini terjadi ketika gelombang besar dari laut lepas membentur keras tembok karang buatan. Saking keras benturannya, ombak bisa memuncrat  hingga 5 sampai 8 meter tingginya.Di pantai yang luasnya sekitar 5 hektar persegi ini, anda juga bisa menemukan sisa-sisa perang dunia kedua. Peninggalan sejarah yang paling mudah ditemukan adalah bebatuan sisa benteng pertahanan Sekutu yang terbentang sepanjang 2 kilometer.  Jika anda berkeliling lebih lanjut, anda bisa menemukan banyak peninggalan sejarah lainnya seperti meriam. 

setelah berenang dan berkeliling di Pantai Hamadi, anda bisa melepas lelah dengan bersantai di pondok-pondok yang disewakan dengan harga mulai Rp 25.000 hingga Rp 100.000. Di pondok-pondok ini, anda bisa menikmati udara segar dan bersih dari lautan lepas.

Setelah puas bermain di Pantai Hamadi, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat anda. Tidak jauh dari kawasan Pantai Hamadi, ada pusat cinderamata dan kerajinan lokal bernama Pasar Sentral Hamadi. Selain bisa membeli oleh-oleh, anda juga bisa menemukan sebuah monumen yang mengenang pendaratan pasukan sekutu tepat di depan Pasar Sentral Hamadi.

02
January

 

VOI PESONA INDONESIA Menjelang tahun baru 2018, ada beberapa kota yang rutin menggelar tradisi tahunan di daerahnya masing-masing untuk menyambut tahun baru masehi. Contohnya adalah Manado yang menggelar tradisi Mekiwuka. Kota Manado tidak hanya memiliki daya tarik pada wisata alamnya saja, tetapi budayanya pun memiliki daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi kota ini.

upacara Mekikuwa adalah upacara adat suku Minahasa di Manado. Mekiwuka merupakan ungkapan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan disepanjang tahun yang telah dilewati dan permohonan kepada Tuhan agar dibukakan jalan untuk memperoleh banyak berkat dalam menjalani tahun yang baru.

Upacara adat ini diselenggarakan dengan melakukan pawai yang dilakukan oleh seluruh warga kampung dengan memainkan alat musik sambil bernyanyi. Mereka  mengunjungi setiap rumah untuk memberi selamat tahun baru. Mekiwuka dilakukan mulai dari tengah malam pergantian tahun hingga subuh.

upacara Mekiwuka ini sudah ada sejak sejak beberapa tahun lalu di pesisir teluk Manado. Tradisi ini merupakan hasil kesepakan antara suku Minahasa dan orang Borgo. Orang Borgo adalah keturunan langsung hasil perkawinan campur antara suku Minahasa asli dan orang-orang Eropa, Spanyol, dan Portugis yang datang untuk berdagang di Kota Manado.

Pengaruh masyarakat keturunan Borgo terhadap seni tradisional sebagai bagian dari identitas Minahasa di Manado adalah tarian Katrili dan Figura. Figura mirip dengan Mekiwuka, keduanya merupakan tradisi menyambut tahun baru, bedanya kalau Mekiwuka dilaksanakan pada saat tengah malam menjelang pergantian tahun, sedangkan figura biasanya dilaksanakan saat kunci taong (tutup tahun) seminggu sesudah tahun baru.

untuk melestarikan budaya ini setiap tahunnya, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival adat Mekiwuka yang dirangkaikan dengan festival Figura setiap tahunnya.

Festival Adat Mekiwuka dilaksanakan resmi oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2016, sedangkan Festival Figura sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

02
January

 

VOI PESONA INDONESIA Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal akan padang savana, tradisi budaya Pasola, dan perkampungan tradisionalnya yang masih asli. Selain padang savana, pulau Sumba juga memiliki pesona alam lainnya berbentuk danau. Namanya adalah Danau Waikuri.

Danau Waikuri atau Weekuri adalah sebuah laguna tersembunyi yang ada di Kab. Sumba Barat Daya, NTT. Sebagian besar pelancong belum mengenal Danau Waikuri, sehingga cocok bagi anda yang ingin melepas penatnya hiruk pikuk perkotaan.

Untuk mencapai Danau Waikuri, pertama-tama anda harus naik pesawat ke Bali atau Kupang, kemudian lanjut ke Bandara Tambolaka di kota Tambolaka, Sumba Barat Daya. Dari kota Tambolaka,  anda bisa menyewa jasa ojek. Selain itu, anda juga bisa meminta bantuan hotel tempat anda singgah untuk menyewa mobil serta supirnya.

Perjalanan ke Danau Waikuri dengan supir memang akan membuat anda lebih mudah. Namun, bagi anda yang ingin mengenal warga Sumba Barat Daya lebih dekat lagi, sewalah kendaraan tanpa supir dan langsung tanyakan saja jalan kepada warga sekitar. Namun, tidak semua warga Sumba Barat Daya tahu tentang Danau Waikuri, maka anda harus sampai dahulu ke Desa Tanjung Karoso. Di desa ini, semua warga Desa Tanjung Karoso dijamin tahu jalan ke Danau Waikuri.

Sesampainya di Danau Waikuri, mata pengunjung akan dimanjakan dengan cekungan batu karang yang selalu terisi air dari laut lepas. Air yang terjebak di danau atau laguna ini akan memantulkan warna biru kehijau-hijauan yang sangat indah. Di sela-sela batu karang, tumbuh pohon-pohon yang menjadi pagar alami. Pagar alami ini tidak hanya menambah keindahan Danau Waikuri, tetapi juga terkesan menyembunyikannya dari dunia sekitar.

Di pantai ini, terkadang ada warga setempat yang dengan senang hati akan mengajarkan anda cara mengapung di Danau Waikuri. Sensasi mengapung di danau yang indah dan tenang tentu akan sangat berkesan di hati. Setelah mengapung, anda bisa naik ke atas tebing untuk menikmati panorama laut lepas di antara Pulau Sumba dan Pulau Flores.

beberapa tahun lalu, tidak ada fasilitas wisatawan di Danau Waikuri. Namun, seiring meningkatnya jumlah wisatawan membuat berbagai fasilitas dibuat di kawasan Danau Waikuri, seperti tempat parkir, toilet, panggung kecil, dan tempat makan. Ada juga pedagang cinderamata khas Sumba. Contohnya adalah kain tenun warna-warni yang harganya mulai seratus ribu rupiah, tergantung dari tingkat kerumitan pembuatannya.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Danau Waikuri adalah sebelum pukul 11.00 WIB atau setelah pukul 15.00 WIB, karena siang hari matahari akan sangat terik. Selain itu, suasana sore hari di sekitar Danau Waikuri akan membuat air di danau ini berwarna keemasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

06
November

VOI PESONA INDONESIA Indonesia adalah negara kepulauan, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi kepulauan di  Indonesia. Pulau-pulau yang ada  di Nusa Tenggara Timur adalah Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote dan sabu. Di pulau Timor ada enam daerah otonom, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Kabupaten Malaka. Wilayah-wilayah ini berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Kabupaten  Timor Tengah Selatan memiliki karakteristik masyarakat wilayah pegunungan maupun pantai yang sangat unik. Keadaan  geografi dan topografi yang sangat luar biasa dan besar potensinya  termasuk  wisatanya?

Pantai  Oetune adalah salah satu daerah yang indah di  Kabupaten  Timor Tengah Selatan.  Tepatnya terletak di kecamatan Amanuban Selatan .

bila anda berangkat dari kota Kupang menuju Pantai Oetune dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Dalam perjalanan anda akan melewati  jalan yang berkelok-kelok, naik turun bukit dan lembah. Begitu memasuki gerbang menuju Pantai Oetune anda akan melihat beberapa lopo, yang merupakan sebutan untuk rumah khas warga kabupaten Timor Tengah Selatan, yang berjajar rapi. Di Lopo ini  pengunjung bisa beristirahat atau pun menikmati bekalnya. Sebelum  masuk Pantai Oetune ini, di gerbang anda harus membayar Rp. 3000  per orang , sedangkan untuk motor  Rp. 1000.

pada waktu anda menjelajah Pantai Oetune pasti akan merasa tercengang, karena melihat bentangan pasir yang halus, bersih dan luas. Ada yang mengatakan pemandangan seperti ini  mengingatkan  akan keindahan Pantai Kuta yang berada di Bali.

Selain pasirnya yang lembut, Pantai Oetune juga memiliki karakteristik  gelombang pecah  yang unik. Gulungan ombaknya  yang susul menyusul sekitar empat kali dalam semenit.

Dari Lopo tempat pengunjung beristirahat, bila berjalan ke arah kanan, akan tampaklah hamparan bagaikan gurun pasir.

deretan pohon cemara berdiri di sepanjang pantai dan di sisi kanan ada beberapa gundukan bukit pasir yang berbukit-bukit tampak menciptakan pemandangan yang saling melengkapi. Indah sekali. Gundukan-gundukan pasir yang berbukit-bukit menjadi paduan menarik dengan hamparan pasir yang panjang  dan laut yang berwarna hijau biru. Pasir-pasir ini sangat lembut dan mudah bergerak. Oleh karena itu harus berhati-hati bila anda berjalan di atasnya.

Bila anda hendak mengunjungi pantai Oetune, anda terlebih dahulu harus melihat waktunya. Karena di bulan-bulan tertentu ombak di pantai Oetune ini juga bisa menjadi besar, mengingat letaknya pantai ini berada di sisi selatan dari pulau Timor.  Bahkan di pantai ini anda bisa mendirikan tenda, untuk menikmati suasana pantai di malam yang cerah.

Kita akhiri Pesona Indonesia hari ini, dengan topik Pantai Oetune yang terdapat di kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam perjalanan menuju Pantai Oetune ini, pada waktu melewati persawahan, anda juga bisa membeli dan menikmati  semangka yang berwarna hijau gelap. Semangka ini bisa membantu menghilangkan dahaga anda selama dalam perjalanan.

04
November

VOI PESONA INDONESIA Beberapa waktu terakhir, rumah pohon menjadi salah satu fasilitas di tempat wisata yang sangat diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Oleh karena itu, berbagai tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia saling berlomba untuk membuat tempat wisata dengan menyediakan rumah pohon. Tak ketinggalan tempat wisata di Bogor ikut membuat tempat wisata serupa. Namanya adalah tempat Wisata Pabangbon.

Pabangbon menawarkan pemandangan alam yang mempesona. Jika cuaca sedang cerah, wisatawan dapat menikmati pemandangan Kota Bogor dari ketinggian. Sedangkan, jika sedang berkabut, wisatawan akan merasa seperti berada di negeri awan.

Selain ke rumah pohon, wisatawan juga dapat melakukan berbagai kegiatan di tempat Wisata Pabangbon ini. Seperti berswafoto, menikmati panorama alam yang indah, bersantai di bawah pepohonan rindang, bersantai di tempat yang sudah disediakan seperti gazebo dan hammock, dan juga bisa wisata edukasi karena tempat ini ditumbuhi pepohonan meranti yang dijadikan tempat penelitian. 

Wisata Pabangbon terletak di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jarak dari pusat Kota Bogor ke tempat wisata ini sekitar 32 km dengan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dari Kota Bogor, ambil rute ke jalan raya Leuwiliang. Setelah sampai di Kecamatan Leuwiliang, perjalanan berlanjut hingga pertigaan Kracak. Kemudian, ambil arah kiri menuju Desa Pabangbon. Dari sini, sudah dekat menuju ke tempat Wisata Prabangbon. Namun karena minim petunjuk arah ke tempat wisata, wisatawan harus bertanya pada warga sekitar untuk menunjukkan arah yang tepat.

Wisata Pabangbon sudah menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain toilet, warung makan, dan area parkir.

Dengan berbagai fasilitas dan keindahan panorama alam yang ditawarkan, tempat wisata ini terbilang tempat wisata yang cukup murah. Wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 6.000 per orang. Namun, jika ingin berswafoto di fasilitas rumah pohon, wisatawan harus membayar biaya sebesar Rp 5.000 per orang.Dengan biaya yang relatif murah dan memiliki berbagai macam fasilitas serta panorama yang indah, tempat Wisata Prabangbon tentu sayang untuk dilewatkan. Apabila anda berkunjung ke Kota Bogor, jangan lupa untuk mengunjungi tempat Wisata Pabangbon ini.demikian edisi Pesona Indonesia kali ini dengan topik Wisata Pabangbon. Besok, kita akan berjumpa kembali pada edisi pesona Indonesia berikutnya dengan topik-topik menarik lainnya. 

Page 39 of 39